— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026). Prospek tersebut muncul setelah indeks saham Indonesia mengakhiri perdagangan Jumat (9/10/2026) di zona positif dengan kenaikan 62,48 poin atau 1,04 persen ke level 6.093,7.

Meski demikian, pergerakan bursa global masih menunjukkan arah yang beragam. Pasar Asia dibuka bervariasi, sementara Wall Street mencatat penguatan pada akhir pekan lalu berkat pemulihan saham teknologi. Sejumlah sekuritas pun merilis saham pilihan untuk strategi perdagangan harian beserta level beli, target harga, dan batas risiko.

Pergerakan Bursa Global Jadi Perhatian

Pada awal perdagangan Asia, indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,34 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia menguat 0,61 persen. Bursa Jepang tidak beroperasi karena libur nasional.

Di Amerika Serikat, tiga indeks saham utama ditutup menguat pada Jumat. Pemulihan saham teknologi menjadi salah satu pendorong setelah sektor kecerdasan buatan atau AI sebelumnya mengalami tekanan jual. Meski demikian, pergerakan imbal hasil obligasi dan harga minyak masih menjadi faktor yang dicermati investor.

Rekomendasi Saham Mandiri dan BNI Sekuritas

Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham. ARCI memiliki harga penutupan 1.315 dengan target 1.315, sedangkan level stop loss/reversal berada di 1.345, support 1.300, dan resistance 1.345.

DEWA direkomendasikan beli pada harga penutupan 366 dengan target 374. Batas stop loss/reversal dan support berada di 362, sementara resistance tercatat 374. Untuk GGRM, harga penutupan 18.000 dengan target 18.300, support 17.800, resistance 18.300, serta stop loss/reversal 17.800.

BNI Sekuritas turut memasukkan enam saham dalam daftar pantauannya. RAJA menggunakan strategi buy if break 670, dengan target 685–695 dan cut loss di bawah 655. TINS memiliki area speculative buy 4.400–4.450, target 4.520–4.560, dan cut loss di bawah 4.400.

ASLI direkomendasikan speculative buy pada 458–468 dengan target 476–480 dan cut loss di bawah 456. DOOH menggunakan strategi buy on weakness pada 238–270, target 278–290, serta cut loss di bawah 236.

Untuk ISAT, area speculative buy berada di 2.100–2.120 dengan target 2.160–2.190. Sementara itu, MAPI direkomendasikan buy if break 1.560, target 1.580–1.615, dan cut loss di bawah 1.510.

MNC Sekuritas Pilih BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk BRPT pada 1.300–1.390. Target harga ditetapkan di 1.505 dan 1.630, dengan stop loss di bawah 1.270. Saham ini ditutup naik 1,08 persen ke 1.405 disertai peningkatan volume pembelian.

BUMI memperoleh rekomendasi trading buy pada 174–177. Targetnya 192 dan 208, sedangkan stop loss di bawah 171. Saham tersebut menguat 3,45 persen ke 180.

MDKA direkomendasikan buy on weakness pada 2.900–2.930, dengan target 3.010 dan 3.100 serta stop loss di bawah 2.870. Adapun ITMG mendapat rekomendasi sell on strength pada 25.450–25.525 karena masih berpotensi terkoreksi menuju 23.700–24.325.

Level harga tersebut merupakan rekomendasi analis, bukan kepastian pergerakan pasar. Investor perlu mempertimbangkan profil risiko dan kondisi perdagangan sebelum mengambil keputusan.