Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Indeks melemah sebesar 79,2 poin atau 1,33 persen dan parkir di level 5.863,7.
Tekanan di pasar modal merata ke seluruh sektor saham. Sektor barang konsumen non-primer mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 3,2 persen. Penurunan juga melanda sektor energi sebesar 3 persen, perindustrian 2,43 persen, infrastruktur 2,41 persen, transportasi 2,06 persen, dan barang baku 1,68 persen.
Koreksi lanjutan turut terjadi pada sektor properti sebesar 1,41 persen, teknologi 1,29 persen, barang konsumen primer 1,14 persen, keuangan 0,64 persen, serta kesehatan yang terkikis tipis 0,15 persen. Secara keseluruhan, catatan perdagangan menunjukkan 119 saham menguat, 592 saham melemah, dan 252 saham stagnan dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 13,4 triliun.
Di tengah pelemahan masif tersebut, sejumlah emiten justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Sebanyak lima saham bahkan bergerak menguat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
| Nama Saham | Kode | Kenaikan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk | AKKU | 34,62% | Rp 105 |
| PT Bank of India Indonesia Tbk | BSWD | 25% | Rp 4.500 |
| PT Alkindo Naratama Tbk | ALDO | 24,92% | Rp 1.955 |
| PT Pioneerindo Gourmet International Tbk | PTSP | 24,72% | Rp 1.665 |
| PT Tifico Fiber Indonesia Tbk | TFCO | 24,61% | Rp 2.000 |
Selain kelima emiten tersebut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang tergabung dalam indeks LQ45 turut terpantau menguat 1,39 persen ke level harga Rp 4.390.
Sebaliknya, tekanan jual yang tinggi turut menyeret sejumlah saham ke zona merah dan mencatatkan koreksi terdalam pada hari yang sama.
| Nama Saham | Kode | Penurunan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| PT Indokripto Koin Semesta Tbk | COIN | 15% | Rp 510 |
| PT Arthavest Tbk | ARTA | 14,93% | Rp 2.280 |
| PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk | TRON | 14,85% | Rp 86 |
| PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk | BBBS | 14,8% | Rp 69 |
| PT ALSOK Indonesia Services Tbk | ALKA | 14,69% | Rp 900 |
Faktor Eksternal dan Domestik yang Menekan Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyampaikan bahwa pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat. Peningkatan angka inflasi di negara tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga di level tinggi dalam durasi yang lebih panjang serta membuka peluang kebijakan yang lebih agresif.
Data mencatat inflasi bulanan AS merangkak naik dari 0,4 persen menjadi 0,6 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan meningkat dari 3,4 persen menjadi 3,7 persen. Pelaku pasar kini tengah menantikan pidato dari sejumlah pejabat The Fed di Bangkok, Thailand, termasuk pernyataan dari Ketua The Fed Kevin Warsh.
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah. Hambatan pasokan ini dinilai berisiko menaikkan biaya logistik jangka pendek dan mengganggu aktivitas ekonomi daerah.
Pilarmas menilai, jika cakupannya meluas, kendala pasokan BBM berpotensi menekan produktivitas masyarakat, menghambat laju pertumbuhan ekonomi, serta memicu lonjakan harga komoditas di pasar lokal. Pemerintah sendiri sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa cadangan stok BBM nasional masih aman untuk mencukupi kebutuhan sekitar 18 hari ke depan, meski ketahanan pasokan tetap menjadi sorotan utama investor.









