Topik.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada perdagangan sesi I Rabu (23/9/2026). Setelah bergerak di zona merah pada awal perdagangan, indeks berakhir naik 40,41 poin atau 0,64% ke level 6.317,46.
Pergerakan IHSG berlangsung cukup lebar sepanjang sesi pertama, dengan indeks sempat berada di level 6.253 sebelum mencapai posisi tertinggi 6.325. Penguatan indeks juga diikuti kenaikan sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers, termasuk lima saham yang mencatat lonjakan hingga 34%.
IHSG Menguat di Tengah Dominasi Sektor Hijau
Berdasarkan data IDX, aktivitas perdagangan saham pada sesi I mencatat volume 18,98 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp6,05 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.111.010 transaksi.
Sebanyak 400 saham tercatat mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 211 saham bergerak turun dan 175 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut menguat. Indeks yang berisi saham-saham unggulan tersebut naik 0,51% pada perdagangan sesi pertama.
Dari sepuluh sektor saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona hijau. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 1,94%.
Selanjutnya, sektor perindustrian naik 1,54%, barang konsumsi non-primer menguat 1,42%, transportasi bertambah 1,06%, dan sektor energi meningkat 1,03%.
Satu-satunya sektor yang mengalami penurunan adalah kesehatan dengan koreksi tipis sebesar 0,06%.
Lima Saham Naik hingga 34%
Di tengah penguatan IHSG, pergerakan sejumlah saham mencuri perhatian karena mencatat kenaikan dua digit. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjadi saham dengan lonjakan tertinggi, yakni 34,09% ke Rp236.
Kenaikan FORU sekaligus membuat saham tersebut menyentuh batas auto rejection atas atau ARA.
Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) juga mengalami penguatan signifikan. Harganya naik 28,07% menjadi Rp73 per saham.
Berikutnya, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) melonjak 24,27% ke Rp256. Kenaikan tersebut membuat UNSP turut menyentuh batas ARA pada sesi pertama.
Dua saham lainnya yang masuk jajaran top gainers adalah PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO), yang naik 18,03% menjadi Rp72, serta PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) yang menguat 17,39% ke Rp270.
Dengan demikian, lima saham tersebut mencatat kenaikan antara 17% hingga lebih dari 34% dalam perdagangan sesi I.
Tiga Saham Tertekan hingga ARB
Pergerakan berlawanan terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar top losers. Tiga saham bahkan mengalami penurunan hingga menyentuh batas auto rejection bawah atau ARB.
PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menjadi salah satu saham dengan koreksi terdalam, yakni turun 14,55% ke Rp94. Selanjutnya, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) terkoreksi 14,38% menjadi Rp250.
PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) juga melemah 14,14% ke level Rp85.
Bursa Asia Mayoritas Melemah
Penguatan IHSG terjadi ketika sebagian besar pasar saham Asia justru bergerak di zona merah pada sesi perdagangan yang sama.
Shanghai di China turun 0,3%, sedangkan Hang Seng di Hong Kong terkoreksi lebih dalam sebesar 0,8%. Sementara itu, Straits Times Singapura masih mampu naik 0,16%.
Adapun bursa saham Jepang tidak melakukan perdagangan karena libur.
Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan IHSG pada sesi pertama Rabu berlangsung berlawanan dengan mayoritas pasar saham utama Asia. Di pasar domestik, penguatan sektor barang baku, perindustrian, barang konsumsi non-primer, transportasi dan energi turut menopang kenaikan indeks.
