Saham

IHSG Rawan Jebol ke Level 5.000, 5 Saham Ini Layak Dicermati

IHSG diprediksi menguji level 5.000 akibat tekanan global dan isu MSCI. Phintraco Sekuritas bagikan daftar lima saham pilihan.

IHSG Rawan Jebol ke Level 5.000, 5 Saham Ini Layak Dicermati
Ilustrasi IHSG (Sumber: ANTARA)

Indeks harga saham gabungan atau IHSG diproyeksikan menghadapi tekanan lanjutan dan berpotensi menguji level psikologis 5.000 pada rentang perdagangan pekan ini, 19-23 Oktober 2026. Analisis tersebut disampaikan oleh Phintraco Sekuritas menyusul koreksi tajam sebesar 11,57% yang membawa indeks menutup perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, di posisi 5.185,10.

Tekanan terhadap bursa domestik disebut masih dibayangi oleh sentimen negatif dari isu perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI. Walau status peralihan dari Emerging Market menuju Standalone Market masih sebatas wacana kajian dan belum final, perbincangan tersebut terlanjur memicu lonjakan ketidakpastian bagi para pelaku pasar.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menjabarkan proyeksi teknikal pergerakan pasar. “Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level psikologis di 5.000 pada pekan ini, jika break berpotensi menguji support berikutnya di level 4.700–4.800,” tulis Phintraco Sekuritas.

Situasi tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap menghindari risiko atau risk-off. Di samping itu, langkah tegas otoritas bursa dalam menindak berbagai pelanggaran hukum turut dinilai berisiko mengerek volatilitas serta menurunkan kepercayaan pasar dalam jangka pendek, kendati diyakini mampu memperkuat kredibilitas jangka panjang.

Level Kunci Pergerakan Indeks

Phintraco Sekuritas memetakan batasan teknikal IHSG dengan menetapkan level resistance pada posisi 5.300, titik pivot di 5.000, serta area support di kisaran 4.700. Posisi penutupan sebelumnya yang berada tipis di atas titik pivot menjadikan gerak indeks pekan ini sangat krusial untuk memantau keberlanjutan aksi jual.

Tekanan jual di bursa saham dalam negeri juga tidak terlepas dari sentimen negatif bursa global. Pasar saham Wall Street dilaporkan berakhir di zona merah pada Jumat, 16 Oktober 2026, akibat koreksi pada saham-saham sektor kecerdasan buatan atau AI serta lonjakan harga komoditas energi.

Lonjakan indeks volatilitas VIX yang melampaui level 22 untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir mencerminkan kecemasan pasar terhadap prospek jangka pendek. Kondisi diperparah oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 3% hingga menembus level US$110 per barel.

Sementara itu, petinggi bank sentral Amerika Serikat The Fed, Kevin Warsh, belum memberikan kepastian arah kebijakan pada rapat Federal Open Market Committee mendatang. Ia hanya menyampaikan bahwa data inflasi yang melampaui estimasi tidak mengubah pandangannya terhadap kondisi ekonomi AS, yang sekaligus meredakan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan.

Rekomendasi Saham Pilihan

Di tengah bayang-bayang volatilitas pasar yang tinggi, Phintraco Sekuritas menyusun daftar lima saham emiten yang dinilai masih menarik untuk dicermati oleh para investor selama sepekan ke depan.

Kode SahamSektor/Keterangan
PWONProperti dan Real Estate
PTBAPertambangan Batubara
TAPGPertanian dan Perkebunan
ITMGEnergi dan Batubara
UNTRAlat Berat dan Kontraktor

“Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan isu MSCI serta pergerakan IHSG pekan ini di sekitar level psikologis 5.000 untuk mengantisipasi potensi peningkatan volatilitas perdagangan,” tutup Phintraco Sekuritas.