Saham

IHSG Rebound 1,7 Persen ke Level 5.027,9, Lima Saham Ini Melonjak Hingga 24 Persen pada Awal Perdagangan

IHSG menguat 1,7 persen ke level 5.027,9 pada Selasa pagi. Saham TRUK, BSWD, PNSE, BESS, dan BSIM masuk daftar top gainers.

IHSG Rebound 1,7 Persen ke Level 5.027,9, Lima Saham Ini Melonjak Hingga 24 Persen pada Awal Perdagangan
Foto: RRI/Magdalena Krisnawati

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (20/10/2026) dengan penguatan setelah bergerak naik 88,4 poin atau 1,7% ke level 5.027,9. Pada sesi pertama, indeks bergerak dalam kisaran 4.980 hingga 5.090, di tengah perhatian investor terhadap arah pergerakan pasar saham Indonesia.

Seiring dengan rebound IHSG, sejumlah saham mencatatkan kenaikan tajam pada menit-menit awal perdagangan. Lima saham, yakni TRUK, BSWD, PNSE, BESS, dan BSIM, masuk jajaran top gainers dengan kenaikan harga berkisar 13% hingga 24%. Meski demikian, tekanan jual masih terlihat dari banyaknya saham yang terkoreksi.

Aktivitas Perdagangan Saham Masih Beragam

Berdasarkan data IDX, sebanyak 7,759 miliar saham tercatat telah diperdagangkan pada awal sesi. Nilai transaksi dilaporkan mencapai Rp3.900 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 206,6 kali transaksi.

Pergerakan saham di bursa menunjukkan kondisi yang belum sepenuhnya solid. Sebanyak 318 saham mengalami kenaikan, sedangkan 344 saham melemah dan 301 saham tidak mengalami perubahan harga.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG belum diikuti kenaikan harga secara merata di seluruh saham. Investor masih perlu mencermati pergerakan masing-masing emiten, terutama ketika indeks berusaha mempertahankan momentum rebound.

BRI Danareksa Ingatkan Risiko Pelemahan IHSG

Di tengah penguatan indeks, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG secara teknikal masih berada dalam tekanan bearish. Pandangan tersebut didasarkan pada penembusan atau breakdown dari neckline 6.000, yang menunjukkan bahwa risiko pelemahan belum sepenuhnya berakhir.

Indikator MACD juga berada di wilayah negatif dengan momentum bearish yang semakin menguat. Situasi ini menjadi sinyal bagi investor untuk tetap berhati-hati meskipun IHSG dibuka menghijau.

BRI Danareksa Sekuritas menempatkan level 4.953 sebagai support Fibonacci terdekat. Apabila indeks menembus batas tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di level 4.757.

Dari sisi atas, level 5.100 menjadi resistance awal yang perlu diperhatikan. Resistance selanjutnya berada di 5.340.

“Sementara itu, 5.100 menjadi resistance awal, diikuti 5.340. Selama belum mampu merebut kembali area resistance, peluang pemulihan masih terbatas,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Selasa (20/10/2026).

Untuk perdagangan hari ini, sekuritas tersebut merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni INCO, AADI, dan BUKA.

TRUK Memimpin Kenaikan Saham Top Gainers

Pada awal perdagangan sesi I, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menempati posisi teratas dalam daftar saham dengan kenaikan harga terbesar. Saham TRUK melesat 24,13% ke level Rp4.990.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD), yang menguat 20% menjadi Rp8.100. Sementara itu, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) mencatat kenaikan 18,75% ke harga Rp570.

Dua saham lainnya juga membukukan penguatan signifikan. PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) naik 18,71% menjadi Rp825, sedangkan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menguat 13,98% ke level Rp1.060.

Lonjakan kelima saham tersebut menjadi sorotan di tengah rebound IHSG. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan indeks, level support dan resistance, serta risiko volatilitas selama perdagangan berlangsung.