— Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi I, Selasa (13/10/2026), diwarnai oleh aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang mencapai Rp 62,5 miliar.

Dalam transaksi tersebut, modal asing terpantau keluar dari tiga emiten besar di bursa domestik, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Rincian Aksi Jual Asing pada Tiga Saham Unggulan

Nama SahamNilai Net SellVolume SahamPerubahan Harga Sesi IKinerja 1 BulanKinerja YTD
BMRIRp 91,03 miliar23 jutaMelemah 0,5% ke Rp 3.990Turun 8,4%Anjlok 21,7%
TLKMRp 51,5 miliar23,1 jutaMelemah 2,1% ke Rp 2.230Melemah 14,2%Turun 35,9%
BBRIRp 49,9 miliar16,3 jutaMelemah 0,9% ke Rp 3.080Turun 5,8%Melemah 15,8%

Tekanan jual dari investor asing di pasar reguler ini sejalan dengan tren pelemahan harga yang melanda ketiga saham tersebut sepanjang sesi pertama perdagangan.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia, pelepasan saham BMRI oleh asing bernilai paling besar, yakni mencapai Rp 91,03 miliar dengan volume 23 juta saham. Saham bergeser ke level Rp 3.990 setelah terkoreksi 0,5%. Secara akumulatif, volume transaksi BMRI di pasar mencatatkan angka 68,7 juta saham dengan nilai total Rp 272,2 miliar dari 25,7 ribu kali frekuensi.

Tekanan serupa dialami saham TLKM yang mencatatkan net sell sebesar Rp 51,5 miliar dari volume penjualan sebanyak 23,1 juta saham. Tekanan jual tersebut membawa harganya merosot 2,1% ke posisi Rp 2.230. Catatan IDX menunjukkan total transaksi TLKM mencapai 61,9 juta saham dengan nilai Rp 138,2 miliar dalam 10,16 ribu kali transaksi.

Sementara itu, asing juga mengurangi kepemilikan pada saham BBRI dengan nilai jual bersih mencapai Rp 49,9 miliar dari volume 16,3 juta saham. Koreksi 0,9% menempatkan harga BBRI pada level Rp 3.080 per saham. Aktivitas perdagangan saham ini mencatatkan volume 60,5 juta saham dengan frekuensi sebanyak 15,72 ribu kali serta nilai transaksi menyentuh Rp 184,6 miliar.