— Liverpool mulai menghadapi pertanyaan serius mengenai kontribusi Florian Wirtz. Gelandang asal Jerman tersebut direkrut pada musim panas 2025 dengan ekspektasi menjadi penggerak utama serangan, tetapi penampilannya sejauh ini belum sebanding dengan harapan yang menyertai kedatangannya.

Kritik terhadap Wirtz kembali menguat setelah Liverpool kalah 0-3 dari Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026). Dalam pertandingan tersebut, ia dinilai belum mampu memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim. Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, bahkan meminta klub mempertimbangkan untuk mencadangkan pemain berusia 23 tahun itu.

Statistik Florian Wirtz Belum Memuaskan

Wirtz datang ke Liverpool setelah mencuri perhatian bersama Bayer Leverkusen. Kemampuannya mengatur serangan dan menciptakan peluang membuatnya diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting dalam skema permainan The Reds.

Namun, kontribusinya di Premier League belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Pada musim sebelumnya, Wirtz mencatatkan lima gol dan tiga assist. Sementara itu, dari enam pertandingan yang dijalani musim ini, ia baru menyumbangkan satu assist.

Catatan tersebut menjadi sorotan karena Wirtz diharapkan mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Kekalahan dari Manchester City kembali memperlihatkan persoalan kontribusi lini serang Liverpool, terutama ketika tim membutuhkan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.

Ryan Gravenberch justru sempat menunjukkan progresi permainan yang menjanjikan sebelum akhirnya menerima kartu merah. Situasi itu semakin menambah perhatian terhadap efektivitas peran Wirtz di lapangan.

Carragher Minta Liverpool Mencoba Pilihan Lain

Carragher menilai Liverpool perlu mengevaluasi status Wirtz sebagai pilihan utama di posisi gelandang serang. Menurutnya, pemain tersebut belum cukup sering menentukan hasil pertandingan sejak bergabung dengan klub.

Dalam komentarnya di Sky Sports, Carragher mengaku kesulitan mengingat pertandingan ketika Wirtz tampil sebagai faktor utama yang membawa Liverpool meraih kemenangan. Ia menilai ekspektasi terhadap pemain Jerman tersebut sejak awal memang sangat tinggi.

Carragher juga membandingkan harapan terhadap Wirtz dengan peran Kevin De Bruyne ketika masih menjadi andalan Manchester City. De Bruyne dikenal mampu memberikan kontribusi penting dalam momen-momen krusial, sesuatu yang menurut Carragher belum terlihat secara konsisten dari Wirtz.

Ia menyebut Wirtz telah memainkan sekitar 55 hingga 60 pertandingan, tetapi belum melihat perkembangan yang cukup meyakinkan.

Posisi Inti Wirtz Jadi Bahan Evaluasi

Carragher menegaskan bahwa posisi nomor 10 tidak seharusnya otomatis menjadi milik seorang pemain setiap pekan. Menurutnya, Liverpool perlu membuka persaingan dan memberikan kesempatan kepada opsi lain jika performa pemain utama belum memenuhi kebutuhan tim.

Saran untuk mencadangkan Wirtz menjadi bentuk evaluasi terhadap kontribusinya, bukan sekadar persoalan reputasi atau besarnya ekspektasi saat perekrutan.

Liverpool kini menghadapi pekerjaan rumah untuk menemukan keseimbangan permainan dan memaksimalkan potensi pemain yang dimiliki. Wirtz masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kualitasnya, tetapi ia perlu menunjukkan dampak yang lebih nyata agar kembali menjawab harapan klub dan pendukungnya.