— Dunia usaha dan industri kecantikan Indonesia tengah berduka. Pendiri grup usaha kosmetik Martha Tilaar, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, menutup usia pada Rabu pagi di kediamannya dalam usia 89 tahun. Pelopor merek kecantikan berbasis bahan alami lokal tersebut berpulang secara tenang.

Kabar berpulangnya almarhumah dikonfirmasi langsung oleh sang putra, Kilala Tilaar. Menurutnya, ibunya mengembuskan napas terakhir dengan damai saat sedang tertidur setelah sempat mengalami sakit flu ringan selama sepekan terakhir.

“Iya, hari ini kami sekeluarga merasa sangat kehilangan. Ibu akhirnya di usia 89 tahun berpulang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami memohon doa dari masyarakat luas agar Ibu diberikan kedamaian di sisi-Nya,” ujar Kilala saat ditemui para wartawan di rumah duka, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026) siang.

Rumah duka yang terletak di Jalan Patra Kuningan Utara Blok L-7 Nomor 4, Setiabudi, mulai dipadati oleh karangan bunga belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh penting, pengusaha, hingga kerabat dekat. Sejumlah pelayat juga tampak hadir untuk menyampaikan rasa duka secara langsung.

Organisasi Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia atau Tiara Kusuma turut menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian Martha Tilaar yang menjabat sebagai anggota Dewan Kehormatan organisasi tersebut.

Warisan Ketegasan dan Visi Melampaui Zaman

Bagi keluarga dan kolega bisnis, Martha Tilaar dikenang sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, serta memiliki perhatian tinggi pada detail. “Kami akan sangat merindukan kecrewetannya beliau, perhatiannya terhadap hal-hal detail, dan kepemimpinannya,” kenang Kilala.

Kilala menilai sang ibu sebagai figur visioner yang melangkah jauh melampaui zamannya. Pada era 1970-an ketika pasar kosmetik dalam negeri masih dikuasai produk asing, Martha Tilaar justru berani menginisiasi merek kecantikan yang mengangkat kearifan lokal serta kekayaan alam Nusantara.

Di samping membesarkan usahanya, almarhumah juga membangun rantai pasok lokal yang melibatkan masyarakat daerah. “Visi beliau sangat jauh ke depan. Sebelum orang lain memikirkannya, beliau sudah memulai duluan. Kami siap melanjutkan visi beliau, bagaimana memajukan industri kecantikan Indonesia sekaligus memberi dampak positif bagi para pemangku kepentingan lain, terutama para petani penghasil bahan baku lokal,” tegas Kilala.

Rangkaian Prosesi Pemakaman

Pihak keluarga menyampaikan bahwa rangkaian ibadat penghiburan dimulai pada Rabu sore dan berlanjut pada Kamis (15/10/2026). Jenazah almarhumah dijadwalkan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (16/10/2026).

Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, Martha Tilaar merintis kariernya di bidang kecantikan dari garasi rumah orang tuanya usai merampungkan pendidikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.

Keberaniannya mengolah ramuan tradisional dan jamu Nusantara menjadi produk kecantikan modern berhasil mematahkan pandangan bahwa produk lokal kalah bersaing dengan merek internasional.

Di bawah kepemimpinannya, Martha Tilaar Group bertransformasi menjadi salah satu konglomerasi kecantikan terkemuka di tanah air yang menaungi merek populer seperti Sariayu, Biokos, Caring Colours, serta jaringan Martha Tilaar Salon Day Spa.

Selain sukses secara komersial, Martha konsisten menerapkan empat pilar bisnis yakni Beauty Education, Beauty Green, Beauty Culture, dan Empowering Women. Melalui pilar pemberdayaan perempuan tersebut, ia telah melatih ribuan perajin serta terapis lokal agar memiliki kemandirian ekonomi.

Wafatnya Martha Tilaar meninggalkan duka mendalam bagi sektor manufaktur dan industri kreatif nasional. Meski demikian, filosofi dan dedikasinya dalam mengolah kekayaan alam lokal diyakini akan terus menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.