Topik.id — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membuka kemungkinan Rayhan Hannan dan Egy Maulana Vikri mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi Timnas Bangladesh. Kedua pemain tersebut kini masuk dalam opsi yang diperhitungkan seiring kebutuhan Skuad Garuda untuk mendulang banyak gol pada laga pemungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Kamis malam WIB. Duel tersebut menjadi penentu langkah Joey Pelupessy dan kawan-kawan dalam misi mengamankan tiket menuju partai final.
Sebelumnya, Herdman mendapat pertanyaan seputar peluang Hannan dan Egy untuk tampil setelah keduanya minim jam terbang dalam dua pertandingan pembuka Grup A. Pelatih berkebangsaan Inggris itu menyatakan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi.
“Semuanya mungkin,” ujar Herdman usai memimpin sesi latihan resmi Timnas Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).
Pertimbangan Statistik dan Karakteristik Pemain
Dalam menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan, Herdman mengaku tidak sembarangan dan mendasarkan keputusan pada sejumlah data statistik. Aspek yang menjadi sorotan meliputi tingkat produktivitas gol, posisi bermain, hingga catatan torehan gol dalam kurun waktu tertentu.
“Ketika melihat keputusan seorang pelatih, kami juga melihat data statistik. Kami melihat jumlah gol pemain dalam satu musim, posisi mereka bermain, dan berapa banyak gol yang dicetak pemain dalam periode 12 bulan,” jelas Herdman.
Selain itu, rekam jejak karier serta level kompetisi tempat para pemain bernaung turut menjadi bahan evaluasi. Herdman mencontohkan kontribusi lini serang yang ditunjukkan oleh beberapa nama lain di dalam tim.
“Karier seorang pemain juga menceritakan sesuatu. Jika Anda melihat berapa banyak gol yang dicetak Luke Vickery atau berapa banyak gol yang dicetak Joey Pelupessy, Anda mulai bertanya, siapa pencetak gol dalam tim ini?” tutur Herdman.
“Kemudian Anda juga melihat level kompetisi yang dimainkan para pemain ini. Mereka bermain di level yang lebih tinggi. Saya pikir Kevin Diks sudah mencetak enam gol,” imbuhnya.
Solusi Hadapi Pertahanan Rapat
Kendati aspek statistik memegang peranan penting, pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa potensi dimainkannya Hannan dan Egy bukan semata-mata diukur dari jumlah gol semata. Keduanya dinilai memiliki profil sebagai pemain kreatif yang bisa diandalkan untuk membongkar taktik lawan.
“Jadi sekali lagi, saya selalu mengatakan, jika Anda menggali lebih dalam fakta-faktanya, itu sangat membuka banyak hal,” ungkap Herdman.
“Namun, para pemain tersebut adalah pemain kreatif, sangat kreatif dan menarik. Ketika pertandingan menjadi ketat dan lawan bertahan dengan blok rendah, Anda membutuhkan pemain-pemain seperti Egy yang bisa membuka ruang dan situasi,” terang Herdman.
“Jadi, bukan hanya soal gol. Mungkin Egy dan Hannan lebih dikenal karena assist yang mereka berikan,” pungkasnya.
Timnas Indonesia memang diwajibkan meraih kemenangan dengan margin skor besar demi menyalip selisih gol dari Timnas Malaysia yang saat ini memimpin klasemen sementara Grup A. Saat ini, kedua tim hanya terpaut selisih satu gol saja.
