Topik.id — Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, mengungkapkan rasa puasnya terhadap komposisi skuad tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan amunisi tambahan jika ada peluang yang signifikan.
Sejauh ini, Persijap telah berhasil mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk delapan pemain impor dan beberapa pemain lokal berpengalaman, untuk memperkuat tim dalam persaingan liga.
Evaluasi Skuad Berkelanjutan
Juan Cortes mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para pemainnya dalam menyerap skema permainan yang dirancang. Respons positif dari para pemain menjadi modal berharga dalam mengarungi kompetisi mendatang.
“Saya senang dengan sikap dan komitmen para pemain. Mereka bekerja sangat keras dan berusaha untuk beradaptasi dengan cepat terhadap ide-ide kami,” ujar Juan Cortes.
Meskipun demikian, Cortes menegaskan bahwa evaluasi skuad terus berjalan secara berkelanjutan. Jika ada kesempatan untuk merekrut pemain yang dinilai dapat secara signifikan meningkatkan performa tim, opsi tersebut akan dipertimbangkan.
“Di saat yang sama, sebagai staf pelatih dan klub, kami selalu menganalisis skuad dan mencari cara untuk meningkatkannya. Jika ada kesempatan untuk mendatangkan pemain yang benar-benar bisa meningkatkan level tim, tentu kami akan mempertimbangkannya,” jelasnya.
Namun, fokus utama pelatih asal Spanyol ini tetap pada pengembangan potensi pemain yang sudah ada.
“Namun fokus utama saya adalah pada pemain-pemain yang ada di sini sekarang. Tanggung jawab saya adalah mengembangkan mereka secara individu maupun kolektif, serta membentuk tim terkuat yang memungkinkan dengan sumber daya yang kita miliki,” tuturnya.
Membangun Chemistry Antar Pemain
Selain urusan komposisi pemain, kolaborasi antara pemain lokal dan rekrutan asing juga menunjukkan progres positif. Perbedaan latar belakang budaya dan pengalaman sepak bola justru berhasil dilebur menjadi satu kekuatan tim yang solid.
“Saya sangat senang dengan atmosfer sejauh ini. Kami memiliki pemain dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang sepak bola yang berbeda, tetapi di dalam ruang ganti kami harus menjadi satu tim,” kata Cortes.
“Para pemain lokal telah membantu pemain asing untuk beradaptasi, dan para pemain asing juga membawa pengalaman serta kualitas yang berbeda ke dalam kelompok ini,” tambahnya.
Pelatih berusia 42 tahun itu menekankan filosofi utamanya dalam membangun tim, yaitu mengutamakan kepentingan kolektif di atas ego individu. Hal ini krusial untuk tampil maksimal dalam kompetisi yang ketat.
“Pesan saya sejak awal sangat sederhana: tidak ada yang lebih penting daripada tim. Jika kita bekerja sama, saling menghormati, dan berjuang untuk tujuan yang sama, perbedaan kewarganegaraan atau budaya justru bisa menjadi sebuah kekuatan,” pungkasnya.
Ikuti Topik.id
