Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memberikan pembekalan kepada 50 pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, lewat penyelenggaraan program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN).
Acara tersebut digelar di Creative Hub Samosir pada Kamis (15/10), sebagai rangkaian dari Aktivasi Creative Hub untuk mempersiapkan para pelaku usaha lokal agar lebih siap menjangkau sumber pendanaan.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menggarisbawahi fungsi strategis Creative Hub sebagai wadah penghubung antara pelaku seni dan talenta kreatif dengan sektor industri serta sumber pembiayaan. Fasilitas ini ditargetkan mampu memunculkan dampak ekonomi secara langsung, mulai dari ekspansi bisnis hingga terbukanya kesempatan kerja.
“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf Mohammed Ali Berawi memandang peningkatan kapasitas bisnis sebagai faktor krusial agar pegiat usaha mampu mendayagunakan fasilitas pembiayaan dengan efektif. Dalam program CreaFIN ini, para peserta diberikan pembekalan seputar kalkulasi modal, opsi pendanaan, hingga peluang jejaring kemitraan.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, terutama dalam meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing. Kementerian Ekraf terus berupaya memfasilitasi akses pembiayaan, memperluas jejaring bisnis, serta membantu pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi usahanya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Mohammed Ali Berawi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Tetti Naibaho mengungkapkan bahwa persoalan permodalan dan minimnya informasi masih menjadi batu sandungan bagi para pelaku industri kreatif. Kehadiran program dari kementerian diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan tersebut sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Bank Sumut Pangururan Adi Nixon Marbun memberikan pemaparan mengenai ragam skema kredit produktif, termasuk fasilitas pembiayaan bersubsidi bunga sampai nol persen. Peserta juga memperoleh wawasan aplikatif seputar pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat untuk menunjang ekspansi usaha.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf Anggara Hayun Anujuprana turut mengingatkan pentingnya aspek tata kelola keuangan demi mendongkrak kelayakan bisnis di mata lembaga keuangan. Pelaku usaha didorong untuk merapikan pembukuan transaksi, menguasai analisis arus kas, menghitung proyeksi modal, serta merancang model bisnis yang terstruktur.
Rangkaian agenda ini menghadirkan pemateri Ari Tjahjanto yang mengupas tuntas pengelolaan keuangan, serta Anggara Hayun Anujuprana terkait strategi akses pendanaan. Selain itu, para peserta mengikuti sesi pemaparan produk perbankan dari Bank Sumut, mendengar kisah sukses penerima KUR, serta berdiskusi interaktif mengenai prosedur pengajuan modal.









