Topik.id — Kepala Staf Presiden Korea Selatan Kang Hoon-sik menawarkan pengunduran diri dari jabatannya pada Senin, 21 September 2026. Langkah tersebut terjadi ketika pemerintahan Presiden Lee Jae Myung menghadapi sorotan publik terkait sejumlah keputusan pengangkatan pejabat tinggi dan hasil jajak pendapat yang sebelumnya menunjukkan penurunan tingkat persetujuan.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyampaikan Kang mengajukan pengunduran diri kepada Lee dan menyatakan siap mengambil tanggung jawab secara keseluruhan atas situasi yang berkembang di lingkungan pemerintahan. Namun, sampai Senin, Lee belum memutuskan apakah akan menerima pengunduran diri tersebut.
Kang Hoon-sik Ambil Tanggung Jawab
Pengunduran diri Kang datang setelah pemerintahan Lee mendapat tekanan akibat kontroversi sejumlah nominasi menteri. Kantor Kepresidenan mengatakan Kang mengajukan pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam kapasitas sebagai kepala staf yang menjadi pembantu utama presiden.
Yonhap melaporkan seorang pejabat kepresidenan mengatakan Kang mengambil langkah tersebut setelah Lee dalam konferensi pers pekan lalu mengakui adanya kekurangan dalam pemerintahannya terkait persepsi dan sentimen publik.
Dalam konferensi pers tersebut, Lee juga menyampaikan bahwa dirinya bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan dan berjanji memperhatikan kembali pandangan masyarakat.
Kang sendiri merupakan salah satu pejabat utama yang bekerja langsung membantu Lee dalam menjalankan pemerintahan dari lingkungan Kantor Kepresidenan.
Meski pengunduran diri telah diajukan, status Kang belum langsung berubah. Lee masih harus menentukan apakah tawaran tersebut akan diterima atau ditolak.
Dua Nominasi Menteri Menjadi Sorotan
Tekanan terhadap pemerintahan Lee dalam beberapa waktu terakhir salah satunya berkaitan dengan proses seleksi dan penunjukan pejabat pemerintahan.
Dua nominasi menteri kemudian ditarik. Yong Hye-in, yang sebelumnya dinominasikan sebagai Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga, mundur dari pencalonannya. Setelah itu, Kim Seung-won juga menarik diri dari nominasi sebagai Menteri Kehakiman.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu berdekatan dan menimbulkan sorotan terhadap proses pemeriksaan calon pejabat. Reuters melaporkan persoalan nominasi tersebut turut menjadi latar belakang tekanan terhadap pemerintahan Lee dalam beberapa pekan terakhir.
Lee sebelumnya mengakui adanya persoalan dalam proses pemeriksaan kandidat dan menyatakan akan mengevaluasi sistem penunjukan pejabat.
Dengan dua nominasi yang gagal berlanjut, proses pemilihan pejabat menjadi salah satu isu yang turut diperhatikan dalam perkembangan politik pemerintahan Korea Selatan.
Tingkat Persetujuan Lee Mulai Naik
Meski pengunduran diri Kang muncul ketika pemerintah menghadapi tekanan politik, data jajak pendapat terbaru menunjukkan perubahan pada tingkat persetujuan terhadap Lee.
Survei Realmeter yang dirilis Senin menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Lee berada di angka 34,8 persen. Angka tersebut meningkat 1 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya dan menjadi kenaikan pertama setelah penurunan selama 10 pekan berturut-turut.
Namun, tingkat penilaian negatif masih mencapai 63,4 persen, naik 0,1 poin persentase. Survei tersebut dilakukan terhadap 2.507 orang dewasa secara nasional pada Senin hingga Jumat pekan sebelumnya, dengan margin of error 2 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Realmeter menyebut kontroversi mengenai pemeriksaan kandidat menteri ikut memengaruhi tingkat persetujuan terhadap Lee pada awal pekan survei. Perubahan kemudian terjadi setelah Lee memberikan penjelasan mengenai sejumlah persoalan dalam konferensi pers.
Dengan demikian, data terbaru menunjukkan tingkat persetujuan Lee belum kembali ke level sebelumnya, tetapi mengalami kenaikan setelah penurunan selama beberapa pekan.
Lee Belum Terima Pengunduran Diri
Status Kang Hoon-sik masih menunggu keputusan Presiden Lee. Kantor Kepresidenan memastikan pengunduran diri tersebut telah diajukan, tetapi keputusan akhir berada di tangan presiden.
Dalam pertemuan dengan para pembantunya pada Senin, Lee mengatakan dirinya akan menjalankan pemerintahan dengan sikap yang lebih hati-hati dan rendah hati. Ia juga menyatakan kembali akan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan melakukan penyesuaian dalam tata kelola pemerintahan.
Lee juga menyatakan dirinya merasakan tanggung jawab atas pandangan bahwa perbaikan sejumlah indikator ekonomi belum sepenuhnya dirasakan dalam kehidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika pengunduran diri Kang menjadi perhatian publik.
Pemerintahan Lee Hadapi Agenda Internasional
Perkembangan di lingkungan Kantor Kepresidenan berlangsung ketika Lee dijadwalkan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Setelah agenda di New York, Lee dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Meksiko. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, pemerintah Korea Selatan juga menyiapkan sejumlah agenda diplomatik dan pembahasan mengenai isu internasional.
Di tengah agenda tersebut, persoalan internal pemerintahan tetap menjadi perhatian. Keputusan Lee mengenai pengunduran diri Kang Hoon-sik menjadi salah satu perkembangan yang masih ditunggu.
Untuk saat ini, Kang telah menyatakan pengunduran diri dan mengambil tanggung jawab sebagai kepala staf presiden, tetapi belum ada keputusan final dari Lee mengenai penerimaan pengunduran tersebut.
