— Andrea Kimi Antonelli mencatatkan namanya dalam sejarah Formula 1 setelah meraih kemenangan dramatis di Grand Prix Italia 2026 di Sirkuit Monza, Minggu (6/9/2026). Memulai balapan dari posisi paling belakang, pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu berhasil menaklukkan lintasan ikonik tersebut, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam 53 lap yang penuh aksi, Antonelli melakukan 26 kali menyalip untuk mengamankan podium tertinggi. Kemenangan ini menjadikannya pembalap Italia pertama yang berhasil memenangi GP Italia di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada tahun 1966.

Rekan setim Antonelli, George Russell, finis di posisi kedua, sementara Max Verstappen melengkapi podium di tempat ketiga.

Start dari P20, Antonelli Langsung Mengamuk

Perjalanan Antonelli menuju kemenangan tampak mustahil setelah ia harus menerima penalti terkait unit tenaga, memaksanya memulai balapan dari posisi ke-20. Namun, sejak lampu start padam, pembalap muda Mercedes ini menunjukkan performa yang luar biasa.

Ia berhasil naik tujuh posisi di lap-lap awal dan terus menunjukkan kecepatan impresif, memburu setiap pembalap di depannya. Balapan sempat diwarnai insiden kecelakaan Charles Leclerc yang memicu red flag, namun setelah restart, Antonelli semakin agresif.

Satu per satu, pembalap papan atas seperti Lando Norris, Pierre Gasly, Oscar Piastri, hingga Max Verstappen berhasil dilewati. Puncaknya, pada lap ke-18, Antonelli berhasil merebut posisi terdepan dari Russell.

Meskipun sempat terjadi instruksi dari tim Mercedes agar kedua pembalapnya menjaga jarak demi mengamankan posisi dari kejaran Verstappen, drama balapan belum usai.

Strategi Ban Jadi Penentu Kemenangan

Strategi pit stop Mercedes pada lap ke-29, saat Virtual Safety Car diberlakukan, menjadi kunci kemenangan Antonelli. Keputusannya masuk pit memberinya keuntungan ban medium yang lebih segar.

Kembali ke lintasan, Antonelli menunjukkan peningkatan kecepatan yang signifikan. Ia berhasil memangkas jarak dengan Russell secara bertahap, mengubah selisih lebih dari 10 detik menjadi kurang dari satu detik menjelang akhir balapan.

Momen menegangkan terjadi pada lap ke-49 ketika Antonelli melebar dan masuk ke gravel, nyaris menggagalkan seluruh perjuangannya. Beruntung, ia berhasil mengendalikan mobilnya dan kembali ke lintasan.

Hanya satu lap berselang, Antonelli kembali menyerang Russell dan berhasil merebut posisi pertama di tikungan Ascari pada lap ke-50. Meski Russell berusaha mengejar hingga lap terakhir, kecepatan Antonelli yang unggul membuat ia finis pertama dengan selisih 3,857 detik. Verstappen finis di posisi ketiga dengan jarak 14,718 detik.

“Ini Seperti Mimpi”

Usai melewati garis finis, Antonelli tak kuasa menahan emosinya. Ia mengungkapkan kegembiraan dan rasa harunya melalui radio tim.

“Rasanya seperti mimpi, ini gila,” ujar Antonelli. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa menang di Monza, apalagi setelah start dari posisi terakhir. “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” tambahnya.

Antonelli juga mengakui bahwa insiden di gravel sempat membuatnya cemas. “Masuk ke gravel menjelang akhir? Itu menakutkan, tetapi saya berhasil memulihkannya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ban yang lebih segar menjadi faktor krusial dalam menentukan ritme balapannya melawan Russell.

Kemenangan ini semakin memperlebar keunggulan Antonelli di puncak klasemen Kejuaraan Dunia F1 2026.

Ferrari Hancur di Kandang Sendiri

Sementara Mercedes merayakan kemenangan gemilang, Ferrari justru mengalami hasil yang mengecewakan di kandang sendiri. Charles Leclerc, yang memulai dari posisi ketiga, mengalami kecelakaan di awal balapan dan gagal finis.

Leclerc terlibat duel ketat dengan rekan setimnya, Lewis Hamilton, di Tikungan Satu dan Dua. Ia mengakui persaingan tersebut terlalu dekat, yang berujung pada insiden di Tikungan Dua.

Masalah lain juga dirasakan Leclerc sebelum kecelakaan, terkait respons gas mobilnya yang terasa aneh sejak lap pertama. Kegagalan Leclerc membuat Ferrari tidak mampu memberikan kemenangan yang diharapkan para penggemarnya.

Lewis Hamilton menjadi pembalap Ferrari dengan hasil terbaik, finis di posisi keenam.

Performa Pembalap Lain

Di luar tiga besar, Lando Norris dari McLaren tampil impresif, naik dari posisi kedelapan ke keempat. Oscar Piastri finis kelima, disusul Lewis Hamilton di posisi keenam, dan Pierre Gasly di posisi ketujuh.

Arvid Lindblad juga mencuri perhatian dengan finis kedelapan, diikuti Franco Colapinto di posisi kesembilan, dan Yuki Tsunoda melengkapi posisi sepuluh besar.

Oliver Bearman harus puas finis di posisi kelima belas setelah turun dari posisi start kesebelas.

Max Verstappen berhasil naik dari posisi kelima ke posisi ketiga, mengamankan podium untuk Red Bull.

Hasil Lengkap F1 GP Italia 2026

PosPembalapTimWaktu/Gap
1Kimi AntonelliMercedes
2George RussellMercedes+3,857 detik
3Max VerstappenRed Bull-Ford+14,718 detik
4Lando NorrisMcLaren-Mercedes+19,056 detik
5Oscar PiastriMcLaren-Mercedes+19,253 detik
6Lewis HamiltonFerrari+24,655 detik
7Pierre GaslyAlpine-Mercedes+27,351 detik
8Arvid LindbladRacing Bulls-Ford1 lap
9Franco ColapintoAlpine-Mercedes1 lap
10Yuki TsunodaRacing Bulls-Ford1 lap
11Gabriel BortoletoAudi1 lap
12Nico HulkenbergAudi1 lap
13Carlos SainzWilliams-Mercedes1 lap
14Liam LawsonRed Bull-Ford2 laps
15Oliver BearmanHaas-Ferrari2 laps
16Esteban OconHaas-Ferrari2 laps
17Alexander AlbonWilliams-MercedesDNF
18Sergio PerezCadillac-FerrariDNF
19Valtteri BottasCadillac-FerrariDNF
20Lance StrollAston Martin-HondaDNF
21Fernando AlonsoAston Martin-HondaDNF
22Charles LeclercFerrariDNF

Grand Prix Italia 2026 di Monza menjadi saksi bisu lahirnya sebuah keajaiban. Kimi Antonelli, dengan start dari posisi ke-20 dan 26 manuver menyalip, berhasil mengukir kemenangan yang tak terlupakan, menandai era baru bagi pembalap Italia dan publik Monza.