Saham

Kunjungan Pimpinan DPR ke BEI Dinilai Beri Sinyal Positif Pasar Modal

Langkah pimpinan DPR menyambangi BEI usai penyesuaian status MSCI dinilai memberikan sinyal positif untuk menjaga kepercayaan investor.

Kunjungan Pimpinan DPR ke BEI Dinilai Beri Sinyal Positif Pasar Modal
Wakil DPR RI Sufmi Dasco (Sumber: IG @sufmi_dasco)

Langkah cepat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul pengumuman penyesuaian status oleh lembaga pemeringkat internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai mampu memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di Tanah Air.

Pengamat politik Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, berpandangan bahwa kehadiran pimpinan parlemen bersama jajaran otoritas keuangan serta aparat penegak hukum merepresentasikan bentuk sinergi yang kuat antara lembaga negara dalam menjaga kepastian pasar modal.

“Kunjungan Sufmi Dasco sebagai representasi dari pimpinan DPR RI bersama dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CEO Danantara, serta Kapolri sangat penting dalam konteks berkoordinasi dengan pemangku otoritas terkait. Hal ini mencakup bagaimana perbaikan regulasi harus dilakukan demi menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan (trust) di pasar modal,” ujar Bawono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Lebih lanjut, Bawono menyebutkan bahwa langkah responsif tersebut diharapkan mampu memulihkan kepercayaan para investor, baik dari kalangan penanam modal asing maupun investor ritel domestik, agar tetap merasa aman dalam menanamkan modalnya di bursa saham Indonesia.

Sebelumnya, MSCI memutuskan untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia yang semula berada di kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan dari lembaga global ini sempat menimbulkan dinamika tersendiri di kalangan pelaku pasar.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara intensif terhadap seluruh dinamika yang terjadi di bursa saham.

“Kami memonitor serta meminta pihak bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” tegas Dasco saat berada di Gedung BEI, Jakarta.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Dasco hadir bersama para pejabat tinggi negara untuk melakukan koordinasi langsung dengan Ketua OJK, CEO Danantara Indonesia, serta Kapolri. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam merespons evaluasi dari lembaga internasional guna memperkuat tata kelola pasar.

Kebijakan penyesuaian status oleh lembaga pemeringkat global lazimnya memengaruhi pergerakan arus modal asing. Pasalnya, banyak manajer investasi dunia yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama dalam portofolio mereka.

Perubahan status menjadi Standalone Market umumnya berpijak pada hasil penilaian terhadap aspek likuiditas, aksesibilitas pasar bagi investor global, serta efisiensi mekanisme perdagangan.

Melalui keterlibatan aktif parlemen bersama OJK, Danantara Indonesia, dan Polri, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mempercepat reformasi tata kelola sektor keuangan guna melindungi kepentingan para investor secara berkelanjutan.