TOPIK.ID — Mantan penggawa Timnas Prancis sekaligus legenda Arsenal, Robert Pires, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh publik Tanah Air setibanya di Jakarta.
Kedatangan Pires ke ibu kota bersama para mantan pemain Arsenal lainnya adalah untuk melakoni pertandingan persahabatan bertajuk The Rivalry Returns melawan tim legenda Manchester United. Duel sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu malam.
Pires mengenang bahwa lawatannya kali ini bukanlah pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Jakarta. Ia memperkirakan kunjungan terdahulunya terjadi sekitar satu dekade silam.
Bagi pria asal Prancis itu, Jakarta tetap dikenal sebagai kota metropolitan dengan mobilitas tinggi serta padatnya populasi kendaraan roda dua. Kendati demikian, apresiasi terbesar justru ia berikan kepada sikap ramah warga setempat.
“Sejujurnya, pertama-tama, terima kasih banyak atas sambutan hangat yang saya terima tadi malam ketika tiba di bandara. Sambutan itu sangat menyenangkan,” ujar Pires, dalam konferensi pers jelang pertandingan The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
“Ini adalah kunjungan kedua saya ke Jakarta. Seingat saya, pertama kali saya datang ke sini sekitar 10 tahun yang lalu,” lanjutnya.
Kembalinya Pires ke Indonesia menghadirkan nostalgia tersendiri karena ia akan kembali terlibat dalam lapangan hijau menghadapi para rival lama dari kubu Setan Merah.
Kenang Rivalitas Sengit Kontra Manchester United
Semasa aktif berkarier, Pires merupakan salah satu motor penting di lini serang Arsenal di bawah arahan manajer Arsene Wenger. Ia menjadi saksi hidup bagaimana ketatnya persaingan memperebutkan tahta Premier League melawan Manchester United.
Menurutnya, bentrokan antara kedua klub raksasa tersebut selalu menyajikan tensi tinggi, baik ketika bertempur di Stadion Highbury maupun saat bertamu ke Old Trafford.
Ia pun turut mengenang nama mantan bek sayap Manchester United, Gary Neville, sebagai salah satu figur lawan yang paling memberikan tantangan berat di atas lapangan.
“Semua orang tahu bahwa pada masa lalu, kami memiliki rivalitas yang sangat besar dengan mereka. Pertandingan-pertandingan itu selalu berlangsung sengit, baik di Stadion Highbury maupun Old Trafford,” kata Pires.
“Kami pernah berhadapan dengan sejumlah pemain, terutama Gary Neville. Menghadapinya selalu sulit bagi saya!” imbuhnya.
Suasana Berbeda di Laga Reuni
Kendati atmosfer masa lalu begitu membara, Pires memastikan bahwa pertandingan eksibisi di Jakarta kali ini akan menghadirkan nuansa yang jauh lebih cair dan menghibur.
Tujuan utama para legenda hadir di lapangan adalah untuk merajut kembali memori sekaligus menyuguhkan tontonan menarik bagi para pendukung di Indonesia.
“Namun, saya rasa situasi hari ini dan besok akan berbeda. Kami hanya ingin menikmati pertandingan, dan saya berharap masyarakat juga bisa menikmatinya seperti kami,” tutur Pires.
