Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Sevilla dalam lanjutan Liga Spanyol. Namun, hasil 4-1 di Santiago Bernabeu, Senin (19/10/2026) dini hari WIB, tidak lepas dari kontroversi keputusan wasit yang memicu kemarahan kubu tim tamu.
Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, menyoroti dugaan sikutan Arda Guler terhadap Gerard ‘Peque’ Fernandez pada babak pertama. Ia menilai gelandang Real Madrid tersebut seharusnya menerima kartu merah dan mempertanyakan keputusan wasit Busquet Ferrer yang tidak memberikan hukuman tersebut.
Dugaan Sikutan Arda Guler Picu Protes Sevilla
Insiden yang menjadi sorotan terjadi ketika pertandingan masih berlangsung ketat. Dalam sebuah situasi serangan Madrid, Guler terlibat duel dengan Peque. Pemain Sevilla itu kemudian terjatuh setelah diduga terkena sikutan di area wajah.
Wasit tidak mengeluarkan kartu merah kepada Guler. VAR juga tidak melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut, sehingga pertandingan berlanjut tanpa hukuman bagi gelandang Madrid itu.
Keputusan tersebut memancing reaksi para pemain kedua tim. Wasit justru memberikan kartu kuning kepada Dean Huijsen dari kubu Madrid dan Felix Correira dari Sevilla dalam rangkaian keributan yang terjadi di lapangan.
Garcia Plaza merasa keputusan itu merugikan timnya. Menurutnya, Sevilla kehilangan kesempatan untuk bermain dengan keunggulan jumlah pemain selama sebagian besar pertandingan.
Ia bahkan menyindir kontroversi tersebut dalam pernyataannya setelah laga. Pelatih Sevilla itu menegaskan bahwa timnya semestinya mendapatkan kesempatan bertanding dalam situasi 11 melawan 10 apabila Guler diusir dari lapangan.
Luis Garcia Plaza Persoalkan Keputusan Wasit
Garcia Plaza tidak hanya mempermasalahkan dugaan pelanggaran terhadap Peque. Ia juga menyoroti insiden lain yang melibatkan Ibrahima Konate dan Robbie Ure kurang dari 10 menit setelah kejadian pertama.
Dalam situasi tersebut, Konate menjatuhkan Ure ketika pemain Sevilla itu berusaha menerima umpan panjang. Garcia Plaza menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari perangkat pertandingan.
Ia mengakui insiden itu tidak serta-merta harus berujung kartu merah. Namun, menurutnya, keputusan untuk tidak memberikan pelanggaran tetap menjadi persoalan yang patut dipertanyakan.
Pelatih Sevilla itu juga mengeluhkan minimnya tayangan ulang insiden tersebut di televisi. Ia menilai kejadian itu cukup jelas dan seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi.
Garcia Plaza bahkan melontarkan dugaan mengenai kemungkinan dampak hasil pertandingan terhadap persaingan menuju El Clasico. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan spekulasi yang disampaikan dalam suasana kekecewaan setelah timnya kalah.
Real Madrid Tetap Menang Telak di Bernabeu
Di tengah polemik tersebut, Real Madrid mampu mengamankan tiga poin. Arda Guler membuka keunggulan pada menit ke-30, sebelum Kylian Mbappe mencetak dua gol pada menit ke-37 dan ke-63, termasuk melalui titik penalti.
Sevilla sempat memperkecil ketertinggalan lewat Manu Bueno pada menit ke-80. Namun, Yan Diomande memastikan kemenangan Madrid melalui gol pada menit ke-82.
Hasil tersebut memperkuat posisi Real Madrid dalam persaingan papan atas Liga Spanyol. Sementara itu, Sevilla harus menerima kekalahan sekaligus menghadapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa.
Kontroversi keputusan wasit pun menjadi salah satu sorotan utama setelah pertandingan, terutama karena Garcia Plaza menilai sejumlah keputusan penting telah merugikan timnya.









