— Manchester City resmi dinyatakan bersalah atas pelanggaran 114 dari total 115 peraturan keuangan di ajang Premier League. Keputusan ini dikeluarkan menyusul rangkaian penyelidikan panjang dan sidang yang dilakukan oleh panel independen.

Pihak Premier League melayangkan tuduhan tersebut setelah merampungkan investigasi selama empat tahun yang dimulai sejak 2023. Kendati demikian, klub berjuluk The Citizens itu selalu konsisten membantah seluruh tuduhan kecurangan yang diarahkan kepada mereka.

Penyelidikan mendalam ini mencakup kurun waktu hingga 14 tahun, di mana pihak penyelenggara menilai klub gagal mematuhi aturan finansial serta tidak kooperatif dalam proses penyidikan lanjutan. Panel beranggotakan tiga orang dibentuk untuk memeriksa barang bukti, namun proses hukum ini memakan waktu hingga tiga setengah tahun akibat penambahan jumlah dakwaan.

Permasalahan administratif turut membuat total dakwaan berkembang menjadi 130 tuduhan. Rangkaian dakwaan ini mencakup rentang tahun 2009 hingga 2023, era di mana klub sebagian besar ditukangi oleh Pep Guardiola serta sempat dilatih oleh Roberto Mancini pada periode 2009 sampai 2013.

Akibat temuan bersalah atas 114 pelanggaran tersebut, klub kini berada di bawah bayang-bayang sanksi berat dari otoritas sepak bola Inggris.

Berdasarkan laporan dari Daily Mail, sanksi yang mengintai mulai dari pengurangan poin dalam jumlah signifikan, denda uang dalam skala besar, hingga ancaman terdegradasi dari kompetisi.

Bahkan, sanksi pengurangan poin yang berlaku surut pada musim terjadinya pelanggaran berpotensi membuat gelar juara Premier League yang pernah diraih klub tersebut dicabut.

Menanggapi situasi ini, perwakilan resmi klub memberikan keterangan tertulis terkait proses hukum yang masih berjalan.

“Proses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan Klub pada bulan Februari 2023,” kata juru bicara Man City.

“Klub telah dengan tekun menghormati prosedur hukum yang berlaku selama delapan tahun, dengan keyakinan bahwa Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil, serta bebas dari pengaruh partisan.”