TOPIK.ID — Marc Marquez mencatatkan hasil sempurna pada rangkaian balapan MotoGP Jepang 2026. Pebalap Ducati tersebut sukses merajai Sirkuit Motegi setelah keluar sebagai yang tercepat dalam sesi Sprint Race maupun balapan utama.
Keberhasilan ini membuat Marquez mengemas total 37 poin maksimal dari seri Jepang. Tambahan poin krusial tersebut sekaligus memangkas selisih poin di klasemen sementara kejuaraan dunia, di mana Marquez kini hanya terpaut dua angka saja dari sang pemuncak klasemen, Jorge Martin.
Martin yang mengawali balapan utama dari posisi terdepan harus puas mengakhiri lomba di tempat kedua. Usai merampungkan seri ke-16 dari total 22 agenda musim ini, Martin memimpin klasemen dengan koleksi 333 poin, sementara Marquez menguntit ketat di peringkat kedua membawa 331 poin.
Jalannya Balapan MotoGP Jepang 2026
Memulai lomba dari pole position, Jorge Martin langsung menggebrak selepas garis start guna mengamankan posisi terdepan. Di belakangnya, Marc Marquez membayangi dengan ketat bersama Marco Bezzecchi yang mengamankan tempat ketiga.
Hingga menuntaskan putaran pertama, komposisi tiga terdepan belum mengalami perubahan. Sementara itu, Pedro Acosta yang menempati grid terdepan dari posisi ketiga sempat berada di urutan kelima sebelum posisinya melorot ke peringkat kedelapan saat memasuki putaran kelima.
Memasuki sepertiga jalannya balapan dari total 24 putaran, Martin masih memegang kendali di depan dengan keunggulan tipis 0,278 detik atas Marquez. Tekanan konstan yang diberikan Marquez akhirnya membuahkan hasil pada lap ke-12, di mana ia melakukan manuver bersih dari sisi dalam untuk merebut pimpinan lomba dari tangan Martin.
Memasuki dua pertiga balapan, Marquez mampu menjaga keunggulan sekitar 0,8 detik dari Martin di posisi kedua. Di sisi lain, Bezzecchi terus mengamankan tempat ketiga dengan selisih sekitar satu detik di belakang Martin.
Menjelang fase akhir lomba, tepatnya pada putaran ke-20, pengibaran yellow flag terpaksa dilakukan menyusul insiden kecelakaan di Turn 13 dan 14 yang turut melibatkan Alex Marquez. Di barisan depan, Ai Ogura tampak berhasil melewati Acosta untuk merebut posisi keenam.
Hingga menyentuh garis finis, Marquez tetap konsisten mempertahankan posisinya untuk mengamankan podium juara MotoGP Jepang 2026. Martin menyusul di tempat kedua, sementara Bezzecchi mengamankan podium ketiga usai mendapat perlawanan ketat dari Enea Bastianini.
Strategi dan Kunci Kemenangan Marquez
Penampilan tanpa cela di Motegi diraih Marquez melalui kerja keras di atas lintasan. Selepas balapan, pebalap asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa dirinya menerapkan strategi untuk terus menekan sejak awal.
“Saya akan mencoba menyerang di setiap balapan, tetapi tentu saja ada balapan yang berjalan lebih baik daripada yang lain. Saya merasa nyaman kemarin di sprint, dan pagi ini juga saat pemanasan. Ban belakang keras ini yang sempat membuat kami sedikit ragu karena casing-nya sama seperti di Austria. Namun, saya bekerja dengan sangat baik di sini dan kami berhasil menjalani akhir pekan yang bagus,” ujar Marc.
Dani Pedrosa yang bertugas sebagai komentator turut memberikan apresiasi atas kecepatan balapan di Motegi yang jauh melampaui catatan waktu tahun sebelumnya. Pedrosa menyoroti kecermatan Marquez dalam mengatur ban, bahan bakar, serta meredam tekanan dari Martin.
Menanggapi hal tersebut, Marquez menjelaskan bahwa target utamanya adalah mengambil alih posisi terdepan secepat mungkin demi menghindari hambatan saat berada di belakang pebalap lain.
“Seperti yang Anda tahu, sulit untuk berada di belakang di Motegi. Ketika mendapatkan slipstream saat pengereman, jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu. Target saya adalah memimpin balapan sesegera mungkin,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa manuver tersebut tidak dapat dilakukan serta-merta pada putaran pertama karena para rival telah mengantisipasi gaya balapnya dari sesi Sprint Race.
“Saya tidak bisa melakukannya pada lap pertama karena kemarin saya sudah menunjukkan cara saya, dan hari ini mereka sudah mempelajarinya. Saya harus mendorong dengan keras, mengambil banyak risiko pada lap-lap tersebut untuk menyalipnya,” lanjutnya.
Selepas sukses memimpin jalannya balapan, Marquez memilih untuk mengubah pendekatan dengan mengontrol ritme secara bijak tanpa harus memaksakan jarak yang terlalu jauh guna menghindari risiko kecelakaan.
“Setelah saya menyalipnya, saya ingin mengontrol ritme balapan sesuai keinginan saya. Tentu saja, ketika dia mendekat hingga 0,7 atau 0,6 detik, saya mendorong sedikit lebih keras,” pungkas Marquez.
