Anthony Martial, mantan penyerang Manchester United yang pernah digadang-gadang sebagai salah satu pemain muda terbaik Eropa, kini tengah menghadapi situasi yang berbeda dalam perjalanan kariernya.

Pemain berusia 30 tahun tersebut saat ini berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama klub Meksiko, Monterrey, berakhir lebih cepat. Martial kini sedang mencari pelabuhan baru dan memprioritaskan kesempatan untuk kembali bermain di Eropa.

Namun, perjalanan Martial untuk menemukan klub baru ternyata tidak berjalan mudah. Ia bahkan dilaporkan telah menolak dua tawaran dari klub Prancis.

Karier di Monterrey Berakhir Lebih Cepat

Martial bergabung dengan Monterrey pada musim panas 2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Kepindahan tersebut menjadi salah satu langkah baru dalam karier pemain asal Prancis itu setelah sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyerang Manchester United.

Namun, performa Martial di Meksiko tidak berjalan sesuai harapan. Selama membela Monterrey, ia hanya mencatatkan satu gol dan tiga assist dari 20 penampilan.

Catatan tersebut dinilai tidak sebanding dengan gaji besar yang diterimanya, yang mencapai 3,5 juta euro per tahun.

Situasi tersebut membuat kerja sama Martial dengan Monterrey akhirnya berakhir lebih cepat. Kontraknya diputus pada Juni 2026, meski sebelumnya ia masih memiliki masa kontrak selama dua tahun.

Tolak Dua Tawaran dari Klub Prancis

Setelah meninggalkan Monterrey, Martial kini berusaha mencari klub baru. Menurut laporan Foot Mercato, ada dua klub asal Prancis yang menunjukkan minat untuk menggunakan jasanya.

Salah satu klub disebut merupakan tim papan atas, sedangkan klub lainnya sedang berjuang untuk menghindari zona degradasi.

Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Martial dinilai masih dapat memberikan kontribusi penting. Ia juga pernah menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa setelah meraih penghargaan Golden Boy pada 2015.

Namun, Martial justru memutuskan untuk menolak kedua tawaran tersebut.

Tidak Mau Hanya Jadi Pemain Cadangan

Alasan utama Martial menolak tawaran tersebut adalah karena ia tidak mendapatkan jaminan untuk menjadi pemain inti.

Mantan penyerang Manchester United itu disebut ingin memiliki peran penting dalam proyek klub barunya. Martial tidak ingin bergabung dengan sebuah tim hanya untuk menghabiskan sebagian besar waktunya di bangku cadangan.

Karena itu, ia memilih untuk menunggu tawaran yang dianggap lebih sesuai dengan keinginannya.

Martial masih memprioritaskan klub di Eropa sebagai tujuan berikutnya. Ia berharap dapat menemukan tim yang memberinya kesempatan untuk memainkan peran sentral dan kembali menjadi pilihan utama di lini serang.

Kini, nasib Anthony Martial menjadi perhatian setelah kariernya yang sempat menjanjikan mengalami perjalanan panjang. Dari memenangkan penghargaan Golden Boy dan membela Manchester United, Martial kini harus menunggu klub yang bersedia memberinya kesempatan untuk kembali menjadi pemain utama.