Topik.id — MediaTek Rilis Dimensity CX C10 Max, Chip 3 Nm untuk Laptop Googlebook. Chip terbaru tersebut resmi diperkenalkan pada Senin, 21 September 2026, sekaligus menjadi model flagship pertama dari keluarga baru Dimensity Compute Experiences (CX) yang dirancang MediaTek untuk perangkat komputasi premium dan laptop berbasis kecerdasan buatan.
Berbeda dari lini Dimensity yang selama ini lebih dikenal sebagai chipset smartphone Android, MediaTek Dimensity CX C10 Max sejak awal dikembangkan untuk perangkat komputer. MediaTek menempatkannya sebagai platform berperforma tinggi dengan fokus pada efisiensi daya, pemrosesan AI secara lokal atau on-device, serta desain laptop tipis dan ringan.
Chip tersebut juga disiapkan untuk digunakan pada generasi baru Googlebook, kategori laptop premium Google yang menggabungkan kemampuan komputasi desktop dengan ekosistem Android dan kecerdasan buatan Gemini.
MediaTek Dimensity CX C10 Max Jadi Chip Pertama Keluarga Dimensity CX
Peluncuran Dimensity CX C10 Max menandai langkah baru MediaTek di pasar komputer personal.
Perusahaan sebelumnya sudah memiliki lini Kompanio untuk Chromebook, tetapi hadirnya merek Dimensity CX memperlihatkan strategi yang lebih agresif untuk memasuki segmen laptop premium.
MediaTek menyebut lini Dimensity Compute Experiences dirancang untuk memberikan pengalaman komputasi yang menggabungkan performa tinggi, efisiensi energi, grafis, konektivitas serta kemampuan AI dalam satu platform.
C10 Max menjadi produk pertama sekaligus model tertinggi yang diperkenalkan dalam keluarga tersebut.
Diproduksi dengan Fabrikasi 3 Nm TSMC
Salah satu daya tarik utama Dimensity CX C10 Max adalah penggunaan proses fabrikasi 3 nanometer TSMC.
Teknologi fabrikasi tersebut memungkinkan MediaTek meningkatkan performa sekaligus menekan konsumsi daya, dua faktor penting untuk perangkat laptop tipis.
MediaTek bahkan mengklaim efisiensi chipset ini memungkinkan produsen merancang Googlebook dengan bodi lebih tipis dan ringan, termasuk perangkat fanless atau tanpa kipas.
Efisiensi tersebut juga diarahkan untuk membantu perangkat mempertahankan daya tahan baterai sepanjang hari, meskipun hasil akhirnya tetap akan bergantung pada kapasitas baterai dan konfigurasi masing-masing laptop.
CPU 8-Core dengan Desain All Big Core
Dari sisi prosesor, Dimensity CX C10 Max menggunakan CPU dengan total delapan core.
MediaTek menerapkan desain All Big Core, terdiri dari:
- 1 core Arm Cortex-X925 hingga 3,73 GHz;
- 3 core Arm Cortex-X4;
- 4 core Arm Cortex-A720;
- L3 cache 12 MB; dan
- System Level Cache 10 MB.
Cortex-X925 menjadi inti dengan performa tertinggi dan bertugas menangani beban kerja berat.
Sementara kombinasi Cortex-X4 dan Cortex-A720 digunakan untuk menjaga performa saat perangkat menjalankan banyak aplikasi maupun pekerjaan produktivitas secara bersamaan.
Desain tersebut berbeda dengan pendekatan prosesor mobile yang biasanya mengombinasikan core performa dan core hemat daya berukuran kecil.
MediaTek memilih konfigurasi tersebut karena C10 Max memang ditargetkan untuk kelas laptop.
GPU Immortalis-G925 Hadir dengan 11 Core
MediaTek memasangkan CPU tersebut dengan GPU Arm Immortalis-G925 MC11.
Sesuai namanya, GPU ini membawa konfigurasi 11 core grafis untuk menangani tampilan antarmuka, multimedia, aplikasi produktivitas hingga beban kerja grafis yang lebih berat.
Dimensity CX C10 Max mendukung decoding video hingga 4K 60 fps 10-bit, termasuk format HEVC, AVC, VP9 dan AV1.
Untuk encoding video, chip ini mendukung HEVC dan AVC hingga resolusi 4K 60 fps.
Kemampuan grafis tersebut menjadi penting karena Googlebook tidak hanya dirancang untuk menjalankan aplikasi berbasis browser.
Platform Googlebook juga diposisikan untuk menjalankan berbagai aplikasi Android dan aplikasi kreatif pada lingkungan desktop.
NPU AI 55 TOPS Jadi Salah Satu Fitur Utama
Selain performa CPU dan GPU, MediaTek memberikan perhatian besar pada kemampuan kecerdasan buatan.
Dimensity CX C10 Max membawa MediaTek NPU 890 generasi kedelapan dengan performa AI hingga 55 TOPS.
NPU tersebut dapat digunakan untuk memproses berbagai tugas AI langsung di perangkat tanpa harus selalu mengirimkan data ke server cloud.
Beberapa pekerjaan yang dapat ditangani meliputi:
- AI generatif;
- agentic AI;
- transkripsi secara real-time;
- pembuatan rangkuman;
- pemrosesan AI multimodal; hingga
- berbagai fitur berbasis Gemini.
Pemrosesan AI secara lokal juga menawarkan keuntungan berupa respons yang lebih cepat sekaligus potensi peningkatan privasi karena sebagian data dapat diproses langsung pada perangkat.
Kemampuan hingga 55 TOPS menunjukkan MediaTek menempatkan C10 Max sebagai chipset yang sejak awal dikembangkan untuk era AI PC.
Mendukung RAM LPDDR5X 9.600 Mbps
Dimensity CX C10 Max mendukung RAM LPDDR5X dengan kecepatan hingga 9.600 Mbps.
Sementara untuk penyimpanan, MediaTek memilih dukungan UFS 4.0.
Penggunaan UFS 4.0 cukup menarik karena teknologi penyimpanan ini lebih umum digunakan pada smartphone dan tablet kelas flagship dibanding laptop tradisional yang kebanyakan mengandalkan SSD berbasis PCIe NVMe.
Untuk sektor layar, C10 Max dapat menangani layar internal hingga resolusi 4K 60 Hz.
Chip tersebut juga mampu menghubungkan hingga dua layar eksternal beresolusi 4K, sehingga perangkat yang menggunakannya tetap memungkinkan dipakai untuk kebutuhan produktivitas dengan konfigurasi beberapa monitor.
Kamera Laptop Bisa Sampai 32 MP
MediaTek Dimensity CX C10 Max juga dibekali Imagiq 1090 ISP.
Image Signal Processor tersebut mendukung sensor kamera dengan resolusi hingga 32 megapiksel.
Sejumlah fitur kamera turut didukung, termasuk:
- HDR video;
- Electronic Image Stabilization;
- Auto Zoom;
- Smooth Video Zoom; dan
- Sustained Focus.
MediaTek menargetkan kemampuan tersebut untuk menunjang kebutuhan konferensi video, livestreaming, pembuatan konten serta fitur AI berbasis kamera.
Wi-Fi 7 hingga 7,3 Gbps
Sektor konektivitas menjadi bagian lain yang ditingkatkan.
Dimensity CX C10 Max mendukung Wi-Fi 7 dengan kecepatan teoretis hingga 7,3 Gbps.
Chip ini juga mendukung Bluetooth 6.0 dengan dual-engine Bluetooth untuk menghubungkan berbagai perangkat nirkabel seperti headset, mouse, keyboard maupun aksesori lainnya.
Kombinasi Wi-Fi 7 dan Bluetooth generasi terbaru tersebut mempertegas posisi C10 Max sebagai chip untuk perangkat laptop premium generasi baru.
MediaTek Siapkan Dimensity CX C10 Max untuk Googlebook
MediaTek mengonfirmasi Dimensity CX C10 Max akan digunakan pada Googlebook premium dan ultraportabel yang akan datang.
Googlebook sendiri merupakan kategori komputer terbaru Google yang diperkenalkan pada September 2026.
Gelombang awal perangkat Googlebook diumumkan bersama sejumlah produsen seperti Acer, ASUS, Dell, HP dan Lenovo.
Namun, model Googlebook pertama yang diperkenalkan ke pasar masih menggunakan prosesor Intel dan Qualcomm.
Dengan demikian, Dimensity CX C10 Max bukan chip yang digunakan pada seluruh Googlebook generasi awal, melainkan disiapkan untuk perangkat Googlebook berikutnya.
Googlebook Lenovo Bakal Jadi Perangkat Pertama
Laporan 9to5Google menyebut MediaTek telah mengonfirmasi bahwa Googlebook buatan Lenovo akan menjadi perangkat pertama yang menggunakan Dimensity CX C10 Max.
Meski demikian, perangkat tersebut berbeda dari Lenovo Googlebook yang sudah diperkenalkan dalam gelombang awal.
Hingga 22 September 2026, MediaTek maupun Lenovo belum mengumumkan nama resmi perangkat, ukuran layar, kapasitas RAM dan penyimpanan, harga maupun jadwal penjualan Googlebook berbasis C10 Max tersebut.
Artinya, saat ini yang telah resmi diperkenalkan adalah chipset MediaTek Dimensity CX C10 Max, sedangkan laptop komersial pertama yang menggunakannya masih akan diumumkan kemudian.
MediaTek Perluas Dimensity dari Smartphone ke Laptop
Kehadiran Dimensity CX C10 Max juga memperlihatkan perubahan penting pada strategi MediaTek.
Merek Dimensity selama beberapa tahun terakhir identik dengan chipset smartphone, mulai kelas menengah hingga perangkat flagship.
Kini MediaTek mulai membawa nama tersebut ke perangkat komputasi yang lebih besar melalui keluarga Dimensity CX.
C10 Max menjadi pembuka dengan membawa proses fabrikasi 3 nm, CPU delapan inti, GPU Immortalis 11-core, RAM LPDDR5X hingga 9.600 Mbps, Wi-Fi 7 serta NPU dengan performa AI 55 TOPS.
Spesifikasi tersebut memperlihatkan bahwa MediaTek tidak sekadar memindahkan chipset mobile ke laptop, tetapi menyiapkan platform yang sejak awal dirancang untuk kebutuhan komputasi personal dan AI.
Persaingan chipset untuk Googlebook pun berpotensi semakin menarik karena Google kini menggandeng beberapa pemain besar, termasuk Intel, Qualcomm dan MediaTek.
Untuk saat ini, MediaTek belum mengungkap kapan laptop Googlebook pertama dengan Dimensity CX C10 Max akan mulai dipasarkan. Informasi lebih lanjut diperkirakan akan muncul ketika Lenovo resmi memperkenalkan perangkat pertamanya.
