Topik.id — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan mulai akhir Oktober, pemahaman mengenai sistem penilaian menjadi langkah awal yang penting untuk menyusun strategi belajar yang tepat.
Ujian ini menerapkan metode evaluasi bertajuk Item Response Theory Two-parameter Logistic Model (IRT 2PL). Pendekatan tersebut dirancang untuk memastikan pelaksanaan asesmen skala nasional ini berjalan secara adil, objektif, dan setara.
Metode IRT sendiri telah lama diaplikasikan dalam berbagai evaluasi internasional, seperti Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA). Melalui sistem ini, kemampuan peserta dan tingkat kesulitan soal ditempatkan dalam satu skala ukur yang sama sehingga hasil antarwilayah dan paket soal dapat disetarakan secara adil.
Mekanisme Penilaian Sistem IRT
Penerapan IRT 2PL membuat setiap pertanyaan memiliki bobot tantangan tersendiri untuk mencegah kerugian akibat variasi paket soal. Hasil akhir ujian tingkat SMA ini nantinya dilaporkan dalam rentang skor skala 200 hingga 800.
Berdasarkan informasi resmi dari Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen), metode IRT 2PL mengevaluasi dua parameter utama pada setiap butir soal:
- Tingkat kesulitan: Menilai seberapa besar tantangan sebuah soal untuk dapat dijawab dengan benar.
- Daya pembeda: Mengukur ketajaman soal dalam membedakan peserta yang menguasai materi dengan yang belum.
Perbedaan Skor Meski Jumlah Benar Sama
Dalam mekanisme penilaian IRT, dua peserta dengan total jawaban benar yang sama belum tentu memperoleh skor akhir yang serupa. Sebagai ilustrasi, peserta pertama berhasil menjawab 15 soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi, sehingga estimasi kemampuannya dinilai lebih tinggi.
Di sisi lain, peserta kedua juga mencatatkan 15 jawaban benar, namun didominasi oleh soal-soal kategori dasar. Akibatnya, estimasi kemampuan peserta kedua berada pada tingkat rata-rata.
Karakteristik unik pada setiap soal tersebut membuat metode IRT sangat diandalkan untuk asesmen skala besar, guna melindungi peserta dari kerugian saat mendapatkan variasi paket soal yang lebih sulit.


