— Usai menyelesaikan Moto3 Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, perhatian Veda Ega Pratama langsung beralih ke seri berikutnya yang memiliki arti berbeda. Moto3 Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit akan menjadi balapan kandang yang sangat dinantikan Veda karena untuk pertama kalinya ia tampil di ajang Moto3 World Championship di hadapan pendukung Indonesia.

Momentum tersebut datang setelah Veda berhasil membawa pulang lima poin dari Jepang. Pembalap Indonesia itu mengakhiri balapan Moto3 Jepang 2026 pada posisi ke-11 setelah mengawali lomba dari urutan ke-18. Hasil tersebut menjadi tambahan penting setelah perjuangannya melewati persaingan ketat di rombongan pembalap.

Bagi Veda, tampil di Mandalika bukan sekadar menjalani seri berikutnya dalam kalender Moto3. Dukungan langsung dari publik Indonesia akan menjadi pengalaman baru yang diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan sepanjang akhir pekan balap.

Balapan kandang juga menjadi kesempatan bagi Veda untuk menunjukkan perkembangan yang telah diperolehnya selama menjalani persaingan di Moto3. Pengalaman dari Motegi, termasuk bagaimana menjaga konsentrasi ketika berada dalam rombongan besar dan memanfaatkan peluang untuk menyalip, dapat menjadi modal menghadapi persaingan di Mandalika.

Pengalaman Motegi Jadi Modal Menuju Mandalika

Moto3 Jepang memberikan sejumlah pelajaran penting bagi Veda. Memulai balapan dari posisi ke-18 membuatnya harus bekerja keras sejak lap pertama untuk memperbaiki posisi. Start yang kurang ideal membuatnya kehilangan beberapa posisi, tetapi ia kemudian mampu secara bertahap kembali masuk ke persaingan.

Veda terus mencari celah untuk melakukan manuver ketika peluang terbuka. Ia juga berusaha menjaga ritme agar tidak melakukan kesalahan ketika berhadapan dengan rombongan pembalap yang cukup rapat. Hingga lap terakhir, Veda masih berusaha memperbaiki posisi sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-11.

Lima poin dari Motegi menjadi hasil positif yang dapat dibawa ke seri kandang. Selain tambahan angka dalam klasemen, balapan tersebut memberikan gambaran mengenai aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi tantangan di Mandalika.

Kini, Veda memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pengalaman tersebut dalam balapan yang atmosfernya dipastikan berbeda. Dukungan penggemar Indonesia di sekitar sirkuit dapat menjadi energi tambahan, sementara tekanan untuk tampil maksimal juga menjadi tantangan tersendiri.

Target Veda di Hadapan Penggemar Indonesia

Menghadapi Moto3 Indonesia 2026, Veda menegaskan keinginannya untuk kembali bekerja bersama tim dan memberikan kemampuan terbaik. Fokus utamanya bukan hanya mengejar hasil, tetapi juga menerapkan berbagai pelajaran yang didapat dari seri sebelumnya.

Setelah mampu bangkit dari posisi ke-18 dan finis P11 di Jepang, Veda memiliki peluang untuk memulai akhir pekan Mandalika dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Balapan kandang juga menjadi kesempatan bagi pembalap Indonesia tersebut untuk mendapatkan pengalaman berharga di depan para pendukungnya sendiri.

Dengan lima poin yang sudah dikantongi dari Motegi, Veda kini memasuki seri Mandalika dengan membawa modal hasil balapan sebelumnya. Moto3 Indonesia 2026 pun menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana ia dapat berkembang ketika berlaga di lintasan yang lebih dekat dengan dukungan publik Tanah Air.