Topik.id — Nvidia mengumumkan peluncuran teknologi terbarunya, DLSS 5, pada 3 September 2026. Teknologi ini debut secara eksklusif pada game NBA 2K27, menandai evolusi terbesar dari seri DLSS sejak pertama kali diperkenalkan pada 2018. DLSS 5 bergeser dari sekadar peningkatan resolusi (upscaling) menjadi generative neural rendering yang mampu mengubah pencahayaan, material, dan geometri lingkungan secara dinamis hingga resolusi 4K.
Dibangun di atas fondasi DLSS 4 yang diluncurkan pada 2025 dengan fitur multi-frame generation, DLSS 5 mengandalkan model kecerdasan buatan (AI) baru. Model AI ini secara revolusioner menangani pencahayaan real-time dan detail material permukaan dengan tingkat akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Persyaratan Hardware dan Kompatibilitas DLSS 5
Untuk dapat menjalankan DLSS 5, dibutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. Teknologi ini hanya kompatibel dengan seluruh GPU dan laptop seri GeForce RTX 50. Selain itu, DLSS 5 juga dapat diakses melalui GeForce NOW bagi pelanggan Ultimate Tier. Generasi RTX 40 series, termasuk RTX 4090, tidak termasuk dalam daftar perangkat yang mendukung teknologi ini.
Nvidia mendemonstrasikan perbandingan langsung DLSS 5 dengan teknologi non-DLSS pada beberapa judul game, termasuk Resident Evil Requiem, Hogwarts Legacy, Starfield, dan EA Sports FC. Pengujian menunjukkan bahwa performa GPU yang diperlukan cukup signifikan, dengan tingkat konsumsi daya yang mengesankan saat teknologi ini diaktifkan.
Judul Game yang Mendukung DLSS 5
Sejumlah judul game telah dikonfirmasi akan mendukung DLSS 5 sejak peluncurannya. Di antaranya adalah Starfield, Assassin’s Creed Shadows, Hogwarts Legacy, The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered, Resident Evil Requiem, dan Delta Force. Total ada 15 game yang disebutkan dalam rilis resmi Nvidia. Penerbit besar seperti Capcom, Bethesda, NetEase, dan Ubisoft juga telah mengonfirmasi penyesuaian patch DLSS 5 untuk franchise andalan mereka, yang dijadwalkan rilis secara bertahap hingga akhir 2026 dan awal 2027.
Fitur Canggih DLSS 5 dan Tantangannya
DLSS 5 menawarkan empat fitur utama yang meningkatkan kualitas visual secara drastis. Pertama adalah pencahayaan fotorealistik yang menyesuaikan diri secara real-time dengan pergerakan sumber cahaya, melampaui pencahayaan statis yang seringkali terlihat artifisial. Kedua adalah penyempurnaan material permukaan dengan detail submikron, memberikan tampilan yang sangat hidup pada tekstur kulit, kain, dan logam.
Teknologi ini juga membangun generasi geometri yang cerdas, mengisi detail halus pada permukaan yang sebelumnya tampak datar atau low-poly. Fitur terakhir adalah masking tools, yang memberikan kontrol penuh kepada pengembang untuk menerapkan neural rendering hanya pada area tertentu. Hal ini memastikan karakter dan elemen artistik lainnya tetap sesuai dengan visi orisinal pengembang.
Meskipun begitu, DLSS 5 menghadirkan tantangan teknis dan artistik. Tantangan teknis pertama adalah adanya penurunan frame rate yang terukur saat teknologi ini diaktifkan. Meskipun Nvidia mengklaim DLSS 5 dapat berjalan pada GPU tunggal, pengujian awal menunjukkan bahwa untuk mencapai 60fps stabil di resolusi 4K dengan DLSS 5 aktif, dibutuhkan GPU RTX 5090 pada pengaturan grafis tinggi. Perangkat di bawahnya mungkin memerlukan kompromi pada kualitas visual atau refresh rate.
Tantangan artistik sempat menjadi kontroversi saat Nvidia memamerkan demo Resident Evil Requiem. Perubahan pada wajah karakter Grace menimbulkan reaksi negatif dari komunitas karena dianggap mengubah ekspresi dan fitur wajahnya menjadi sesuatu yang terlihat sintetis atau hasil AI. Kekhawatiran muncul bahwa visi artistik orisinal game terancam tergantikan oleh AI.
Namun, setelah teknologi ini diuji coba oleh para gamer melalui modifikasi pada game PC, hasilnya menunjukkan potensi besar. Sajian wajah realistis terlihat pada game seperti E-Football, Death Stranding, FC26, dan GTA V, dengan pendekatan fitur yang sesuai dengan bawaan asli game.
Ikuti Topik.id
