TOPIK.ID — Geliat pasar logam mulia dunia kembali menjadi sorotan setelah minat beli di negara konsumen terbesar kedua mengalami penurunan. Lonjakan harga emas membuat para pembeli di India memilih untuk menahan diri.
Berdasarkan data yang dikutip dari Mining pada Minggu (11/10/2026), harga komoditas tersebut di pasar domestik India berada pada kisaran 150.900 rupee atau sekitar US$ 1.561,8 per 10 gram. Angka ini tercatat setelah sempat merosot ke posisi terendahnya dalam durasi hampir dua bulan di level 145.538 rupee pada pekan sebelumnya.
“Konsumen sangat sensitif terhadap harga. Begitu harga naik, mereka menahan diri dan menunggu koreksi harga,” ujar seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Ahmedabad.
Guna menarik minat pembeli, para pedagang lokal di sana memberikan penawaran harga dengan diskon mencapai US$ 6 per ons di bawah angka resmi domestik. Besaran potongan harga tersebut sudah memperhitungkan komponen pajak impor sebesar 15% serta pajak penjualan 3%, mengecil jika dibandingkan pekan sebelumnya yang menawarkan diskon hingga US$ 14.
“Besaran diskon emas telah menyusut seiring dengan penurunan impor. Jika permintaan investasi meningkat selama musim perayaan, seperti yang terjadi tahun lalu, pasar bisa beralih ke posisi premium,” kata seorang pedagang dari bank swasta yang berbasis di Mumbai.
Lesunya transaksi ini berlangsung menjelang perayaan festival Dussehra yang jatuh pada Oktober serta Diwali di awal November. Tradisi masyarakat setempat menjadikan momentum tersebut sebagai waktu untuk membeli emas karena diyakini membawa keberuntungan.
Kondisi Pasar Emas di China
Di sisi lain, pergerakan berbeda terlihat di China. Logam mulia di negara tersebut diperdagangkan dengan harga premium sebesar US$ 10 per ons di atas acuan global, seiring dengan kembali beroperasinya pasar pada hari Kamis pasca libur panjang Golden Week.
“Aktivitas pasar masih relatif tenang karena banyak pelaku pasar yang belum sepenuhnya kembali dari masa liburan. Kendati demikian, adanya premium positif mengindikasikan minat beli fisik yang mendasar seiring dimulainya kembali perdagangan,” ujar Bernard Sin, Direktur Regional untuk wilayah Greater China di MKS PAMP.
Sementara itu, pergerakan harga emas spot secara global tercatat mengalami penguatan lebih dari 1%. Kondisi ini menjadi titik kebangkitan setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada awal pekan.


