— Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 dengan perbedaan nilai pasar skuad yang cukup mencolok. Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip sejumlah media, total market value Indonesia mencapai sekitar Rp377,79 miliar, sedangkan Bangladesh berada di angka Rp115,15 miliar.

Dengan angka tersebut, nilai pasar skuad Garuda sekitar 3,28 kali lebih besar dibandingkan Bangladesh. Selisih market value kedua tim mencapai sekitar Rp262,64 miliar.

Perbedaan tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai tim dengan nilai pasar tertinggi di antara peserta Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara Bangladesh berada di bawah Malaysia dalam daftar market value Grup A.

Perbandingan Market Value Indonesia vs Bangladesh

Berikut perbandingan nilai pasar kedua tim berdasarkan data yang dikutip dari Transfermarkt:

TimMarket Value
IndonesiaRp377,79 miliar
BangladeshRp115,15 miliar
SelisihRp262,64 miliar

Jika dihitung berdasarkan total valuasi tersebut, market value Indonesia sekitar 228 persen lebih tinggi dibanding Bangladesh.

Indonesia juga memiliki sejumlah pemain dengan valuasi tinggi yang membuat total nilai skuad Garuda jauh meninggalkan pesaingnya di Grup A.

Kevin Diks dan Hamza Choudhury Jadi Pemain Termahal

Perbandingan menarik juga terlihat dari pemain dengan market value tertinggi masing-masing tim.

Bek Timnas Indonesia Kevin Diks tercatat memiliki nilai pasar sekitar Rp86,91 miliar, membuatnya menjadi pemain dengan valuasi tertinggi di FIFA ASEAN Cup 2026 berdasarkan data yang dikutip menjelang turnamen.

Sementara itu, Bangladesh memiliki Hamza Choudhury sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi. Gelandang tersebut ditaksir mempunyai market value sekitar Rp69,53 miliar, sekaligus menjadi pemain termahal kedua di turnamen setelah Kevin Diks.

Nilai pasar Hamza bahkan mencapai sekitar 60 persen dari keseluruhan valuasi skuad Bangladesh yang berada di angka Rp115,15 miliar.

Adapun market value Kevin Diks sendiri setara sekitar 23 persen dari total nilai skuad Indonesia.

Indonesia Punya Skuad Termahal di Grup A

Indonesia berada di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Malaysia, Bangladesh, dan Singapura.

Berdasarkan data market value yang dikutip menjelang turnamen, Indonesia berada jauh di posisi pertama. Malaysia berada di urutan kedua dengan Rp120,37 miliar, disusul Bangladesh Rp115,15 miliar dan Singapura Rp59,10 miliar.

Berikut rinciannya:

  1. Indonesia: Rp377,79 miliar
  2. Malaysia: Rp120,37 miliar
  3. Bangladesh: Rp115,15 miliar
  4. Singapura: Rp59,10 miliar

Menariknya, selisih market value Indonesia dengan Bangladesh mencapai lebih dari dua kali keseluruhan nilai skuad Bangladesh.

Indonesia juga memiliki total valuasi lebih dari tiga kali lipat Malaysia maupun Bangladesh.

Market Value Bukan Penentu Hasil Pertandingan

Meski memiliki keunggulan besar dari sisi valuasi pemain, market value tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk memprediksi hasil pertandingan.

Nilai pasar pada dasarnya menggambarkan estimasi valuasi pemain berdasarkan sejumlah faktor, antara lain usia, performa, klub, kontrak, pengalaman, hingga kondisi pasar transfer.

Karena itu, tim dengan market value lebih tinggi tetap harus membuktikan kualitasnya di lapangan.

Bangladesh juga memiliki pemain berpengalaman seperti Hamza Choudhury yang menjadi salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di turnamen.

Duel Indonesia melawan Bangladesh pun menjadi menarik karena mempertemukan skuad dengan nilai pasar tertinggi di FIFA ASEAN Cup 2026 melawan tim yang memiliki salah satu pemain individu termahal di kompetisi tersebut.

Secara angka, Indonesia memang memiliki keunggulan mencolok. Rp377,79 miliar berbanding Rp115,15 miliar, atau sekitar 3,28:1. Namun, hasil akhir tetap akan ditentukan oleh performa kedua tim selama pertandingan.