Market

Permintaan Emas Beragam di Asia Saat Harga Bergerak Fluktuatif

Penurunan harga mendorong pembelian emas perhiasan di India, sementara minat beli di China terpantau masih lemah.

Permintaan Emas Beragam di Asia Saat Harga Bergerak Fluktuatif
Ilustrasi Emas Batangan dan Koin Emas (Sumber: pexels.com/Zlaťáky.cz)

Dinamika pasar logam mulia di dua negara konsumen terbesar di dunia menunjukkan arah yang berbeda. Penurunan harga mendorong peningkatan pembelian di satu wilayah, sementara wilayah lainnya masih mencatatkan kelesuan minat beli.

Di India, koreksi harga memicu kebangkitan transaksi perhiasan. Harga emas domestik kini berada di kisaran 148.200 rupee per 10 gram, setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua minggu di angka 145.627 rupee pada awal minggu.

“Permintaan emas perhiasan mulai meningkat seiring dengan dimulainya musim perayaan dan pernikahan, namun para investor masih menahan diri karena harga terus turun,” ujar Chanda Venkatesh, direktur pelaksana CapsGold, perusahaan perdagangan emas yang berbasis di Hyderabad.

Pelaku perdagangan emas di India mematok premi hingga US$ 7 per ons di atas harga domestik resmi yang telah mencakup pajak impor 15% serta pajak penjualan 3%. Situasi ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang sempat mencatatkan diskon hingga US$ 6.

Seorang pedagang di bank swasta Mumbai menyampaikan bahwa meski impor biasanya meningkat menjelang musim perayaan, volume tahun ini lebih rendah dari biasanya sehingga memperketat ketersediaan pasokan domestik.

Kementerian Perdagangan India mencatat nilai impor emas negara tersebut merosot menjadi US$ 1,8 miliar pada September 2026, jauh menurun dibanding pencapaian US$ 9,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Situasi berbeda terlihat di China. Logam mulia di sana diperdagangkan dengan premi berkisar antara US$ 4 sampai US$ 13 per ons di atas harga acuan global.

“Minat beli tetap rendah karena harga emas spot terus bergerak dalam rentang yang lebar dan fluktuatif, sehingga membuat pembeli emas fisik menjadi lebih berhati-hati,” kata Bernard Sin, direktur regional untuk wilayah China di MKS PAMP.

Sementara itu, pasar di Jepang juga belum menunjukkan gairah berarti. Komoditas tersebut dijual pada kisaran harga mulai dari diskon US$ 0,50 hingga premi US$ 0,25. Seorang pedagang asal Tokyo menuturkan bahwa permintaan investasi maupun ritel di sana masih berada dalam tren yang lemah.