— Dean Huijsen memulai musim 2026/2027 dengan performa yang mengejutkan. Bek tengah berusia 21 tahun itu menjelma menjadi salah satu pilar penting di lini pertahanan Real Madrid, setelah melewati musim yang sulit pada tahun sebelumnya.

Huijsen secara konsisten tampil penuh dalam tiga pertandingan pembuka Real Madrid di awal musim, menghadapi Espanyol, Real Sociedad, dan Malaga. Capaian ini menempatkannya sejajar dengan pemain kunci lainnya seperti Thibaut Courtois dan Kylian Mbappe yang juga selalu dimainkan oleh pelatih Jose Mourinho.

Situasi ini merupakan sebuah kebangkitan bagi Huijsen, mengingat performanya yang menurun di musim lalu. Penurunan performa tersebut bahkan berujung pada kegagalannya terpilih masuk dalam skuad Tim Nasional Spanyol untuk Piala Dunia 2026.

Kini, Huijsen membuktikan diri dengan penampilan solid di jantung pertahanan. Kepercayaan penuh dari Jose Mourinho menjadi faktor krusial dalam kebangkitan pemain yang didatangkan dari Bournemouth senilai €50 juta tersebut.

Huijsen sempat menjadi pemain inti di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso pada awal musim lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, performanya mengalami penurunan. Situasi semakin sulit ketika Alvaro Arbeloa menggantikan Alonso sebagai pelatih, membuat bek asal Spanyol itu kehilangan tempatnya.

Kepahitan akibat tidak masuk skuad Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak. Meski demikian, Huijsen memilih untuk memanfaatkan periode pramusim sebagai momen krusial untuk membangun kembali kepercayaan diri dan performanya.

Memasuki musim baru, Huijsen tampil dengan perubahan signifikan. Ia kini mengenakan nomor punggung 4 dan kembali dipercaya menjadi pilihan utama Mourinho. Penampilannya yang selalu bermain penuh selama 90 menit dalam tiga laga awal musim menjadi bukti konsistensinya.

Jose Mourinho memberikan apresiasi terhadap kemampuan Huijsen dalam mengolah bola. “Saya tidak ingin membandingkannya dengan tahun lalu karena saya tidak tahu dinamikanya. Yang saya lihat adalah kami sering berkomunikasi karena saya menyukai bek tengah yang memiliki kualitas dalam menguasai bola dan mampu melepaskan operan di antara lini lawan,” ujar Mourinho.

Konsistensi penampilan Huijsen membuat persaingan di lini belakang Real Madrid semakin memanas. Untuk saat ini, ia berada di atas bek berpengalaman seperti Antonio Rudiger dan Ibrahima Konate dalam daftar pilihan Mourinho.

Rudiger dan Konate bahkan belum mendapatkan kesempatan bermain di awal musim ini. Situasi ini menjadi peluang emas bagi Huijsen untuk mengamankan posisinya dan membuktikan bahwa ia layak menjadi tumpuan lini pertahanan Madrid.

Meskipun demikian, Mourinho dihadapkan pada dilema dalam menentukan duet bek tengah untuk laga-laga selanjutnya. Persaingan ini diprediksi akan semakin menarik ketika Real Madrid menghadapi tim-tim kuat di sisa musim ini.

Ujian berikutnya bagi Huijsen dan pertahanan Real Madrid akan datang saat mereka bertandang ke markas Real Betis. Pertandingan tersebut akan menjadi tolok ukur apakah Mourinho akan tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Huijsen atau mulai mengandalkan pengalaman Rudiger dan Konate untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh.