Regional

Polisi Mulai Bersihkan Pasar Cimanggis Usai Insiden Ledakan Maut

Polisi mulai membersihkan kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, pasca-ledakan maut untuk memulihkan aktivitas ekonomi warga.

Polisi Mulai Bersihkan Pasar Cimanggis Usai Insiden Ledakan Maut
Ledakan di pasar cimanggis tangerang selatan (Sumber: IG @infojaksel.id)

Aparat kepolisian mulai membersihkan kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Langkah ini diambil untuk memulihkan kembali aktivitas perdagangan masyarakat setelah insiden ledakan yang merenggut dua nyawa dan menyebabkan 11 orang mengalami luka-luka.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut dilangsungkan usai tim Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya merampungkan olah tempat kejadian perkara.

“Tim dari Puslabfor Mabes Polri dan Ditreskrimum Polda Metro sudah selesai melakukan olah TKP. Sesuai arahan Kapolres Tangsel, area yang terdampak langsung dibersihkan dan diperbaiki agar kawasan ini dapat segera kembali digunakan untuk aktivitas perdagangan,” ujar Bambang.

Bambang memaparkan, upaya tersebut digencarkan demi mempercepat pemulihan roda perekonomian warga yang sempat lumpuh akibat ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10/2026). Terlebih, Pasar Cimanggis dikenal sebagai salah satu sentra perniagaan warga yang beroperasi tanpa henti hingga menjelang pagi.

“Pasar ini menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Aktivitas jual beli di sini sangat padat, dimulai dari sore hingga pagi menjelang subuh tanpa henti,” tambahnya.

Kendati proses pembersihan kawasan telah berjalan, Bambang memastikan bahwa proses pengusutan demi mencari tahu pemicu ledakan tetap berlanjut. Penanganan hukum selanjutnya kini dipegang oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan.

Sebelumnya, tim gabungan Puslabfor Bareskrim Polri dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut mengamankan sebanyak 18 kamera pengawas dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian guna didalami lebih lanjut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengungkapkan bahwa rekaman tersebut disita dalam olah TKP lanjutan pada Kamis (15/10/2026). Barang bukti visual ini akan diteliti untuk mengamati situasi sebelum insiden meletus.

“Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring menyebutkan bahwa petugas menemukan beberapa barang bukti di tempat kejadian, termasuk satu unit tabung gas etilen berukuran 50 kilogram, potongan selang, serta sebuah dinamo.

“Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen,” jelas Jakaria.

Lebih lanjut, tim forensik masih akan menelaah kondisi instalasi kelistrikan serta perangkat dinamo guna menelusuri potensi adanya kerusakan yang memicu percikan api. Berdasarkan data kepolisian hingga Kamis (15/10/2026), total korban insiden ini mencapai 13 orang, dengan perincian dua meninggal dunia dan 11 lainnya masih mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit berbeda.