Topik.id — Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menorehkan prestasi besar untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet panjat tebing asal Bali tersebut berhasil mempertahankan medali emas nomor speed putri sekaligus mencatatkan rekor Asian Games dan Asia.
Desak tampil dominan dalam perlombaan yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026). Ia menyelesaikan panjatan dengan catatan waktu 6,06 detik, sekaligus memastikan medali emas keempat bagi kontingen Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Rekor Asia Mengiringi Medali Emas Desak
Kemenangan Desak menjadi semakin istimewa karena tidak hanya menghasilkan medali emas. Catatan waktu 6,06 detik yang dibukukannya juga menjadi rekor Asian Games dan rekor Asia.
Keberhasilan tersebut membuat Desak kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu atlet speed climbing putri terkemuka di Asia. Kecepatan menjadi faktor utama dalam nomor ini karena setiap atlet harus mencapai bagian atas papan panjat dalam waktu sesingkat mungkin.
Federasi panjat tebing Indonesia turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut melalui media sosial. Prestasi Desak sekaligus menambah koleksi emas Indonesia pada Asian Games 2026.
Bagi Desak, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Target untuk tampil di ajang besar seperti Asian Games dan Olimpiade telah menjadi bagian dari rencana yang dibangun sejak beberapa tahun sebelumnya.
Mengenal Panjat Tebing Sejak Sekolah Dasar
Ketertarikan Desak terhadap panjat tebing muncul ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenal olahraga tersebut setelah kerap mengikuti bibinya yang juga merupakan atlet panjat tebing ke Taman Kota Singaraja, Bali.
Saat masih kelas 2 SD, Desak mulai mencoba olahraga tersebut. Pengalaman awal itu kemudian berkembang menjadi kecintaan terhadap panjat tebing hingga akhirnya ia memilih menekuninya sebagai atlet.
Desak bahkan tidak sempat mencoba cabang olahraga lain secara serius. Sejak mengenal panjat tebing, ia terus berlatih dan membangun karier di olahraga tersebut.
Nomor speed kemudian menjadi bagian yang sangat cocok dengan karakter Desak. Ia menyukai tantangan untuk terus memangkas waktu pemanjatan setiap kali bertanding.
Jejak Prestasi Desak Terus Berkembang
Perjalanan Desak menuju posisi sebagai atlet papan atas tidak berlangsung dalam waktu singkat. Berbagai gelar telah diraih sebelum dirinya kembali menjadi juara di Asian Games 2026.
Pada 2023, Desak mencatat salah satu pencapaian terbesar dengan menjadi juara dunia di Bern. Prestasi tersebut memperkuat posisinya di antara atlet speed climbing terbaik dunia.
Catatan prestasinya berlanjut melalui sejumlah kompetisi internasional. Desak meraih tiga medali emas dalam tiga seri Piala Dunia yang berlangsung di Krakow pada 2025 dan 2026 serta Chamonix pada 2026.
Pada 2026, ia juga mencatat prestasi di tingkat Asia. Desak meraih emas dalam ajang olahraga pantai Asia di Sanya dan menjadi juara Asia di Meishan.
Mempertahankan Emas Asian Games
Medali emas di Aichi-Nagoya menjadi pencapaian penting lainnya dalam karier Desak. Ia berhasil mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih pada edisi Asian Games terdahulu.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan konsistensi Desak dalam menjaga performanya di kompetisi besar. Tidak hanya kembali berdiri di podium tertinggi, ia juga melengkapinya dengan rekor baru.
Dengan usia 25 tahun, Desak masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjalanan panjangnya di dunia panjat tebing. Rekor Asia dan Asian Games yang baru dicatatkannya menjadi bagian terbaru dari perjalanan atlet Bali tersebut dalam membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
