— Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Wahyu mendapat tugas baru tersebut setelah sebelumnya menempati posisi strategis di lingkungan Mabes Polri.

Pelantikan Wahyu berlangsung bersamaan dengan pengangkatan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Keduanya kini menjadi bagian dari pimpinan baru Polri setelah perubahan jabatan yang dilakukan pada 1 Oktober 2026. Sebelum menjadi Wakapolri, Wahyu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, antiteror, siber hingga perencanaan dan anggaran.

Lulusan Akpol 1992

Wahyu Hadiningrat merupakan perwira Polri kelahiran Bandung pada 1970. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian dan merupakan lulusan Akpol 1992.

Setelah menamatkan pendidikan kepolisian, Wahyu mengawali kariernya di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Pada 1993, ia bertugas sebagai Perwira Pertama atau Pama Polda Jawa Barat.

Setahun berselang, ia mendapat penugasan sebagai Wakapolres Cirebon Selatan. Karier kewilayahannya kemudian berlanjut ketika dipercaya menjadi Kapolsek Soreang Polres Bandung pada 1995.

Pengalaman di bidang reserse mulai semakin terlihat dalam perjalanan kariernya. Pada 1997, Wahyu menjabat sebagai Kasatserse Polres Bandung dan setahun kemudian menduduki posisi Kasatserse Polresta Bogor.

Berkarier di Reserse dan Densus 88

Memasuki pertengahan 2000-an, Wahyu kembali menjalankan tugas di Polda Jawa Barat. Pada 2004, ia menjabat sebagai Kanit III Sat II Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

Dua tahun kemudian, ia mendapat kepercayaan sebagai Kasat I Ditreskrim Polda Jawa Barat. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke penugasan yang berkaitan dengan pemberantasan terorisme.

Wahyu pernah dipercaya menjadi Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri. Pengalaman di satuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum kembali mengemban sejumlah jabatan kewilayahan.

Pernah Memimpin Dua Polres

Pada 2011, Wahyu mendapat kepercayaan memimpin Polres Metro Bekasi. Setahun kemudian, ia kembali mendapat penugasan sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Jabatan tersebut dijalaninya hingga sebelum kemudian beralih ke sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri. Berbeda dengan sejumlah perwira tinggi lainnya, sepanjang perjalanan kariernya Wahyu tidak pernah tercatat menjabat sebagai Kapolda.

Posisi kewilayahan tertinggi yang pernah diembannya adalah Wakapolda Metro Jaya. Jabatan tersebut dipercayakan kepadanya pada 2018.

Pernah Bertugas di Bidang Siber dan BIN

Memasuki 2016, perjalanan karier Wahyu semakin banyak bersinggungan dengan jabatan di lingkungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Ia pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. Pada 2017, Wahyu dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Pada tahun yang sama, ia juga mendapat penugasan sebagai Direktur Respon Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber Badan Intelijen Negara.

Pengalaman tersebut memperluas bidang penugasannya, dari reserse konvensional hingga penanganan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kejahatan di ruang siber.

Menjadi Wakabareskrim dan Asrena

Pada 2020, Wahyu kembali mendapat promosi di lingkungan Mabes Polri dengan menduduki jabatan Wakil Kepala Bareskrim Polri atau Wakabareskrim.

Saat itu, posisi Kapolri dijabat Jenderal Polisi Idham Azis. Setelah Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri pada Januari 2021, perjalanan karier Wahyu berlanjut ke bidang perencanaan.

Pada Februari 2021, ia dipercaya menjadi Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran atau Asrena Kapolri. Posisi tersebut membuat Wahyu memiliki tanggung jawab dalam urusan perencanaan dan anggaran di lingkungan Polri.

Pada September 2024, jabatan tersebut berubah menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran atau Astamarena. Perubahan organisasi itu membuat jabatan tersebut berada pada level perwira tinggi bintang tiga.

Kini Mendampingi Suyudi sebagai Wakapolri

Setelah lebih dari dua tahun memimpin fungsi perencanaan dan anggaran Polri pada level tersebut, Wahyu kini mendapat tugas baru sebagai Wakapolri.

Presiden Prabowo Subianto melantiknya pada 1 Oktober 2026 untuk menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo. Jabatan tersebut menempatkan Wahyu sebagai pendamping Kapolri Suyudi Ario Seto dalam memimpin institusi Polri.

Dari perjalanan kariernya, Wahyu memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari reserse, pemberantasan terorisme, keamanan siber, intelijen hingga manajemen perencanaan dan anggaran.

Wahyu juga pernah berada dalam satu lingkungan kerja dengan Suyudi. Keduanya sama-sama memiliki latar belakang reserse dan pernah bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dengan pengalaman tersebut, jabatan Wakapolri menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang Wahyu Hadiningrat setelah lebih dari tiga dekade menjalani berbagai penugasan di tubuh Polri.