Topik.id — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Penunjukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier militer Kristomei yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten.
Kristomei dipercaya menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang sebelumnya memimpin BNPB. Pergantian tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Keputusan yang ditandatangani pada Rabu, 14 Oktober 2026, itu dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, dalam prosesi pelantikan di Istana Negara.
“Mengangkat Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” demikian bunyi petikan keputusan presiden tersebut.
Sebelum pelantikan, Kristomei sempat memberikan tanggapan kepada awak media terkait kabar penunjukannya. Saat itu, ia mengaku belum mengetahui secara pasti tugas baru yang akan diberikan kepadanya.
“Belum tahu saya tugasnya apa,” ujar Kristomei.
Meski demikian, Kristomei menyatakan kesiapannya menjalankan tugas sebagai prajurit TNI di mana pun ditempatkan.
Penunjukan tersebut sekaligus menarik perhatian publik terhadap sosok Kristomei yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, mulai dari satuan tempur, komando teritorial, pendidikan militer, hingga bidang penerangan.
Profil dan biodata Kristomei Sianturi
Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, pada 6 Mei 1976. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat berusia 50 tahun ini berasal dari kecabangan Infanteri dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997.
Kristomei tumbuh dalam keluarga yang tidak memiliki latar belakang militer. Ayahnya diketahui bekerja sebagai pedagang, sedangkan ibunya merupakan seorang guru sekolah menengah atas di Kotabumi.
Sejak kecil, Kristomei tidak secara khusus bercita-cita menjadi tentara. Ketertarikannya terhadap dunia militer mulai berkembang ketika menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.
Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara pada 1994 sebelum melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer dan lulus pada 1997.
Berikut biodata Letjen TNI Kristomei Sianturi:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama lengkap | Kristomei Sianturi |
| Tempat lahir | Kotabumi, Lampung Utara |
| Tanggal lahir | 6 Mei 1976 |
| Usia | 50 tahun |
| Pangkat | Letnan Jenderal TNI |
| Matra | TNI Angkatan Darat |
| Kecabangan | Infanteri |
| Pendidikan SMA | SMA Taruna Nusantara, 1994 |
| Pendidikan militer | Akademi Militer, 1997 |
| Pendidikan pascasarjana | Universitas Pertahanan |
| Jabatan saat ini | Kepala BNPB |
| Jabatan sebelumnya | Pangdam XXI/Radin Inten |
Riwayat pendidikan Kristomei Sianturi
Kristomei memiliki latar belakang pendidikan militer yang panjang. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1997, ia mengikuti sejumlah pendidikan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan strategi militernya.
Pada 2003, Kristomei mengikuti pendidikan intelijen militer di Amerika Serikat. Pendidikan tersebut menjadi salah satu pengalaman internasional yang diperolehnya selama berkarier di TNI AD.
Ia kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebagai bagian dari pengembangan karier perwira.
Pada 2012, Kristomei menyelesaikan pendidikan pascasarjana bidang Manajemen Pertahanan di Universitas Pertahanan.
Kristomei juga tercatat mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), yang mempersiapkan perwira untuk menjalankan tugas pada tingkat kepemimpinan lebih tinggi.
Selain menjalani berbagai pendidikan militer, Kristomei memiliki sejumlah pencapaian akademik. Ia pernah memperoleh penghargaan karya tulis terbaik dalam pendidikan Seskoad pada 2012.
Pada 2018, Kristomei juga meraih predikat lulusan terbaik dalam pendidikan Kursus Operasi Gabungan TNI.
Perjalanan karier militer Kristomei Sianturi
Karier militer Kristomei dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer pada 1997. Sebagai perwira dari kecabangan Infanteri, ia menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI AD.
Kristomei pernah bertugas di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), salah satu komando utama TNI AD yang memiliki peran penting dalam operasi militer.
Pada 2010 hingga 2012, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu.
Setelah itu, Kristomei mendapatkan penugasan sebagai Pabandya Lat Ops Kostrad sebelum menjabat Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak pada 2013 hingga 2014.
Kariernya kemudian berlanjut di bidang komando teritorial. Pada 2014, Kristomei dipercaya memimpin Komando Distrik Militer (Kodim) 0424/Tanggamus, Lampung, hingga 2016.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekalnya dalam memahami karakteristik wilayah, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta pelaksanaan tugas kewilayahan.
Kristomei selanjutnya menjabat Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad pada 2016 hingga 2017.
Pada 2017, ia juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.
Pernah menjadi Kapendam Jaya hingga Kadispenad
Nama Kristomei mulai dikenal masyarakat ketika menempati sejumlah jabatan di bidang penerangan militer.
Pada 2017 hingga 2019, ia menjabat sebagai Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya. Jabatan tersebut membuatnya terlibat dalam penyampaian informasi mengenai kegiatan dan kebijakan Kodam Jaya kepada masyarakat.
Setelah menyelesaikan pendidikan Sesko TNI, Kristomei kembali mendapatkan penugasan di bidang operasi sebagai Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020 hingga 2022.
Ia kemudian dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) Iskandar Muda pada 2022.
Masih pada tahun yang sama, Kristomei mendapat penugasan sebagai Paban IV/Opsdagri Sops TNI hingga 2023.
Perjalanan kariernya berlanjut ketika dipercaya menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) pada 2023.
Sebagai Kadispenad, Kristomei bertanggung jawab dalam pengelolaan penerangan dan komunikasi publik TNI AD, termasuk penyampaian berbagai informasi resmi kepada masyarakat.
Pada 2024, ia kembali bertugas di lingkungan pendidikan militer dengan menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer.
Kristomei kemudian dipercaya menjadi Wakil Gubernur Akademi Militer, salah satu jabatan penting dalam pengelolaan pendidikan calon perwira TNI AD.
Diangkat menjadi Kapuspen TNI pada 2025
Perjalanan karier Kristomei berlanjut ketika dipercaya menjabat Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada 2025.
Sebelumnya, ia bertugas sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.
Pada 11 April 2025, Kristomei mengikuti kegiatan tradisi pelepasan di Akademi Militer sebelum menjalankan tugas baru di Markas Besar TNI.
Sebagai Kapuspen TNI, Kristomei memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasikan kegiatan penerangan, komunikasi publik, dan penyampaian informasi resmi terkait aktivitas TNI.
Jabatan tersebut juga menempatkannya dalam posisi strategis untuk menjembatani komunikasi antara institusi militer, pemerintah, dan masyarakat.
Pengalaman di bidang komunikasi ini menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak Kristomei sebelum akhirnya dipercaya mengemban jabatan yang lebih tinggi.
Menjabat Pangdam XXI/Radin Inten sebelum menjadi Kepala BNPB
Pada Agustus 2025, Kristomei mendapatkan penugasan baru sebagai Pangdam XXI/Radin Inten.
Kodam XXI/Radin Inten merupakan komando daerah militer yang membawahi wilayah Provinsi Lampung dan Bengkulu.
Penugasan tersebut memiliki arti penting bagi Kristomei karena wilayah Lampung merupakan daerah kelahirannya.
Sebagai pangdam, ia bertanggung jawab memimpin satuan TNI AD di wilayah komandonya sekaligus menjalankan tugas pembinaan teritorial dan mendukung pelaksanaan kebijakan pertahanan di tingkat daerah.
Pengalaman memimpin komando teritorial memberikan Kristomei kesempatan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai unsur masyarakat.
Jabatan sebagai Pangdam XXI/Radin Inten menjadi posisi terakhirnya sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNPB pada 15 Oktober 2026.
Daftar jabatan Kristomei Sianturi
Berikut rangkuman sejumlah jabatan yang pernah diemban Kristomei Sianturi sepanjang perjalanan karier militernya:
| Tahun | Jabatan |
|---|---|
| 2010–2012 | Wadanyonif Linud 328/Dirgahayu |
| 2012–2013 | Pabandya Lat Ops Kostrad |
| 2013–2014 | Danyonif Linud 305/Tengkorak |
| 2014–2016 | Dandim 0424/Tanggamus |
| 2016–2017 | Waasops Kasdivif 2/Kostrad |
| 2017 | Sespri Wakasad |
| 2017–2019 | Kapendam Jaya |
| 2020–2022 | Asops Kasdam I/Bukit Barisan |
| 2022 | Danrindam Iskandar Muda |
| 2022–2023 | Paban IV/Opsdagri Sops TNI |
| 2023–2024 | Kadispenad |
| 2024 | Danmentar Akademi Militer |
| 2024–2025 | Wakil Gubernur Akademi Militer |
| 2025 | Kapuspen TNI |
| 2025–2026 | Pangdam XXI/Radin Inten |
| 15 Oktober 2026 | Kepala BNPB |
Tugas baru sebagai Kepala BNPB
Pengangkatan Kristomei sebagai Kepala BNPB menandai peralihan tanggung jawab dari kepemimpinan militer menuju pengelolaan penanggulangan bencana secara nasional.
BNPB merupakan lembaga pemerintah yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebagai Kepala BNPB, Kristomei akan bertanggung jawab memimpin koordinasi penanggulangan bencana bersama kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait.
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi, termasuk gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan erupsi gunung berapi.
Kondisi tersebut menuntut BNPB untuk terus memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan efektif.
Pengalaman Kristomei di bidang operasi militer, kepemimpinan teritorial, pendidikan, dan komunikasi publik diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya.
Dengan pelantikan pada 15 Oktober 2026, Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi melanjutkan kepemimpinan BNPB dari Letjen TNI Suharyanto.
Penunjukan ini sekaligus menjadi fase baru perjalanan karier Kristomei setelah hampir tiga dekade mengabdi di lingkungan TNI, dengan tanggung jawab yang kini berfokus pada perlindungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

