PSS Sleman telah menyatakan kesiapannya untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027. Setelah menyelesaikan rangkaian uji coba pramusim, skuad berjuluk Super Elja ini dinilai semakin matang baik dari segi fisik maupun taktik permainan.

Tim PSS dijadwalkan akan memulai kompetisi dengan menghadapi Bali United dalam laga perdana yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat (4-9-2026) pukul 19.00 WIB.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, mengungkapkan adanya perkembangan positif yang signifikan sepanjang masa pramusim. Ia juga menilai para pemain baru perlahan mulai memahami skema permainan yang diinginkannya.

“Secara fisik dan taktis kami berkembang banyak. Pemain-pemain baru juga mendapat menit bermain di uji coba dan menyenangkan melihat semua orang mencapai kebugaran penuh. Saya pikir kami sudah siap,” ujar Huistra.

Huistra menambahkan, timnya sudah tidak sabar untuk segera memulai liga. “Kami siap untuk memulai liga. Kami juga sudah tidak sabar menunggu liga dimulai karena pertandingan latihan memang bagus, tetapi kami ingin bermain di laga yang sesungguhnya,” katanya.

Dari aspek taktik, Pieter Huistra melihat progres yang cukup berarti. Anak asuhnya kini semakin memahami tugas dan peran masing-masing dalam sistem permainan PSS Sleman.

“Ya, semakin baik. Tentu saja kami selalu ingin berkembang. Jadi, bahkan di liga nanti, setiap pertandingan kami mencoba menemukan hal-hal untuk ditingkatkan,” jelas Huistra.

Ia melanjutkan, “Tapi, sejauh ini jika melihat keseluruhan pramusim, para pemain baru sudah paham apa yang harus dilakukan. Jadi, ya, saya pikir kami sudah siap dan kami senang bisa memulai kompetisi yang sebenarnya, Super League.”

Menurut Huistra, sebagian besar pemain kini mampu bermain selama 90 menit penuh, sesuai dengan tuntutan di liga. “Sebagian besar pemain mampu bermain selama 90 menit, dan 90 menit itu juga yang harus dilakukan di liga nanti. Jadi ya, mereka siap. Dari segi kebugaran, mereka juga sudah siap,” imbuhnya.

Mantan pelatih Borneo FC ini mulai memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai komposisi pemain terbaik PSS. Empat laga uji coba yang telah dijalani menjadi kesempatan baginya untuk menjajal berbagai pemain di posisi yang berbeda.

Dalam empat pertandingan uji coba tersebut, PSS Sleman berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Kendal Tornado FC dan Persiku Kudus (6-1). Selain itu, tim juga bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang serta PSM Makassar.

Saat ini, fokus utama Huistra adalah menemukan kombinasi pemain yang paling ideal. Chemistry dan sinergi antarpemain menjadi salah satu faktor penting yang terus diamati oleh sang pelatih.

“Sekarang makin jelas pemain mana yang cocok di posisi mana. Tinggal melihat siapa yang bermain paling bagus jika dipasangkan dengan siapa, siapa yang punya sinergi. Ini tentu sangat penting,” papar Huistra.

Ia menambahkan, “Pemain sepak bola bukanlah robot. Suatu hari mereka bisa main lebih baik dibanding hari lainnya dan setiap saat sebagai pelatih Anda harus menemukan sinergi antarpemain tersebut. Itu harus terjadi pada hari H.”