— Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir memastikan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, siap digunakan sebagai salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026. Persiapan tersebut mencakup kondisi lapangan, pemasangan atribut stadion, hingga dukungan logistik serta transportasi bagi tim peserta.

Erick Thohir melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Kamis pagi, tepat sehari sebelum rangkaian pertandingan turnamen tersebut dimulai.

Inspeksi lapangan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kesiapan arena telah memenuhi standar penyelenggaraan turnamen di bawah naungan FIFA. “Saya ingin memastikan persiapan di Jalak Harupat berjalan seperti biasa. Seperti biasa artinya sudah baik. Makanya kita coba cek tadi branding-nya seperti apa. Alhamdulillah sudah mulai terpasang hampir 80 persen di lapangan,” ujar Erick selepas peninjauan.

Selain aspek visual stadion, kualitas rumput lapangan juga dipastikan berada dalam kondisi prima untuk menggelar pertandingan level internasional.

Erick menyebutkan bahwa kesiapan akomodasi, logistik, serta transportasi tim peserta turut mendapat dukungan penuh dari FIFA. “Logistik dan transportasi tim-tim yang bermain itu semua juga dari FIFA. Karena itu saya ucapkan terima kasih kepada FIFA yang sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada Indonesia,” katanya.

Stadion Si Jalak Harupat ditunjuk sebagai salah satu arena pertandingan untuk Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Tempat ini akan mendaulat jalannya laga Grup B yang mempertemukan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Menurut Erick, seluruh negara peserta telah mempersiapkan diri secara maksimal. Kehadiran turnamen dalam kalender resmi FIFA mewajibkan klub-klub di seluruh dunia untuk melepas pemain andalan mereka. “Karena turnamen ini di bawah jendelanya FIFA. Artinya semua klub di seluruh dunia harus melepas pemainnya. Nah ini yang membedakan FIFA ASEAN Cup, pertandingan-pertandingannya sangat layak untuk disaksikan,” jelas Erick.

Sebagai informasi, ajang ini merupakan turnamen perdana yang menggunakan format kompetisi baru di bawah otoritas FIFA. Wilayah Indonesia bertindak sebagai tuan rumah untuk pertandingan Divisi 1. Selain di Kabupaten Bandung, rangkaian laga juga dihelat di Jakarta, termasuk penyisihan Grup A yang melibatkan tim nasional Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Umum PSSI didampingi oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna serta Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto.

Erick menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, Polda Jawa Barat, serta para pemangku kepentingan yang mengawal persiapan turnamen. “Jadi terima kasih kalau Pak Bupati dan Pak Kapolda bisa mengundang masyarakat yang memang suka bola, supaya kita belajar bagaimana juga meningkatkan sepak bola di daerah-daerah atau di grassroot, dengan pertandingan-pertandingan berkelas supaya bisa menginspirasi,” ujarnya.

Guna memudahkan mobilitas penonton, pihak penyelenggara telah menyiapkan armada shuttle bus di beberapa titik penjemputan menuju stadion. Fasilitas ini diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas suporter yang hendak menyaksikan pertandingan.

Selain infrastruktur dan transportasi, kebersihan kawasan sekitar stadion turut menjadi perhatian agar penyelenggaraan event internasional ini memberikan kesan yang baik bagi publik.

“Karena ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola, tetapi bagaimana Pemerintah, Bapak Presiden ingin Indonesia punya event-event besar internasional. Salah satunya ini yang beliau dukung penuh, ada government guarantee, beliau tanda tangan langsung sehingga kita terpilih menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup,” jelas Erick.

Penyelenggaraan ajang olahraga skala global ini juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Mobilitas pemain, ofisial, hingga suporter berpotensi menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner, dan usaha masyarakat.

“Event ini juga pasti menggerakkan ekonomi dengan kehadiran banyak pihak. Maka seperti tadi saya sampaikan kepada Pak Bupati, menjadi showcase, ajang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, juga menunjukkan pembangunan infrastruktur,” tegas Erick.

Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 terbagi ke dalam dua divisi. Divisi 1 diselenggarakan di Indonesia, sedangkan Divisi 2 dipusatkan di Hong Kong.

Divisi 1 diikuti oleh delapan tim yang terbagi menjadi dua grup. Grup A dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sementara Grup B mempertemukan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Masing-masing grup bertanding menggunakan format setengah kompetisi, di mana juara grup akan langsung melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.