— PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi Loyal Metals Ltd. melalui anak usahanya di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA).

Akuisisi yang dilakukan pada 4 September 2026 ini mencakup 100% saham Loyal Metals Ltd., sebuah perusahaan yang terdaftar di Australia. Nilai total transaksi akuisisi ini mencapai Rp 1.004.742.244.136,50, atau setara dengan AUD 79.069.731,75.

Investor Asing Kembali Masuk Saham BUMI

Dalam sepekan terakhir, tepatnya periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) saham BUMI senilai Rp 83,2 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya (24-28 Agustus 2026) yang didominasi aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 132,1 miliar.

Secara keseluruhan, pasar BEI mencatat net buy investor asing sebesar Rp 2,3 triliun dalam sepekan terakhir, melanjutkan tren positif dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp 279,2 miliar.

Perdagangan pada Jumat, 4 September 2026, saham BUMI ditutup menguat 1,9% ke level Rp 210. Dalam sepekan, saham BUMI melonjak 10,5% dan dalam sebulan naik 25%. Namun, secara year to date (ytd), saham BUMI masih terkoreksi 42,6%.

Rekomendasi Beli Saham BUMI

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BUMI dengan target harga Rp 300. Target ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham sebesar 42,8% dari harga penutupan terakhir.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada metode valuasi sum of the parts (SOTP), yang menghitung nilai perusahaan dari penjumlahan nilai setiap unit bisnisnya. Samuel Sekuritas memproyeksikan kinerja Bumi Resources akan menguat pada kuartal III-2026 dan seterusnya.

Prospek penguatan kinerja BUMI didukung oleh peningkatan produksi emas Wolfram, pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta potensi penurunan biaya operasional seiring meredanya harga bahan bakar. Selain itu, prospek bisnis batu bara BUMI turut ditopang oleh potensi kenaikan harga akibat fenomena El Nino, sementara volume produksi relatif terjaga berkat penggunaan conveyor belt.

Transformasi Operasional dan Prospek Bisnis

Transformasi operasional Bumi Resources berjalan melalui dua jalur utama. Pertama, ekspansi bisnis emas melalui akuisisi Wolfram yang mulai berproduksi pada akhir Mei 2026 dan Loyal Metal Mining yang rampung pada Agustus 2026. Kedua, peningkatan prospek kinerja bisnis batu bara seiring potensi kenaikan harga akibat El Nino.

Dalam bisnis emas, Samuel Sekuritas memperkirakan produksi Wolfram akan meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan. Peningkatan ini terjadi seiring peralihan sumber material dari stockpile ke bijih hasil penambangan. Produksi Wolfram diproyeksikan mencapai target 15 kiloton (kt) atau 15 ribu ton setara tembaga pada 2026.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Namun, Samuel Sekuritas juga mengidentifikasi beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kemungkinan pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek sebelum dampak El Nino terasa, menyusul penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada Juli 2026. Risiko lain mencakup potensi keterlambatan eksekusi akuisisi, perlambatan peningkatan produksi Wolfram dari perkiraan, serta penurunan harga emas yang dapat menekan prospek BUMI.