Topik.id — Qualcomm mengonfirmasi detail awal mengenai platform chip flagship terbarunya, Snapdragon 8 series. Sorotan utama adalah kecepatan clock CPU Oryon yang mampu mencapai 5GHz, menjadikannya CPU mobile pertama yang menembus angka tersebut.
Perusahaan chip semikonduktor ini menyebut CPU Oryon sebagai “CPU mobile tercepat di dunia”. Klaim ini didukung oleh dua fitur utama, yaitu kecepatan clock 5GHz dan desain cache baru yang dinamai FlexCache.

Qualcomm menjelaskan bahwa pencapaian kecepatan 5GHz bukan sekadar hasil dari penggunaan proses manufaktur yang lebih kecil. Arsitektur CPU dirancang secara internal (in-house), di mana setiap inti (core) berjalan pada domain clock-nya sendiri. Hal ini memungkinkan setiap inti untuk mempercepat atau memperlambat kecepatannya secara independen, berbeda dari pendekatan semua inti berjalan pada kecepatan yang sama.
Pendekatan serupa telah diterapkan Qualcomm pada chip laptop Snapdragon X, yang juga mampu mencapai kecepatan hingga 5GHz. Kini, desain tersebut dibawa ke ranah smartphone.
Kecepatan clock merupakan salah satu aspek performa CPU. Dikombinasikan dengan Instruksi Per Siklus (IPC) yang kuat, kecepatan clock yang lebih tinggi dapat mempercepat pembukaan aplikasi, membuat pengalaman menjelajah web lebih mulus, dan menangani tugas berat seperti gaming serta penyuntingan video. CPU juga memegang peranan penting dalam agen kecerdasan buatan (AI) untuk penjadwalan dan koordinasi tugas.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series Akan Miliki FlexCache Baru
Perubahan signifikan lainnya adalah fitur FlexCache. CPU Oryon terbaru ini menggunakan desain cache dua tingkat. Setiap inti memiliki cache instruksi L1 yang besar, sementara cache L2 ditempatkan langsung di dalam CPU untuk akses yang lebih cepat.
FlexCache kemudian mengelompokkan cache L2 menjadi ruang bersama yang dapat diakses oleh semua inti CPU. Alih-alih setiap inti terbatas pada bagian cache tetapnya, sistem dapat memindahkan sumber daya sesuai kebutuhan inti.

Qualcomm menyatakan fitur ini sangat berguna di tengah kelangkaan memori yang dihadapi industri. Dengan lebih banyak data tersimpan di cache CPU, prosesor tidak perlu terlalu sering mengakses memori sistem.
Fitur FlexCache berpotensi memberikan perbedaan dalam berbagai skenario. Agen AI yang menjalankan beberapa langkah pada inti CPU yang berbeda dapat menyimpan data di cache bersama tanpa perlu memuat ulang. Game dapat menikmati frame rate yang lebih konsisten dan minim penurunan. Perpindahan antar aplikasi juga terasa lebih cepat karena tugas dapat mengakses data yang sudah ada di cache.
Penyuntingan video menjadi contoh lain. Tugas seperti decoding, penerapan efek, dan ekspor dapat berpindah antar inti CPU. Dengan akses cache bersama, tugas-tugas tersebut dapat mentransfer data antar inti secara lebih efisien daripada bergantung pada bus interkoneksi.
Saat ini, Qualcomm baru mengungkap detail mengenai CPU. Perusahaan berjanji akan membagikan rincian mengenai GPU dan NPU dalam publikasi mendatang.
Ikuti Topik.id
