— Pebulu tangkis muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, memilih memanfaatkan hasil kerja kerasnya di dunia olahraga dengan cara yang produktif. Setelah meraih sejumlah apresiasi dari berbagai turnamen, atlet yang akrab disapa Ubed tersebut memutuskan membangun gelanggang olahraga atau GOR di kampung halamannya di Madura.

Pilihan itu menjadi salah satu bentuk pengelolaan bonus yang diterima Zaki selama menjalani karier sebagai atlet profesional. Selain dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, sebagian pendapatan dari hadiah pertandingan juga disiapkan sebagai investasi. Kesuksesan meraih medali emas bersama tim beregu putra pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya turut menambah apresiasi yang diterimanya.

Zaki Pilih Bangun GOR dari Hasil Jerih Payah

Bagi Zaki, bonus dan hadiah yang datang setelah meraih prestasi bukan sesuatu yang harus menjadi tekanan. Ia justru berusaha mengatur hasil yang diperoleh agar bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut adalah pembangunan GOR di rumah atau kampung halamannya. Fasilitas olahraga itu dipandang sebagai bagian dari investasi sekaligus menjadi bentuk kontribusi terhadap lingkungan tempat ia tumbuh.

Zaki juga tidak melupakan peran keluarganya dalam perjalanan karier. Sebagian apresiasi yang diterima diberikan kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk penghargaan atas dukungan selama dirinya menekuni bulu tangkis.

“Kalau buat saya sih tidak. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga,” kata Ubed.

Keputusan tersebut dilakukan di tengah pencapaian penting Zaki bersama tim nasional Indonesia. Ia menjadi bagian dari skuad beregu putra yang berhasil membawa pulang medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Bonus Rp2 Miliar untuk Tim Beregu Putra

Prestasi tim beregu putra Indonesia di Asian Games 2026 juga mendapat apresiasi dari PP PBSI. Induk organisasi bulu tangkis nasional tersebut memberikan bonus senilai Rp2 miliar kepada skuad yang berhasil merebut medali emas.

Dana tersebut kemudian dibagikan secara merata kepada para pemain yang memperkuat tim beregu putra. Bonus itu menjadi bagian dari total apresiasi yang disiapkan PP PBSI untuk para atlet Indonesia yang berhasil meraih medali di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Secara keseluruhan, PP PBSI menyiapkan dana apresiasi sebesar Rp4,5 miliar untuk para pebulutangkis yang menyumbangkan dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Leo/Daniel Mendapat Bonus Rp1 Miliar

Selain tim beregu putra, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga memperoleh penghargaan atas keberhasilan mereka merebut medali emas pada nomor ganda putra.

Leo/Daniel mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar dari PP PBSI. Prestasi tersebut menambah daftar pencapaian Indonesia dari cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026.

Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang meraih medali perak pada nomor ganda campuran mendapat apresiasi sebesar Rp500 juta.

Bonus dengan nilai yang sama juga diberikan kepada tim beregu putri yang berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia.

Alwi Farhan dan Fajar/Fikri Juga Mendapat Apresiasi

PP PBSI turut memberikan bonus kepada atlet lain yang membawa pulang medali dari Asian Games 2026. Tunggal putra Alwi Farhan mendapatkan apresiasi sebesar Rp250 juta atas pencapaiannya.

Nominal yang sama diberikan kepada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Dengan demikian, penghargaan tersebut diberikan kepada para atlet berdasarkan kontribusi mereka dalam perolehan medali Indonesia di Asian Games 2026.

Bagi Zaki Ubaidillah, apresiasi yang diterima bukan sekadar hadiah atas pencapaian di lapangan. Ia memilih mengelolanya untuk keluarga sekaligus membangun fasilitas olahraga dan menyiapkan investasi yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.