— Persija Jakarta resmi mendatangkan Marselino Ferdinan pada Rabu (23/9/2026), menjelang berakhirnya pendaftaran pemain Super League 2026/2027. Kepindahan ini bukan hanya membawa gelandang berusia 22 tahun tersebut kembali ke kompetisi Indonesia, tetapi juga mempertemukannya kembali dengan Shin Tae-yong dan sejumlah pemain Timnas Indonesia di skuad Macan Kemayoran.

Marselino mendapat kontrak selama dua musim dari Persija. Ia datang setelah sebelumnya berkarier di Eropa bersama KMSK Deinze, Oxford United, dan sempat menjalani masa peminjaman di Slovakia.

Kehadirannya menambah opsi Shin Tae-yong di lini tengah Persija sekaligus menciptakan nuansa reuni bagi sejumlah figur yang sebelumnya pernah bersama-sama memperkuat Timnas Indonesia.

Marselino Kembali Bertemu Shin Tae-yong

Salah satu hal menarik dari kepindahan Marselino ke Persija adalah pertemuannya kembali dengan Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut resmi ditunjuk menjadi pelatih kepala Persija pada 8 Juni 2026. Ia dipercaya memimpin Macan Kemayoran menghadapi Super League 2026/2027 setelah sebelumnya dikenal luas melalui kiprahnya bersama Timnas Indonesia.

Marselino bukan sosok asing bagi Shin Tae-yong. Justru di era STY, pemain kelahiran Surabaya tersebut berkembang menjadi salah satu bagian penting dalam regenerasi Timnas Indonesia.

Marselino mendapatkan debutnya bersama Timnas senior pada 2022 ketika Shin Tae-yong masih menjadi pelatih. Sejak saat itu, namanya beberapa kali menjadi pilihan STY di berbagai turnamen dan pertandingan internasional.

Marselino juga menjadi bagian dari skuad Indonesia yang menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 serta perjalanan Garuda hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Hingga kepindahannya ke Persija, Marselino tercatat telah mengoleksi 38 penampilan bersama Timnas Indonesia dengan torehan lima gol dan dua assist.

Kini hubungan pelatih dan pemain tersebut berlanjut di level klub.

Bedanya, jika sebelumnya Shin Tae-yong memberikan instruksi kepada Marselino ketika mengenakan seragam Merah Putih, keduanya sekarang akan bekerja bersama untuk membawa Persija bersaing di kompetisi domestik.

Persija Punya Banyak Pemain Timnas Indonesia

Marselino juga tidak akan merasa benar-benar berada di lingkungan baru.

Skuad Persija musim ini dihuni sederet pemain yang memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia. Bahkan hanya sehari sebelum Marselino diperkenalkan, Persija mengumumkan enam pemainnya telah bergabung dengan Timnas Indonesia.

Enam pemain tersebut adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, Rayhan Hannan, dan Shayne Pattynama.

Situasi tersebut membuat Persija memiliki konsentrasi pemain berlabel Timnas yang cukup besar.

Beberapa di antara mereka juga memiliki hubungan panjang dengan Shin Tae-yong ketika pelatih asal Korea Selatan tersebut masih menangani Garuda.

Rizky Ridho, misalnya, menjadi salah satu pemain yang sering mendapatkan kepercayaan STY di lini pertahanan Timnas Indonesia. Begitu pula Nadeo Argawinata yang pernah menjadi pilihan di bawah mistar Garuda.

Jordi Amat dan Shayne Pattynama juga menjadi bagian dari Timnas dalam periode kepelatihan Shin Tae-yong.

Sementara Dony Tri Pamungkas merupakan pemain muda yang mendapat kesempatan berkembang di lingkungan Timnas pada era STY.

Karena itu, masuknya Marselino semakin memperkuat nuansa reuni sejumlah pemain yang sebelumnya pernah bekerja bersama Shin Tae-yong.

Ada Witan Sulaeman

Nama lain yang tidak bisa dilepaskan dari reuni Marselino di Persija adalah Witan Sulaeman.

Persija memastikan Witan tetap bertahan bersama klub untuk tiga musim ke depan pada Juli 2026. Menariknya, Witan secara terbuka menyebut kehadiran Shin Tae-yong menjadi salah satu alasan dirinya melanjutkan perjalanan bersama Macan Kemayoran.

Witan dan Marselino memiliki sejarah panjang bersama Timnas Indonesia.

Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam skuad asuhan Shin Tae-yong, baik dalam kelompok umur maupun Timnas senior.

Pada SEA Games 2021 yang berlangsung pada 2022, misalnya, Marselino dan Witan menjadi bagian dari lini tengah Garuda Muda di bawah arahan STY.

Sekarang, keduanya kembali berada dalam satu ruang ganti bersama Persija.

Bagi Shin Tae-yong, keberadaan sejumlah pemain yang sudah memahami karakter serta metode kepelatihannya dapat menjadi keuntungan tersendiri dalam membangun permainan Macan Kemayoran.

STY sebelumnya mengatakan ingin Persija tampil dengan mobilitas tinggi dan mengembangkan konsep permainan yang menuntut pemain aktif bergerak serta saling mengisi ruang.

Ia juga menginginkan Persija memainkan sepak bola menyerang, berbeda dengan sejumlah pendekatan yang pernah digunakannya bersama Timnas ketika harus menghadapi lawan dengan level kekuatan lebih tinggi.

Marselino Jadi Tambahan Baru Lini Tengah Persija

Kedatangan Marselino membuat pilihan Persija di sektor tengah semakin bertambah.

Manajemen Macan Kemayoran berharap kualitas dan pengalaman internasional Marselino dapat membantu tim dalam menjalani persaingan Super League 2026/2027.

Namun, Persija masih harus menunggu proses pemulihan Marselino. Pemain berusia 22 tahun itu diketahui menjalani operasi lutut pada pertengahan Agustus 2026 setelah mengalami cedera ketika mengikuti kegiatan bersama Timnas Indonesia.

Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, berharap Marselino dapat segera pulih dan bergabung dengan rekan-rekan barunya.

“Kami berharap cederanya bisa pulih secepatnya dan Marselino dapat segera bergabung dengan tim. Kita semua tahu kemampuan Marselino begitu luar biasa. Kami yakin dengan modal yang ia miliki dapat berkontribusi besar bagi Persija di sisa musim ini,” ujar Ardhi.

Kepindahan ke Persija sekaligus mengakhiri petualangan Marselino di Eropa yang dimulai setelah dirinya meninggalkan Persebaya Surabaya pada awal 2023.

Marselino sebelumnya memperkuat KMSK Deinze di Belgia sebelum bergabung dengan Oxford United pada 2024. Kini ia kembali ke Indonesia untuk memulai babak baru bersama Persija.

Bagi Marselino, Jakarta pun menjadi tempat reuni.

Ia kembali dilatih Shin Tae-yong dan akan berbagi ruang ganti dengan nama-nama yang tidak asing dari Timnas, mulai dari Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, Rayhan Hannan hingga Witan Sulaeman.

Dengan komposisi tersebut, aroma Timnas Indonesia—khususnya pemain yang pernah memiliki perjalanan bersama Shin Tae-yong—menjadi semakin terasa di skuad Persija musim 2026/2027.