Saham

Saham BBCA dan BBRI Diserok Investor Saat Alami Tekanan ARB

Saham BBCA dan BBRI ramai diserok investor di tengah kejatuhan pasar akibat sentimen MSCI. Simak ulasan valuasi dan rekomendasi saham perbankan.

Saham BBCA dan BBRI Diserok Investor Saat Alami Tekanan ARB
Bank BCA

Sejumlah saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau diburu oleh investor di tengah tekanan pasar yang terjadi pada sesi kedua perdagangan Senin (19/10/2026).

Sekitar pukul 14.10 WIB, pergerakan saham BBCA masih mencatatkan pelemahan sebesar 6,86% dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level Rp 4.820. Kondisi serupa juga dialami oleh saham BBRI yang anjlok 6,82% hingga mentok di level ARB Rp 2.460.

Kendati mengalami kejatuhan harga, aktivitas transaksi pada kedua saham tersebut terpantau sangat tebal. Nilai transaksi saham BCA telah menembus angka Rp 1,47 triliun, sementara nilai transaksi saham BBRI bahkan telah mencapai Rp 1,49 triliun.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas saat pemberitaan ini disusun, aksi pembelian bersih atau net buy tercatat masif pada kedua emiten bank besar tersebut. Saham BBCA membukukan net buy sebesar Rp 994,2 miliar dengan harga rata-rata Rp 4.823, sedangkan saham BBRI mencetak net buy sebesar Rp 887,9 miliar pada harga rata-rata Rp 2.468.

Valuasi Saham Perbankan Setara Masa Krisis

Tekanan yang melanda saham-saham perbankan ini dipicu oleh sentimen negatif dari MSCI yang membuat valuasi sejumlah bank besar mendekati, bahkan melampaui level terendah pada masa pandemi Covid-19.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia, menjelaskan bahwa tekanan tersebut lebih didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia ketimbang pelemahan pada sisi fundamental perbankan.

Sebelumnya, MSCI membuka ruang konsultasi terkait wacana penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Masukan dari pelaku pasar diterima hingga 30 April 2027, dengan keputusan final yang dijadwalkan rilis paling lambat pada 30 Juni 2027.

Wacana dari MSCI itu sempat memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11,6% ke level 5.185 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pada hari yang sama, saham BBCA, BBRI, dan BMRI masing-masing terkoreksi 15%, sementara BBNI merosot 13%.

“Saat ini, valuasi saham bank setara dengan saat masa krisis,” tulis Victor dan Nataniella dalam riset mereka pada Senin (19/10/2026).

Merujuk pada proyeksi tahun 2026, rasio price to book value (PBV) BBCA berada di level 2,1 kali, angka ini tercatat lebih rendah ketimbang titik terendah saat pandemi yang mencapai 2,9 kali.

Sementara itu, PBV BBRI berada di level 1,2 kali, BMRI sebesar 1 kali, dan BBNI menyentuh 0,6 kali. Posisi ketiganya sudah sangat mendekati level terendah saat pandemi, yakni masing-masing di level 1,1 kali, 0,9 kali, dan 0,5 kali.

Victor menambahkan, saat ini saham-saham perbankan diperdagangkan pada kisaran price to earnings ratio (PER) 5,3 hingga 10,5 kali. Tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) berada di kisaran 11,8 sampai 20,8%, serta menawarkan imbal hasil dividen atau dividend yield antara 6,8 hingga 13,1%.

Kendati demikian, tingginya porsi kepemilikan asing yang masih berada di kisaran 53 hingga 69% pada bank-bank besar tetap menyisakan risiko potensi tekanan jual lanjutan apabila rencana penurunan klasifikasi oleh MSCI benar-benar terealisasi.

Daftar Rekomendasi dan Target Harga Saham Bank

BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan Tanah Air. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) ditempatkan sebagai pilihan utama dalam riset tersebut.

Analis menyoroti sejumlah indikator fundamental BTPS, mulai dari PER sebesar 5 kali, PBV 0,6 kali, ROE 13,2%, hingga imbal hasil dividen mencapai 12%. Selain itu, rasio leverage emiten ini tercatat rendah di level 2,3 kali dengan porsi kepemilikan asing sebesar 15%, serta telah mengantongi restu untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 1 triliun.

Berikut adalah tabel daftar rekomendasi serta target harga saham perbankan dari BRI Danareksa Sekuritas:

Nama EmitenKode SahamRekomendasiTarget Harga
Bank Central AsiaBBCABuyRp 8.600
Bank Rakyat IndonesiaBBRINon-rated–
Bank MandiriBMRIBuyRp 6.200
Bank Negara IndonesiaBBNIBuyRp 4.800
Bank Syariah IndonesiaBRISBuyRp 3.100
Bank Tabungan NegaraBBTNBuyRp 1.500
BTPN SyariahBTPSBuyRp 1.400
Bank CIMB NiagaBNGABuyRp 2.100

Meskipun memiliki prospek yang menarik, pihak analis mengingatkan bahwa sektor perbankan masih dibayangi oleh sejumlah faktor risiko utama. Risiko tersebut meliputi potensi penurunan kualitas aset, serta dinamika suku bunga acuan dan tingkat inflasi yang berpotensi melampaui perkiraan awal.