Saham

Saham GOTO Diborong Investor Asing Rp288,3 Miliar Saat IHSG Anjlok

Saham GOTO mencatat net buy asing Rp288,3 miliar saat IHSG tertekan. Harga GOTO turun 7,4 persen di tengah aksi jual besar investor asing.

Saham GOTO Diborong Investor Asing Rp288,3 Miliar Saat IHSG Anjlok
Foto: Dok. GoTo

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan pergerakan yang berbeda dari mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026). Ketika investor asing melepas kepemilikan saham dalam jumlah besar di tengah gejolak pasar, GOTO justru mencatatkan pembelian bersih asing tertinggi dibandingkan saham lainnya.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan net buy GOTO senilai Rp288,3 miliar di pasar reguler. Aksi akumulasi tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam dan sejumlah saham unggulan menjadi sasaran penjualan investor global.

GOTO Dibeli Asing Saat Harga Melemah

Meski mencatatkan pembelian bersih asing yang besar, pergerakan harga GOTO masih berada di zona merah. Saham perusahaan teknologi tersebut ditutup turun 7,4 persen ke level Rp25 per saham pada perdagangan Jumat.

Tekanan harga juga terlihat dalam periode yang lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, saham GOTO telah terkoreksi 16,6 persen. Sementara itu, secara bulanan, penurunannya mencapai 50 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pembelian bersih investor asing belum mampu menahan tekanan harga saham GOTO. Namun, transaksi tersebut menjadi perhatian karena berlangsung ketika investor asing secara keseluruhan justru melakukan pelepasan saham dalam skala besar.

Pergerakan GOTO pun menjadi salah satu sorotan di tengah ketidakpastian pasar modal domestik, terutama setelah IHSG mengalami penurunan tajam pada akhir pekan.

Aksi Jual Asing Tekan Pasar Saham Indonesia

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terlihat dari transaksi investor asing sepanjang perdagangan Jumat. IHSG dilaporkan anjlok 678,6 poin atau 11,5 persen hingga ditutup pada level 5.185,1.

Di seluruh pasar, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,3 triliun. Dengan transaksi tersebut, akumulasi penjualan bersih asing sepanjang tahun berjalan meningkat menjadi Rp88,19 triliun berdasarkan data BEI.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler. Nilai net sell BBCA mencapai Rp2,3 triliun, mencerminkan besarnya tekanan yang dialami saham perbankan di tengah gejolak pasar.

Di tengah kondisi tersebut, transaksi pembelian GOTO menjadi kontras dengan arus dana asing yang secara keseluruhan keluar dari pasar saham Indonesia.

Investasi Coeli Jadi Sorotan Investor

Perhatian terhadap GOTO dan BBCA juga meningkat setelah Coeli Asset Management, perusahaan pengelola investasi asal Swedia, mulai menempatkan dana pada saham Indonesia. Alokasi awal investasi tersebut mencapai hampir 6 persen dari total dana kelolaannya, dengan GOTO dan BBCA masuk dalam portofolio awal.

Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menilai keputusan FTSE memberikan sinyal pengakuan terhadap langkah reformasi pasar modal Indonesia. Perbaikan yang disoroti mencakup transparansi kepemilikan saham dan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.

Meski demikian, Jason mengingatkan bahwa perkembangan tersebut belum cukup untuk memastikan pasar saham Indonesia memasuki fase pemulihan berkelanjutan.

FTSE masih memantau perkembangan pasar dan menunda perubahan indeks tertentu hingga Desember. Sementara itu, IHSG masih mencatat pelemahan sekitar 30 persen sepanjang tahun berjalan.

Dengan situasi pasar yang belum stabil, transaksi asing pada GOTO menjadi perhatian, tetapi belum dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai arah pergerakan saham tersebut ke depan.