Gadget

Sam Altman Temui 50 Eksekutif Samsung dan Bos SK di Korea Selatan, Bahas Kerja Sama AI

CEO OpenAI Sam Altman menemui 50 eksekutif Samsung dan bos SK Group di Korea Selatan untuk membahas AI, chip memori, dan pusat data.

Sam Altman Temui 50 Eksekutif Samsung dan Bos SK di Korea Selatan, Bahas Kerja Sama AI
Sam Altman (Sumber: AFP)

CEO OpenAI, Sam Altman, melakukan kunjungan singkat ke Korea Selatan untuk bertemu sekitar 50 eksekutif senior Samsung Group serta Chairman SK Group, Chey Tae-won. Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI), strategi transformasi perusahaan, dan peluang penguatan kerja sama infrastruktur AI.

Altman tiba di Korea Selatan pada Jumat (30/10/2026) malam untuk menjalani kunjungan selama dua hari. Dalam agenda tersebut, ia didampingi sejumlah pimpinan OpenAI dari bidang perangkat keras, penjualan, pengembangan bisnis, dan sumber daya manusia.

Pertemuan dengan para eksekutif Samsung berlangsung di Samsung Human Resources Development Center, Yongin, Provinsi Gyeonggi, yang terletak di sebelah selatan Seoul.

Setelah menjalani agenda bersama Samsung, Altman juga mengadakan pertemuan makan siang dengan Chairman SK Group, Chey Tae-won, serta sejumlah eksekutif SK hynix dan SK Telecom.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika OpenAI terus memperluas kebutuhan infrastruktur komputasi untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian model AI, termasuk melalui kerja sama dengan perusahaan semikonduktor Korea Selatan.

Sam Altman bertemu 50 eksekutif Samsung

Samsung Group mengundang Sam Altman untuk menghadiri seminar kepemimpinan yang mengangkat tema The Next 10 Years Shaped by AI: The Enterprise’s Choice, atau sepuluh tahun mendatang yang dibentuk oleh AI dan pilihan perusahaan.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 eksekutif dari berbagai anak perusahaan Samsung, meliputi sektor elektronik, keuangan, dan bioteknologi.

Sejumlah pimpinan penting Samsung turut menghadiri pertemuan tersebut, antara lain Jeon Young-hyun selaku Wakil Chairman dan Kepala Divisi Device Solutions Samsung Electronics, serta Roh Tae-moon yang memimpin Divisi Device eXperience.

Hadir pula Choi Joo-sun dari Samsung SDI, Chang Duk-hyun dari Samsung Electro-Mechanics, dan Song Yong-ho yang memimpin pusat AI pada divisi semikonduktor Samsung Electronics.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan kepemimpinan Samsung untuk mempercepat penerapan AI dalam operasional dan pengambilan keputusan perusahaan.

Pembahasan mencakup arah perkembangan AI dalam sepuluh tahun mendatang, pemanfaatan teknologi tersebut dalam bisnis, serta peluang usaha baru yang dapat terbentuk.

Selain itu, Samsung dan Altman mendiskusikan perubahan kemampuan yang dibutuhkan para pemimpin perusahaan ketika sistem AI semakin banyak digunakan dalam aktivitas bisnis.

Dalam pertemuan tersebut, Altman menekankan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan tidak cukup diperoleh hanya dengan mengadopsi teknologi AI.

Menurutnya, faktor penentu justru terletak pada kemampuan perusahaan memanfaatkan AI untuk bergerak lebih cepat, menghasilkan produk lebih baik, dan mempertahankan posisi di tengah persaingan.

Sam Altman juga bertemu Chairman SK Group Chey Tae-won

Selain menghadiri seminar bersama Samsung, Altman bertemu Chairman SK Group, Chey Tae-won, di Seoul pada hari yang sama.

Pertemuan tersebut turut melibatkan sejumlah pimpinan dari SK hynix dan SK Telecom, dua perusahaan yang memiliki peran dalam industri semikonduktor dan infrastruktur telekomunikasi Korea Selatan.

Rincian pembicaraan antara Altman dan Chey Tae-won tidak diumumkan secara lengkap.

Namun, perhatian industri tertuju pada peluang kelanjutan kerja sama antara OpenAI dan SK Group, terutama dalam penyediaan chip memori berkecepatan tinggi serta pembangunan pusat data AI.

SK hynix merupakan salah satu produsen utama High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori yang digunakan dalam perangkat komputasi berperforma tinggi, termasuk akselerator AI.

Sementara itu, SK Telecom memiliki kegiatan usaha di bidang telekomunikasi dan layanan infrastruktur digital yang berkaitan dengan kebutuhan pusat data.

Pertemuan dengan pimpinan SK berlangsung setelah OpenAI dan grup usaha Korea Selatan tersebut sebelumnya menjalin kerja sama terkait infrastruktur AI.

Meski demikian, belum ada pengumuman resmi mengenai kontrak pasokan chip baru atau nilai investasi tambahan yang disepakati secara khusus dalam pertemuan pada 31 Oktober 2026.

Samsung dan OpenAI sebelumnya bekerja sama dalam proyek Stargate

Kunjungan Sam Altman ke Korea Selatan juga berkaitan dengan hubungan bisnis yang telah dibangun OpenAI bersama Samsung dan SK Group.

Pada Oktober 2025, Samsung Electronics dan OpenAI menandatangani surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LOI) untuk memperluas kerja sama pengembangan infrastruktur AI global.

Kerja sama tersebut mencakup dukungan pasokan semikonduktor memori bagi proyek Stargate, yaitu inisiatif pembangunan infrastruktur komputasi AI dalam skala besar.

Samsung Electronics berperan melalui kemampuan produksi semikonduktornya, sedangkan sejumlah perusahaan lain dalam Samsung Group menjajaki peluang pengembangan infrastruktur pendukung.

Samsung SDS terlibat dalam pembahasan pembangunan pusat data serta penyediaan layanan AI untuk perusahaan.

Samsung C&T dan Samsung Heavy Industries juga menjajaki pengembangan konsep pusat data terapung di laut sebagai salah satu bentuk infrastruktur komputasi masa depan.

Hubungan kerja sama tersebut berlanjut sepanjang 2026, termasuk melalui kunjungan Chairman Samsung Electronics, Lee Jae-yong, ke kantor pusat OpenAI di San Francisco pada Juli lalu.

Dalam kunjungan terbaru Altman, tidak dilaporkan adanya agenda pertemuan khusus dengan Lee Jae-yong. Namun, sejumlah pimpinan utama berbagai divisi Samsung tetap menghadiri sesi diskusi di Yongin.

Sam Altman hadiahkan Codex Micro Keyboard kepada eksekutif Samsung

Selain membahas strategi bisnis, Altman juga memperkenalkan perangkat bernama Codex Micro Keyboard kepada sejumlah eksekutif Samsung.

Perangkat tersebut dirancang untuk memudahkan penggunaan Codex, agen pemrograman AI yang dikembangkan OpenAI.

Dalam dokumentasi kegiatan, Altman terlihat menyerahkan perangkat tersebut kepada Song Yong-ho, pimpinan pusat AI di Divisi Device Solutions Samsung Electronics.

Kehadiran perangkat tersebut menjadi salah satu bagian dari pertemuan yang menyoroti penggunaan AI dalam aktivitas kerja perusahaan.

Codex merupakan teknologi yang membantu pengguna mengerjakan tugas pengembangan perangkat lunak, termasuk penulisan kode dan berbagai pekerjaan pemrograman.

Penggunaan agen AI seperti Codex menjadi salah satu contoh penerapan kecerdasan buatan di luar layanan percakapan, terutama untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan teknis.

Namun, penyerahan Codex Micro Keyboard dalam kegiatan tersebut tidak disertai pengumuman mengenai peluncuran komersial perangkat untuk konsumen umum.

Kebutuhan chip memori menjadi perhatian industri AI

Industri semikonduktor Korea Selatan memiliki posisi penting dalam rantai pasokan global, terutama melalui Samsung Electronics dan SK hynix.

Kedua perusahaan tersebut memproduksi berbagai jenis memori yang digunakan dalam komputer, server, dan sistem komputasi AI.

Salah satu komponen yang semakin dibutuhkan adalah HBM, memori dengan bandwidth tinggi yang digunakan bersama GPU dan akselerator AI.

Peningkatan kebutuhan komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI mendorong permintaan terhadap perangkat keras tersebut.

Bagi OpenAI, ketersediaan chip memori dan kapasitas pusat data menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur untuk memperluas layanan AI.

Di sisi lain, produsen semikonduktor memiliki peluang bisnis dari meningkatnya permintaan memori untuk kebutuhan komputasi berperforma tinggi.

Kondisi tersebut membuat hubungan kerja sama antara perusahaan pengembang AI dan produsen chip semakin penting.

Meski demikian, pembahasan mengenai pasokan memori dalam pertemuan dengan SK Group masih berdasarkan laporan dan penilaian pelaku industri. Rincian hasil negosiasi maupun kemungkinan kontrak baru belum diumumkan secara resmi.

OpenAI memperkuat hubungan dengan perusahaan Korea Selatan

Kunjungan Sam Altman pada akhir Oktober 2026 memperlihatkan kelanjutan hubungan OpenAI dengan dua kelompok usaha terbesar Korea Selatan yang bergerak dalam teknologi dan infrastruktur digital.

Pertemuan bersama Samsung lebih banyak membahas strategi pemanfaatan AI dalam perusahaan, termasuk perubahan manajemen dan peluang bisnis yang akan muncul pada masa mendatang.

Sementara itu, pertemuan dengan pimpinan SK Group menjadi perhatian karena hubungan kedua pihak dalam bidang pasokan semikonduktor dan pembangunan pusat data.

Setelah menyelesaikan agenda di Korea Selatan pada Sabtu (31/10/2026), Altman dilaporkan meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama.

Hingga Senin (2/11/2026), belum terdapat pengumuman mengenai kesepakatan investasi baru yang secara khusus dihasilkan dari rangkaian pertemuan tersebut.

Namun, kerja sama yang sudah dibangun melalui proyek Stargate dan pengembangan infrastruktur AI tetap menjadi bagian penting dari hubungan bisnis OpenAI, Samsung, dan SK Group.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika kebutuhan komputasi kecerdasan buatan terus meningkat dan perusahaan teknologi berupaya mengamankan pasokan komponen serta infrastruktur untuk mendukung pengembangan AI dalam jangka panjang.