Topik.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada satu jam perdagangan Rabu (14/10/2026). Penguatan indeks diikuti kenaikan sejumlah saham yang mencatat pertumbuhan lebih dari 20%, termasuk tiga emiten yang mencapai batas auto rejection atas (ARA).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bertambah 32,53 poin atau 0,55% ke posisi 5.958,51. Sepanjang perdagangan awal, indeks bergerak dalam rentang 5.906 hingga 5.985, mencerminkan pergerakan pasar yang bervariasi di tengah dominasi saham-saham yang menguat.
Aktivitas Transaksi Saham di Awal Perdagangan
Dalam satu jam pertama, volume perdagangan mencapai 11,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,63 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 455.079 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 341 saham bergerak naik, sedangkan 234 saham melemah dan 203 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Penguatan juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks tersebut naik 1,1% pada periode yang sama, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IHSG.
Sentimen positif turut mewarnai bursa regional Asia. Hang Seng Hong Kong menguat 0,32%, Shanghai Composite China naik 0,27%, dan Nikkei Jepang bertambah 0,61%. Sementara itu, Straits Times Singapura mencatat kenaikan lebih terbatas sebesar 0,04%.
SONA, ARTA, dan BIKE Tembus Batas ARA
Sejumlah emiten mencatat kenaikan harga signifikan dan masuk jajaran top gainers. Tiga saham bahkan menyentuh batas auto rejection atas, yakni mekanisme pembatasan kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan.
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) memimpin kelompok tersebut dengan kenaikan 25% ke level Rp3.450 per saham. Berikutnya, PT Arthavest Tbk (ARTA) melonjak 24,65% menjadi Rp2.680, sedangkan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) meningkat 24,32% ke posisi Rp4.140.
Kenaikan lebih dari 20% juga dialami sejumlah emiten lain. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 22,57% menjadi Rp2.770 per saham, sementara PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menguat 22,14% ke Rp1.710.
Selain itu, PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) bertambah 20,91% menjadi Rp133. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) juga mencatat kenaikan 20,77% ke level Rp4.070.
BUVA dan ALKA Masuk Daftar Top Losers
Di sisi berlawanan, beberapa saham mengalami tekanan harga cukup dalam. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 11,86% menjadi Rp520 per saham, sedangkan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) terkoreksi 10,58% ke Rp6.975.
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melemah 10% ke Rp90. Penurunan berikutnya dialami PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) sebesar 8,62% menjadi Rp106 dan PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) yang turun 6,9% ke Rp27.
Pergerakan saham yang beragam menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak terjadi merata pada seluruh emiten. Investor tetap perlu mencermati perubahan harga, volume transaksi, dan risiko setiap saham sebelum mengambil keputusan investasi.


