Topik.id — TikTok kembali memperbarui pengalaman interaksi di dalam platformnya dengan menghadirkan sejumlah fitur baru pada kolom komentar. Pengguna nantinya tidak hanya dapat meninggalkan komentar dalam bentuk teks, tetapi juga menyampaikan respons melalui suara, foto, maupun jajak pendapat.
Pembaruan tersebut mencakup Komentar Suara, fitur jajak pendapat, photo carousel, serta komentar menggunakan Live Photo. TikTok menilai perubahan ini dapat membuat percakapan di bawah sebuah video menjadi lebih hidup sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi kreator dan penonton untuk berinteraksi.
Komentar Suara Bawa Percakapan ke Format Audio
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah Komentar Suara atau voice note. Fitur ini memungkinkan pengguna merekam pesan audio dengan durasi maksimal satu menit dan mengunggahnya langsung ke kolom komentar sebuah video.
Untuk menggunakannya, pengguna cukup mengetuk ikon mikrofon yang tersedia di area komentar. Setelah rekaman dikirim, pengguna lain dapat memutarnya secara langsung dari kolom komentar tanpa perlu berpindah ke fitur pesan pribadi.
TikTok melihat format audio sebagai bagian penting dari karakter platformnya. Musik, suara, dan potongan audio selama ini menjadi elemen yang kerap mendorong munculnya tren baru di TikTok.
Dengan Komentar Suara, perusahaan mencoba membawa karakter tersebut ke dalam percakapan antar pengguna. Respons terhadap sebuah video kini dapat disampaikan melalui intonasi dan suara, bukan hanya melalui rangkaian teks.
Meski menawarkan format interaksi baru, TikTok tetap menerapkan aturan yang sama terhadap komentar suara. Juru bicara perusahaan mengatakan seluruh rekaman wajib mengikuti Panduan Komunitas TikTok.
Moderasi dilakukan melalui kombinasi teknologi dan pemeriksaan manusia. Sistem otomatis dapat menggunakan teknologi transkripsi ucapan menjadi teks untuk membantu mendeteksi konten yang berpotensi melanggar aturan, kemudian hasilnya dapat ditinjau lebih lanjut oleh moderator manusia.
Komentar Suara akan diluncurkan secara global secara bertahap dalam waktu satu bulan. Fitur tersebut ditujukan bagi pengguna berusia minimal 18 tahun.
Kreator Bisa Menambahkan Jajak Pendapat di Komentar
Selain suara, TikTok juga memperluas fungsi kolom komentar melalui fitur jajak pendapat. Berbeda dari Komentar Suara yang masih menunggu peluncuran global, fitur jajak pendapat telah tersedia secara global bagi kreator.
Kreator dapat membuat pertanyaan dengan maksimal lima pilihan jawaban. Mereka juga dapat menentukan periode berlangsungnya jajak pendapat tersebut sehingga penonton memiliki batas waktu untuk memberikan suara.
Fitur ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kreator misalnya dapat meminta penonton memilih topik video berikutnya, menentukan aktivitas yang sebaiknya dilakukan, atau sekadar mengetahui pendapat audiens mengenai suatu hal.
Dengan mekanisme tersebut, kolom komentar tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menanggapi video yang sudah dipublikasikan. Kreator juga dapat menggunakannya sebagai sarana mengumpulkan masukan langsung dari komunitas mereka.
TikTok Perluas Komentar Berbasis Foto
Pembaruan lainnya berkaitan dengan konten visual. TikTok mulai menghadirkan kemampuan untuk membagikan hingga sembilan foto sekaligus dalam satu komentar melalui fitur photo carousel.
Fitur tersebut diluncurkan secara bertahap. Pengguna nantinya dapat memilih beberapa foto untuk ditampilkan sebagai satu rangkaian di kolom komentar, memberikan alternatif baru selain komentar berupa teks atau satu gambar.
TikTok juga menyebut fitur komentar Live Photo telah tersedia secara global. Kehadiran format tersebut semakin memperluas jenis konten yang dapat digunakan pengguna ketika merespons sebuah video.
Rangkaian pembaruan ini memperlihatkan upaya TikTok menjadikan kolom komentar sebagai bagian yang lebih aktif dari pengalaman menggunakan platform. Interaksi tidak lagi hanya terjadi melalui video utama, tetapi juga melalui berbagai format yang muncul setelah konten ditonton.
TikTok Dorong Interaksi Lebih Beragam
Peluncuran fitur-fitur baru tersebut menunjukkan TikTok semakin serius mengembangkan kolom komentar sebagai ruang komunikasi antara kreator dan audiens. Pilihan suara, jajak pendapat, serta foto memberi pengguna lebih banyak cara untuk menyampaikan reaksi.
Di sisi lain, TikTok tetap harus menjaga agar fitur interaksi baru tidak menjadi celah penyebaran konten yang melanggar aturan. Karena itu, perusahaan mengandalkan moderasi otomatis berbasis transkripsi dan pemeriksaan manusia untuk mengawasi penggunaan komentar suara.
Untuk tahap awal, Komentar Suara hadir bagi pengguna dewasa dan akan diperluas secara global dalam beberapa pekan mendatang. Sementara itu, jajak pendapat sudah dapat digunakan kreator di berbagai wilayah.
Dengan semakin banyaknya format yang tersedia, kolom komentar TikTok perlahan berubah dari sekadar ruang diskusi menjadi area interaksi dengan beragam bentuk konten. Langkah tersebut sekaligus memperkuat karakter TikTok sebagai platform yang mengandalkan video, suara, dan partisipasi komunitas.
Ikuti Topik.id
