Ekonomi

Transaksi E-Commerce dan Program Pangan Dorong Industri Kemasan Indonesia Tumbuh 5–6 Persen pada 2026

Industri kemasan Indonesia diproyeksikan tumbuh 5–6 persen pada 2026. ALLPack Indonesia menghadirkan 1.600 peserta dari 42 negara.

Transaksi E-Commerce dan Program Pangan Dorong Industri Kemasan Indonesia Tumbuh 5–6 Persen pada 2026

Industri kemasan Indonesia diperkirakan mencatat pertumbuhan sebesar 5–6 persen sepanjang 2026. Indonesian Packaging Federation (IPF) menilai peningkatan transaksi perdagangan elektronik dan pelaksanaan program pangan nasional menjadi pendorong utama kenaikan permintaan kemasan, terutama untuk kebutuhan makanan dan minuman.

Business Development Director IPF, Ariana Susanti, menyampaikan bahwa program pangan nasional yang menargetkan penyediaan 190 juta porsi makanan per hari berpotensi memperbesar kebutuhan kemasan. Perkembangan tersebut juga menuntut industri menghadirkan produk yang aman, efisien, inovatif, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

E-Commerce Dan Program Pangan Dorong Permintaan

Menurut Ariana, industri kemasan memiliki keterkaitan dengan banyak sektor, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, perawatan pribadi, hingga logistik dan perdagangan elektronik. Perubahan pola belanja masyarakat serta perkembangan teknologi membuat kebutuhan kemasan semakin beragam.

IPF menilai inovasi material, digitalisasi, efisiensi sumber daya, dan kolaborasi antar pelaku usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing industri. Organisasi tersebut juga berkomitmen mendorong edukasi, pengembangan teknologi, perluasan jejaring bisnis, serta pemahaman terhadap standar dan regulasi.

ALLPack Indonesia 2026 Hadirkan 1.600 Peserta

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan tersebut, Krista Exhibitions Group akan menggelar ALLPack Indonesia 2026 pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pameran internasional ini memasuki penyelenggaraan ke-25 dengan menghadirkan lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara, termasuk 10 pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Jumlah peserta tersebut meningkat 15 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan pameran tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar, mempertemukan produsen teknologi dengan pembeli, serta membuka peluang kerja sama lintas negara. Jumlah pengunjung bisnis ditargetkan melampaui 90.000 orang dari lebih dari 30 negara.

Pameran Pendukung Perluas Peluang Bisnis

ALLPack Indonesia 2026 akan berlangsung bersamaan dengan ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, FoodTech Indonesia, dan ALL Cold Chain. Indonesia Maritime & Logistics Expo serta ALL Agri Expo turut menghadirkan teknologi untuk sektor logistik, maritim, pertanian, dan agribisnis.

Penyelenggaraan ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Selain pameran teknologi, agenda acara mencakup lebih dari 55 seminar dan talkshow mengenai inovasi, regulasi, serta keberlanjutan. Program business matching juga mempertemukan pelaku usaha di sektor farmasi, makanan dan minuman, plastik, daur ulang, suplemen kesehatan, serta mitra perdagangan internasional.

Sejumlah asosiasi yang terlibat antara lain GAPMMI, GP Farmasi Indonesia, INAPLAS, IPR, dan IPF bersama Asian Packaging Federation. Agenda tersebut diharapkan membuka peluang investasi dan memperkuat koneksi bisnis antara perusahaan Indonesia dan mitra global.

Melalui rangkaian kegiatan itu, ALLPack Indonesia 2026 menjadi salah satu wadah bagi industri untuk memperkenalkan teknologi, memperluas jaringan, dan merespons kebutuhan pasar kemasan yang terus berkembang.