Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, mengaku terkejut setelah menerima hukuman larangan bermain selama empat pertandingan akibat kartu merah yang didapatnya ketika menghadapi Villarreal. Pemain asal Brasil itu mempertanyakan beratnya sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Insiden tersebut terjadi saat Madrid meraih kemenangan 1-0 atas Villarreal di Santiago Bernabeu dalam lanjutan LaLiga akhir pekan lalu. Vinicius diusir dari lapangan setelah menjambak rambut Nathan Saliba. Keputusan itu kemudian berujung pada hukuman yang membuat sang penyerang harus melewatkan sejumlah pertandingan penting.
Vinicius Junior Terima Sanksi Empat Pertandingan
Komite Disiplin RFEF menjatuhkan hukuman empat laga kepada Vinicius dengan dua dasar pelanggaran. Dua pertandingan pertama merupakan sanksi atas tindakan kasar ketika tidak sedang terlibat dalam perebutan bola. Sementara itu, dua laga tambahan diberikan karena perilakunya saat menyampaikan protes kepada ofisial pertandingan.
Konsekuensi dari keputusan tersebut cukup besar bagi Real Madrid. Vinicius harus absen dalam empat pertandingan domestik dan tidak dapat membantu tim dalam sejumlah agenda penting di kompetisi Spanyol.
Salah satu laga yang dipastikan dilewatkan pemain berusia 26 tahun itu adalah El Clasico melawan Barcelona pada 25 Oktober. Absennya Vinicius menjadi perhatian tersendiri mengingat pertandingan tersebut merupakan salah satu duel paling dinantikan dalam kalender sepak bola Spanyol.
Vinicius menyampaikan keberatannya ketika berbicara kepada media AS. Ia mengaku baru mengetahui hukuman tersebut saat tiba di stadion untuk pertandingan melawan AS Roma.
Menurut pengakuannya, pemberitahuan mengenai sanksi itu datang secara mendadak. Ia juga mempertanyakan alasan hukuman empat pertandingan dijatuhkan kepadanya.
Bintang Madrid Pertanyakan Aturan yang Diterapkan
Vinicius menilai ketentuan yang menjadi dasar hukuman tersebut belum pernah dijelaskan secara memadai kepada para pemain. Ia mengatakan biasanya terdapat pihak dari LaLiga atau organisasi wasit yang memberikan penjelasan mengenai perubahan peraturan.
Namun, menurut Vinicius, penjelasan mengenai ketentuan yang digunakan dalam kasusnya tidak pernah ia terima. Hal tersebut membuatnya merasa kesulitan memahami dasar keputusan yang dijatuhkan oleh komite disiplin.
Meski demikian, Vinicius mengakui bahwa kartu merah tetap menjadi bagian dari keputusan wasit dalam pertandingan tersebut. Ia menyadari sebagian pendukung mungkin menilai pengusirannya dari lapangan sebagai keputusan yang tepat.
Vinicius Bantah Berniat Melakukan Kekerasan
Dalam keterangannya, Vinicius menegaskan bahwa dirinya tidak berniat melakukan kekerasan terhadap pemain lawan. Ia juga menyebut berusaha menjaga ketenangan meskipun kerap menerima pelanggaran selama pertandingan.
Pemain tim nasional Brasil itu merasa dirinya sering menjadi sasaran tendangan lawan, tetapi justru kerap berakhir menerima kartu. Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaannya terhadap situasi yang kini harus dihadapi.
Hingga hukuman tersebut dijalani, Real Madrid perlu menyiapkan alternatif di lini depan. Absennya Vinicius, terutama saat menghadapi Barcelona, berpotensi memengaruhi pilihan strategi tim dalam pertandingan penting LaLiga.






