Topik.id — Vivo X500 Pro Max dijadwalkan meluncur di China pada September 2026. Smartphone ini akan menjadi model tertinggi dalam jajaran Vivo X500 Series, yang juga diperkirakan mencakup X500 reguler dan X500 Pro.
Menjelang debutnya di China, sejumlah bocoran mengenai Vivo X500 Pro Max mulai beredar, terutama terkait kemampuan kamera dan desain perangkat. Di sisi lain, flagship terbaru Vivo tersebut juga mulai menunjukkan tanda-tanda bakal hadir di pasar Indonesia.
Nomor model V2610 yang diyakini sebagai Vivo X500 Pro Max telah muncul dalam dua database sertifikasi berbeda di Indonesia. Perangkat tersebut tercatat dalam database TKDN dan kemudian muncul dalam database sertifikasi Postel atau SDPPI.
Vivo X500 Pro Max kantongi sertifikasi Postel
Indikasi terbaru datang dari laman e-Sertifikasi SDPPI Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Vivo X500 Pro Max dengan nomor model V2610 tercatat diajukan oleh PT Vivo Mobile Indonesia. Perangkat tersebut memperoleh sertifikat bernomor 126049/DJID/2026 yang diterbitkan pada 2 September 2026.

Kemunculan nomor model V2610 di database SDPPI menjadi salah satu indikasi penting bahwa Vivo tengah mempersiapkan perangkat tersebut untuk pasar Indonesia. Sertifikasi SDPPI merupakan bagian dari proses sertifikasi perangkat telekomunikasi sebelum produk dapat dipasarkan secara resmi di Tanah Air.
Vivo X500 Pro Max tercatat di database TKDN
Sebelum muncul di database SDPPI, nomor model V2610 juga telah tercatat dalam database Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Perangkat yang diajukan oleh PT Vivo Mobile Indonesia tersebut tercatat memiliki nilai TKDN sebesar 40,33 persen. Catatan ini menjadi indikasi lain bahwa Vivo telah mempersiapkan perangkat dengan nomor model V2610 untuk memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Perlu dicatat, TKDN dan sertifikasi Postel merupakan dua hal yang berbeda. TKDN berkaitan dengan pemenuhan persentase komponen dalam negeri, sedangkan sertifikasi SDPPI berkaitan dengan kelayakan perangkat telekomunikasi untuk digunakan dan diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, kemunculan V2610 pada kedua database tersebut tidak berarti TKDN dan Postel merupakan satu proses sertifikasi. Keduanya merupakan proses yang terpisah, tetapi sama-sama menjadi bagian penting dalam persiapan pemasaran perangkat di Indonesia.
Dengan telah tercatatnya V2610 di TKDN dengan nilai 40,33 persen dan kemudian memperoleh sertifikasi SDPPI, peluang Vivo X500 Pro Max untuk masuk ke pasar Indonesia kini semakin terbuka.
Bocoran spesifikasi Vivo X500 Pro Max
Sementara itu, Vivo X500 Pro Max sendiri dijadwalkan debut di China pada September 2026. Sebelum peluncuran, sejumlah bocoran spesifikasinya telah beredar.
Dari gambar yang beredar, perangkat ini disebut membawa modul kamera belakang berbentuk lingkaran berukuran besar. Modul tersebut terlihat lebih lebar dan tebal dibandingkan yang digunakan pada Vivo X300 Ultra.
Menariknya, pada bagian atas housing kamera terdapat sebuah cincin menonjol yang disebut dapat diputar. Bagian tersebut diduga berfungsi sebagai kontrol tambahan untuk kamera, termasuk kemungkinan digunakan sebagai penunjuk pengaturan ISO ketika pengguna memotret menggunakan mode profesional.
Untuk kamera utama, Vivo X500 Pro Max dikabarkan menggunakan sensor Sony 50 MP berukuran 1/1,28 inci yang dilengkapi teknologi LOFIC.
Kamera tersebut akan ditemani kamera ultrawide 50 MP berbasis sensor Sony IMX8 Series serta kamera telefoto 200 MP dengan dukungan Zeiss APO.
Kemampuan perekaman video juga disebut menjadi salah satu keunggulannya. Kamera utama dikabarkan mampu merekam video 4K pada 240 FPS secara native. Kemampuan tersebut dapat dikombinasikan dengan teknologi frame interpolation untuk menghasilkan video slow motion hingga 480 FPS dan 960 FPS.
Sementara kamera telefoto 200 MP disebut menggunakan sensor berukuran 1/1,4 inci yang dipadukan dengan sensor Samsung HP0 dan teknologi BluePrint. Kamera ini dikabarkan mendukung perekaman video 4K 120 FPS, In-Sensor Zoom 4x, serta sistem stabilisasi profesional berstandar CIPA 7.0.
Vivo juga disebut menyiapkan aksesori ekstender telefoto yang dapat dipasangkan pada kamera tersebut untuk menghasilkan kemampuan pemotretan jarak jauh hingga setara 400 mm.
Di bagian depan, Vivo X500 Pro Max diperkirakan menggunakan layar LTPO 6,85 inci dengan panel Q11 dari BOE. Layar tersebut dikabarkan mendukung refresh rate hingga 144 Hz.
Untuk performa, perangkat ini disebut mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9600 Series. Namun, informasi mengenai chipset tersebut masih berasal dari bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Vivo.
Dengan jadwal debut di China pada September 2026 serta nomor model V2610 yang telah tercatat di database TKDN dan SDPPI, Vivo X500 Pro Max semakin menunjukkan indikasi kuat untuk dipasarkan di Indonesia.
Meski demikian, Vivo hingga kini belum mengumumkan secara resmi kapan X500 Pro Max akan meluncur di Tanah Air. Jadi, apakah flagship terbaru Vivo ini benar-benar siap masuk Indonesia? Jawabannya masih menunggu pengumuman resmi dari Vivo.
Ikuti Topik.id
