Barcelona memulai musim 2026/2027 dengan sebuah kejutan di lini pertahanan sisi kiri. Di tengah harapan besar terhadap investasi klub untuk memperkuat skuad racikan Hansi Flick, justru Xavi Espart, talenta jebolan akademi La Masia, yang paling mencuri perhatian.

Pemain berusia 19 tahun ini secara konsisten menjadi starter dalam tiga pertandingan awal La Liga dan selalu bermain penuh. Performa impresif tersebut perlahan mengubah pandangan Espart dari sekadar opsi pelapis menjadi solusi utama di posisi bek kiri, yang bahkan bukan posisi naturalnya.

Penampilan Espart saat Barcelona mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 5-2 semakin memperkuat kesan bahwa klub telah menemukan permata dari akademi. Ia menunjukkan performa penuh energi di sisi kiri lapangan dan aktif berkontribusi dalam permainan tim.

Espart bahkan turut berperan dalam proses terciptanya gol pembuka yang dicetak Raphinha. Kualitas teknis dan fleksibilitasnya membuatnya semakin mendapatkan kepercayaan dari Hansi Flick untuk mengisi posisi bek kiri.

Meskipun ada satu catatan minor terkait antisipasinya yang dinilai bisa lebih baik saat Rayo mencetak gol kedua melalui Sergio Camello, kesalahan tersebut tidak mengurangi kesan positif dari performa keseluruhannya.

Statistiknya menunjukkan kontribusi yang komprehensif. Espart mencatatkan 89 sentuhan bola, 61 operan akurat, satu assist, tiga dribel sukses, lima duel udara yang dimenangkan, delapan pemulihan bola (ball recoveries), dua sapuan bola (clearances), dan satu tekel.

Situasi ini menjadi semakin menarik mengingat posisi bek kiri sebenarnya bukan posisi utama bagi Espart. Ia pada dasarnya adalah seorang gelandang dan juga pernah berpengalaman bermain sebagai bek kanan.

Barcelona sebelumnya telah mendatangkan kembali Joao Cancelo untuk memperkuat sektor tersebut, sementara Alejandro Balde sudah lebih dulu menjadi opsi berpengalaman. Secara teori, Espart seharusnya berada di belakang kedua pemain tersebut dalam persaingan memperebutkan tempat utama.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Cancelo baru tampil tiga kali sebagai pemain pengganti di penghujung laga dengan total 28 menit bermain, dan tidak satu pun penampilannya terjadi untuk menggantikan Espart. Sementara itu, Espart menjadi satu-satunya pemain yang selalu tampil penuh dalam tiga laga awal Barcelona di bawah asuhan Flick, sebuah bukti besarnya kepercayaan sang pelatih kepada pemain muda jebolan akademi tersebut.