Sukseskan Pemilu Damai 2024, Google dan YouTube turun tangan

Ardi Nugraha

Google dan YouTube Indonesia menjalin beberapa kemitraan dan menghadirkan banyak produk baru untuk memberantas hoax politik.

Forum #YukPahamiPemilu – Google Indonesia di Thamrin Nine, Jakarta Pusat
Menyukseskan Pemilu Damai 2024, Google dan YouTube Indonesia menjalin beberapa kemitraan dan menghadirkan banyak produk baru untuk memberantas hoax politik menjelang Pemilu 2024 mendatang.  

Pemilu 2024 akan menjadi pesta demokrasi terbesar bagi rakyat Indonesia. Selain memilih pemimpin di tingkat nasional, rakyat yang memiliki hak pilih juga menentukan pemimpin di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengajak semua elemen masyarakat mewujudkan Pemilu Damai 2024 dengan menciptakan ruang digital yang sehat. 
"Kementerian Kominfo hadir mendorong agenda Pemilu Damai 2024. Agenda ini akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam 13 bulan ke depan, dengan tujuan mewujudkan Pemilu yang damai, bermartabat, dan berkualitas, sebagai tolak ukur kedewasaan demokrasi, dengan menciptakan ruang digital yang sehat," ungkap Menkominfo dalam Forum #YukPahamiPemilu – Google Indonesia di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2023).
Menkominfo menekankan arti penting ruang digital yang sehat karena adanya peningkatan penetrasi internet yang mencapai 78 persen penduduk Indonesia.

"Dimana 150 juta pengguna internet yang berusia 18 tahun ke atas menggunakan media sosial sekitar 6 jam. Pemilu 2024 akan semakin melibatkan pemanfaatan internet," ujarnya.

Menurut Menteri Budi Arie, pelaksanaan agenda Pemilu Damai 2024 akan dilakukan melalui kerja sama dengan platform digital, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, serta kementerian dan lembaga strategis lain.  

"Secara umum, untuk merespons dinamika dan tantangan penyelenggaraan Pemilu, khusus dengan platform digital, kami akan melaksanakan tiga strategi utama, yaitu memperkuat moderasi konten negatif, kampanye literasi digital bersama stakeholders strategis, dan orkestrasi komunikasi publik Pemilu Damai melalui platform digital," jelasnya.

Mengutip data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dibanding Pemilu 2019, terjadi peningkatan jumlah pemilih sebesar 12 persen atau setara dengan 204 juta pemilih di tahun 2023. 

Generasi Milenial dan Z, yang mencapai lebih dari 50 persen total pemilih, mendominasi demografis pemilih Pemilu 2024.  Oleh karena itu, Menkominfo mengapresiasi inisiatif #YukPahamiPemilu yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.

"Selaras dengan semangat untuk menciptakan ruang digital yang supportif dalam mewujudkan Pemilu Damai," jelasnya.   

Sementara itu, Google Indonesia sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghubungkan pemilih dengan informasi berkualitas yang tepat waktu, yang memberikan pengetahuan ke ekosistem terkait cara mendeteksi misinformasi dan mempersiapkan diri untuk pemilu mendatang, Google dan YouTube mengumumkan serangkaian fitur produk, kemitraan, dan program melalui acara #YukPahamiPemilu. 

Menghubungkan pemilih di Indonesia dengan informasi kredibel

Banyak pemilih akan meminta bantuan Google dan YouTube untuk mendapatkan berita terbaru dan mengenal para kandidat dengan lebih baik. Demikian pula bagi para pemilih pemula, yang mungkin baru sekadar ingin memahami proses pemilu. 

Untuk membantu pemilih mendapatkan informasi terbaru dan mengenal para kandidat dengan lebih baik, Google dan YouTube membeerikan saluran program:
  • Panel informasi kandidat pemilihan umum di Google Search, 
  • Segmen sumber resmi di Google Search yang akan mengarahkan pengguna ke halaman resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), 
  • Informasi debat resmi dan berbagai link live streaming pemilu di halaman beranda Google Search dan YouTube selama masa kampanye dan pemungutan suara.  
Danny Ardianto, Head of Government Affairs and Public Policy untuk Indonesia dan Perbatasan Asia Selatan di YouTube mengatakan dalam beberapa tahun ini, pihaknya telah banyak berinvestasi agar YouTube bisa menjadi sarana bagi pengguna untuk mencari informasi yang kredibel, dengan tetap menjaga keterbukaan platform.

"Dalam beberapa tahun ini, kami telah banyak berinvestasi agar YouTube bisa menjadi sarana bagi pengguna untuk mencari informasi yang kredibel, dengan tetap menjaga keterbukaan platform kami. Kami juga memiliki kebijakan misinformasi pemilu yang relevan dengan kebijakan lain di Pedoman Komunitas kami, yang melarang konten menyesatkan atau menipu yang berisiko memberikan dampak buruk yang mengerikan di dunia nyata. Misalnya seperti konten yang berisi informasi dari hasil peretasan yang dapat memengaruhi proses demokrasi, atau konten dengan klaim yang keliru terkait kelayakan kandidat. Tugas kami tak akan pernah selesai dan kami berkomitmen untuk menjadikan YouTube sebagai komunitas yang menarik dan aman bagi semua orang untuk menyerukan suaranya dengan tetap mendukung pemilu yang aman dan damai," jelasnya.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks