Tokoh dunia, RI berikan golden visa ke CEO OpenAI Samuel Altman

M. Ihsan

Golden visa, jenis visa yang diberikan sebagai dasar pemberian izin tinggal dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun.

Founder dan CEO OpenAI, Samuel Altman | foto: topik.id
Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) OpenAI perusahaan skala global yang fokus mengembangkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, Samuel Altman, menjadi orang asing pertama yang mendapatkan Golden Visa Republik Indonesia (RI) pasca diundangkan akhir Agustus lalu ke Indonesia. 

Samuel Altman menerima golden visa dengan sub kategori tokoh dunia dengan masa tinggal 10 tahun yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim.

Golden visa merupakan jenis visa yang diberikan sebagai dasar pemberian izin tinggal dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun dengan tujuan mendukung perekonomian nasional. 

Diundangkannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 22 tahun 2023 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 tahun 2023 menjadi landasan pemberlakuan kebijakan ini.

Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim mengutarakan ada beberapa kategori golden visa selain atas dasar investasi dan penanaman modal, salah satunya adalah golden visa yang diberikan kepada tokoh yang mempunyai reputasi internasional dan dapat memberikan manfaat untuk Indonesia.
"Ada beberapa kategori golden visa selain atas dasar investasi/penanaman modal, salah satunya adalah golden visa yang diberikan kepada tokoh yang mempunyai reputasi internasional dan dapat memberikan manfaat untuk Indonesia. Dalam memperoleh golden visa, harus diusulkan oleh instansi pemerintah pusat." jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim dalam keterangan tertulisnya dikutip topik.id dari laman resmi imigrasi.go.id, Selasa (5/9/2023).
Samuel Altman adalah tokoh dunia yang merupakan CEO dan Co-Founder dari OpenAI yang merupakan perusahaan riset dan penerapan artificial intelligence (AI) di Amerika Serikat yang memiliki misi memastikan kecerdasan buatan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. 

Seperti diketahui, Samuel Altman menjadi perhatian dunia selepas kesuksesan ChatGPT, produk OpenAI yang diluncurkan pada akhir 2019. Medio Juni lalu, Altman sempat datang ke Indonesia untuk berbagi pengetahuan mengenai kecerdasan buatan. Dengan golden visa ini, Altman diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia.

Sebagai pemegang golden visa, Altman akan dapat menikmati sejumlah manfaat eksklusif dari jenis visa ini. Di antaranya adalah jalur pemeriksaan dan layanan prioritas di bandara; jangka waktu tinggal lebih lama; kemudahan keluar dan masuk Indonesia; serta efisiensi karena tidak perlu lagi mengurus ITAS ke kantor imigrasi. 

Pemberian Golden Visa terhadap Altman menjadi bentuk konkret peran Ditjen Imigrasi untuk menyukseskan pembangunan ekosistem Artificial Intelligence di Indonesia.

"Begitu sampai di Indonesia, tidak perlu lagi mengurus izin tinggal terbatas (ITAS) di kantor imigrasi. Kita berikan karpet merah sebagai imbal balik atas sumber daya yang bisa mereka berikan pada Indonesia," jelas Silmy.

OpenAI didirikan pada 2015 lalu, lembaga nirlaba di bidang riset dan pengembangan AI. Misi utama OpenAI memastikan manfaat AGI (kecerdasan artifisial umum) bagi keberlanjutan kehidupan manusia. 

Teknologinya termasuk sistem bahasa alami GPT-4 dan ChatGPT, generasi gambar DALL·E, serta sistem pengenalan ucapan sumber terbuka, Whisper.

ChatGPT memiliki beragam kegunaan, yaitu dapat digunakan untuk memecahkan masalah kompleks, memberikan informasi atas pertanyaan dan permintaan, menginspirasi ide dan gagasan baru di bidang kreatif.

Selain itu, semua platformnya membantu memahami konsep kompleks dengan menjelaskannya dengan kata-kata lebih sederhana, memberikan definisi, atau memberikan contoh yang berguna.

Meski dapat menggunakan secara gratis, OpenAI memberikan pilihan ke pengguna meningkatkan ke ChatGPT Plus dengan mendapatkan akses secara publik ke ChatGPT di saat jam-jam sibuk, menerima waktu respon lebih cepat, serta akses prioritas ke fitur dan peningkatan baru.

"ChatGPT Plus USD $20/bln, Tersedia bahkan ketika permintaan tinggi, Kecepatan respons lebih cepat, Akses prioritas ke fitur baru," keterangan tertulis di ChatGPT.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks