Kolaborasi, Google dan BRIN pamer lukisan naratif tertua di gua Sulsel

Lukisan naratif tertua di sebuah gua di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diperkirakan berusia lebih dari 51.200 tahun.

Hendrik Syahputra
A- A+
Situs Gua Karampuang Bukit. | foto: @google/@brin.
Kolaborasi antara raksasa teknologi Google dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menunjukkan penemuan yang mengejutkan di dunia arkeologi. 

Berkat teknologi, tim peneliti gabungan ini berhasil menemukan lukisan naratif tertua di sebuah gua di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diperkirakan berusia lebih dari 51.200 tahun.

Seperti diketahui Organisasi Penelitian Arkeologi, Bahasa, dan Sastra merupakan salah satu struktur organisasi yang setara dengan eselon 1 BRIN. 

Tugas Organisasi Penelitian Arkeologi, Bahasa, dan Sastra melaksanakan kegiatan penelitian, inovasi pengembangan, pengkajian melalui observasi, survey, penggalian, preservasi, konservasi, pendampingan, dan evaluasi di bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra.

Melansir dari laman resmi blog Google Indonesia, Minggu (7/7/2024) pihak Google menjelaskan kemitraan ini juga melalui kerja sama dengan para peneliti dari Griffith University, Australia.
"Tim kami telah mengungkap sesuatu yang bisa jadi merupakan bukti lukisan naratif tertua yang pernah ditemukan di dunia. Penemuan ini terjadi dalam sebuah gua di Pulau Sulawesi, Indonesia," keterangan tertulis di blog resmi Google Indonesia, dikutip Minggu (7/7/2024).
Lukisan yang terletak di gua batu kapur Leang Karampuang, Kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan ini menggambarkan tiga sosok mirip manusia yang sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan. 


"Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh peneliti dari Griffith University dan Southern Cross University telah menemukan dan memperkirakan usia lukisan gua di Pulau Sulawesi, Indonesia,  temuan mereka dipublikasikan di jurnal Nature," jelasnya.

Dengan usia minimal 51.200 tahun, lukisan gua Leang Karampuang membawa pesan tertua yang pernah tercatat di dunia. Sebagai konteks, Piramida di Giza berumur 4.500 tahun, sehingga usia lukisan pada batu yang dibuat nenek moyang kita ini 46.700 tahun lebih tua. Bahkan, lukisan gua tertua yang ditemukan di Eropa pun jauh lebih muda. 

Lukisan seekor babi hutan ditemukan di langit-langit Gua Leang Karampung. | foto: @google
Salah satu bagian dari gambar yang disempurnakan dengan DStretch, menunjukkan seekor babi hutan di langit-langit Leang Karampuang

"Kawasan gua di Sulawesi ini juga memiliki lukisan adegan perburuan binatang tertua di dunia, yang kini diperkirakan berusia setidaknya 48.000 tahun berkat metode penanggalan revolusioner menggunakan pengambilan sampel ablasi laser yang dikombinasikan dengan analisis seri uranium," ungkapnya.

Kolaborasi dengan Google Arts & Culture telah memungkinkan menyajikan temuan sejarah ini secara digital dengan gambar panorama pertama dari kawasan gua tersebut, yang diambil baru beberapa minggu lalu. 

"Kolaborasi kami memungkinkan orang-orang di seluruh dunia mengakses situs kami dan juga ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian kami," jelasnya.


Dengan gambar panorama Leang Karampuang ini dan cerita yang disertakan tentang gua-gua di sana, generasi mendatang dapat melihat, mengeksplorasi, dan bahkan mungkin mendapatkan pengetahuan lebih lanjut dari sejarahnya. 

"Sementara tim arkeolog kami telah menggunakannya saat menyampaikan seminar dan ceramah, pengalaman online ini juga mendukung misi kami untuk menjelaskan asal muasal kita semua sebagai umat manusia," bebernya.

Jika Anda tertarik untuk melihat keseluruhannya dapat mengujungi halaman Google Arts & Culture di sini.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Berbasis data.
Paling diminati.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks