![]() |
| Kawasan Industri Suzhou di Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur | @gov.cn |
Salah satu pencapaian utama yang disoroti oleh Liu adalah skala sektor data yang diperkirakan mencapai 5,86 triliun yuan (sekitar 821,45 miliar dolar AS) pada akhir tahun 2024, sebuah kenaikan signifikan sebesar 117 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2020. Selain itu, jumlah perusahaan yang berfokus pada data di Tiongkok juga mengalami lonjakan, dengan lebih dari 400.000 perusahaan terlibat dalam industri ini pada akhir tahun 2024.
Dalam hal infrastruktur digital, Tiongkok terus mendominasi panggung global. Pada akhir Juni 2025, negara ini telah berhasil membangun 4,55 juta stasiun pangkalan 5G, menjadikannya negara dengan jumlah stasiun 5G terbanyak di dunia. Tak hanya itu, Tiongkok juga berhasil mencatatkan 226 juta pengguna pita lebar gigabit, menunjukkan betapa maju dan tersebarnya teknologi internet super cepat di seluruh negeri.
"Skala sektor ini mencapai 5,86 triliun yuan (sekitar 821,45 miliar dolar AS) pada akhir tahun 2024, naik 117 persen dari akhir tahun 2020, sementara jumlah perusahaan terkait data di Tiongkok telah melampaui 400.000 pada akhir tahun 2024. Sementara itu, infrastruktur digital China telah mencapai kemajuan signifikan, memimpin secara global dalam skala dan kemajuan teknologi. Pada akhir Juni 2025, negara ini telah membangun 4,55 juta stasiun pangkalan 5G, dan jumlah pengguna pita lebar gigabit telah mencapai 226 juta," ungkap laporan resmi Pemerintah Tiongkok, dilansir Minggu (17/8/2025).
Tidak hanya dalam jaringan dan konektivitas, Tiongkok juga memimpin dalam inovasi teknologi lainnya. Negara ini telah berhasil mengembangkan rantai industri sirkuit terpadu yang lengkap, serta mendorong pertumbuhan sistem operasi lokal seperti HarmonyOS, yang kini digunakan dalam lebih dari 1.200 kategori produk. HarmonyOS berfungsi sebagai "inti pintar" yang menghubungkan berbagai perangkat cerdas dalam ekosistem teknologi Tiongkok.
Menguasai 60% dari total paten AI global.
![]() |
| Robot humanoid dipamerkan di Kawasan Pengembangan Ekonomi-Teknologi Beijing di Beijing | @gov.cn |
Kemajuan Tiongkok dalam bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga sangat mengesankan. Negara ini kini menguasai 60 persen dari total paten AI global, mencatatkan terobosan signifikan dalam pengembangan robot humanoid dan perangkat keras cerdas. Kekuatan komputasi Tiongkok, yang kini menduduki peringkat kedua dunia, menjadi dasar penting bagi inovasi dan pengembangan sektor teknologi yang lebih luas di negara tersebut.
Dengan kekuatan komputasi yang semakin berkembang, Tiongkok mampu mendukung pembangunan ekonomi dan sosial secara lebih efektif. Teknologi digital yang terintegrasi dengan berbagai sektor ekonomi di Tiongkok memungkinkan negara ini menciptakan solusi berbasis data yang mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peningkatan kinerja sektor perangkat lunak di Tiongkok juga sangat mencolok. Pada akhir tahun 2024, pendapatan dari perangkat lunak meningkat pesat, melonjak sebesar 80 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Sektor ini turut menyumbang besar pada pertumbuhan ekonomi digital Tiongkok, yang kini semakin berperan penting dalam perekonomian global.
"Penelitian selama bertahun-tahun telah menghasilkan kemajuan teknologi penting di sektor ini. Tiongkok telah membangun rantai industri sirkuit terpadu yang lengkap, dan sistem operasi lokalnya seperti HarmonyOS berkembang pesat, yang kini berfungsi sebagai "inti pintar" untuk lebih dari 1.200 kategori produk. Sektor AI juga telah mengalami kemajuan yang komprehensif, dengan Tiongkok menguasai 60 persen paten AI global dan mencapai terobosan dalam robot humanoid dan perangkat keras cerdas," jelasnya.
Sektor manufaktur elektronik skala besar di Tiongkok juga mengalami peningkatan yang luar biasa, dengan output nilai tambah meningkat lebih dari 70 persen. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa Tiongkok semakin kuat dalam menghasilkan produk-produk teknologi canggih yang memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Tiongkok juga telah berhasil mengembangkan lebih dari 10.000 pabrik pintar yang mencakup sekitar 80 persen sektor manufaktur utama. Pabrik-pabrik pintar ini mendorong permintaan akan produk-produk teknologi, seperti rumah pintar dan perangkat yang dapat dikenakan, yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat Tiongkok. Dengan adanya pabrik pintar, Tiongkok semakin mengintegrasikan teknologi canggih dalam kegiatan manufakturnya.
Dalam laporan itu, Tiongkok juga berencana untuk melanjutkan prestasinya dengan ambisi besar dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Negara ini berkomitmen untuk memberdayakan pertumbuhan ekonomi dan sosial dengan solusi berbasis data, yang akan memberikan manfaat langsung bagi rakyat Tiongkok. Pencapaian-pencapaian ini menandakan bahwa Tiongkok akan terus berada di garis depan dalam revolusi teknologi global.
"Lebih dari 10.000 pabrik pintar telah dibangun, mencakup 80 persen sektor manufaktur utama dan memacu permintaan untuk rumah pintar dan perangkat yang dapat dikenakan. Ke depannya, Tiongkok akan membuat lebih banyak prestasi dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), memberdayakan pertumbuhan ekonomi dan sosial dengan solusi berbasis data untuk kepentingan rakyat," terangnya.
.png.webp)
